Regulasi PPh Impor 2019, Pengusaha Wajib Memahaminya - Klikpajak

Regulasi PPh Impor 2019, Pengusaha Wajib Memahaminya

Tarif pajak penghasilan impor terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Secara sederhana, tarif ini terus mengalami penyesuaian agar dapat mendukung perkembangan industri dalam negeri secara umum. Tarif PPh Impor 2019 pada akhirnya menggunakan revisi terbaru dari Menteri Keuangan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110 Tahun 2018 yang mulai berlaku pada bulan September tahun 2018.

Regulasi baru yang dirumuskan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan tersebut secara praktis menggantikan peraturan sebelumnya, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor. Jika dicermati, perubahan yang terjadi pada regulasi baru ini ternyata cukup signifikan, kaitannya dengan tarif yang diberlakukan.

Baca juga: E-Billing Pajak dari DJP, Cara Modern Membayar Pajak

 

Tanggal Penetapan dan Pemberlakuan

Untuk waktu tepatnya sendiri, regulasi ini diundangkan pada 6 September 2018 lalu dan berlaku secara efektif 7 hari setelahnya, yakni tanggal 13 September 2018. Hingga saat ini, belum ada regulasi pembaruan dari aturan tersebut, yang artinya segala yang termuat dalam peraturan tersebut masih berlaku dan menjadi acuan untuk PPh Impor 2019.

 

Isi dan Perubahan

Mengingat kegiatan impor merupakan salah satu kegiatan strategis untuk ekonomi negara secara umum, maka regulasi baru ini memuat secara rinci barang yang kemudian mengalami perubahan tarif untuk PPh impornya. Secara umum terdapat kurang lebih 1147 jenis barang beserta rincian tarif PPh impor yang dikenakan untuk barang tersebut.

Untuk beberapa barang tertentu, PPh Impor yang dikenakan adalah sebesar 10% (untuk 672 jenis barang) dan ada yang dikenakan PPh Impor sebesar 7,5% (sebanyak 1077 barang). Selain barang dengan tarif tersebut, ada pula daftar ekspor komoditas tambang batu bara, mineral logam dan mineral bukan logam yang dikenakan PPh Pasal 22.

Jenis lain barang yang dirinci tarifnya adalah kedelai, gandum dan tepung terigu. PPh Pasal 22 yang dikenakan untuk komoditas ini adalah sebesar 0,5% karena dianggap menjadi jenis komoditas yang diperlukan banyak orang dan krusial untuk kelangsungan hidup masyarakat.

 

Perubahan demi Kebaikan

Beberapa perubahan yang dilakukan pada regulasi tersebut, disampaikan oleh Sri Mulyani, diharapkan mampu membantu kondisi industri dalam negeri. Pasalnya, peningkatan harga barang akan berimbas langsung pada kondisi ekonomi masyarakat sehingga diperlukan langkah tegas untuk membantu masyarakat terus dapat mempertahankan kemampuan belinya.

Memang mungkin jika dilihat secara langsung, peningkatan tarif PPh 22 atau PPh Impor ini akan memberatkan pelaku pasar. Namun demikian, perhitungan pada naiknya tarif pajak ini sudah dilakukan secara cermat sehingga dapat membantu menyeimbangkan kondisi pasar yang tengah diterpa gejolak nilai tukar rupiah.

Jika dilihat ada juga perubahan pada pengelompokan komoditas yang masuk dalam regulasi ini. Beliau menyampaikan bahwa pengelompokan menjadi tiga golongan ini ditinjau dari kelompok barang mana yang memiliki peranan besar untuk pasokan bahan baku sehingga berperan penting untuk pertumbuhan ekonomi. Di waktu yang sama, komoditas tersebut juga berperan untuk menjaga flow produksi yang menggunakan bahan baku tersebut.

 

Pebisnis Cerdas Memperhitungkan PPh Impor 2019

Sebagai pelaku bisni yang cerdas, sudah pasti Anda selalu harus mengikuti update perubahan peraturan perpajakan yang terjadi di Indonesia. Meski pada tahun 2019 ini tidak terjadi perubahan pada regulasi terkait PPh Impor, terdapat beberapa perubahan lain yang terjadi yang perlu mendapat perhatian dari pelaku bisnis sekaligus wajib pajak seperti Anda.

Selain untuk menjamin seimbangnya neraca bisnis dan memberikan keuntungan yang semakin besar, pemenuhan kewajiban pajak juga akan membantu Anda mendapatkan nilai tambah di dunia industri. Setidaknya dengan membayar pajak secara tepat hitung dan tepat waktu Anda sudah menunjukkan bahwa Anda adalah pebisnis yang taat regulasi yang diberikan negara dan dapat menjalankan kewajiban dengan benar.

 

Aplikasi Layanan Perpajakan untuk PPh Impor 2019

Untuk membantu kewajiban Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak, Anda kini tak lagi perlu mendatangi KPP dengan membawa setumpuk dokumen. Anda bisa menggunakan berbagai layanan aplikasi perpajakan yang resmi, sehingga waktu dan sumber daya yang Anda miliki dapat lebih dihemat demi efektivitas proses.

Tentu untuk layanan resmi yang dimiliki dan dikelola oleh DJP secara langsung adalah DJP Online. Dengan segala kemudahan serta kepraktisan pelaksanaan kewajiban perpajakan, PPh Impor 2019 dapat dihitung dan dibayarkan sekaligus dilaporkan secara tepat waktu dan tepat hitung. Dengan begini proses perpajakan dapat dilaksanakan tanpa menguras banyak waktu Anda yang berharga.

Baca juga: DJP Pajak dalam Pembayaran dan Pelaporan Pajak Online

 

Untuk membantu operasional DJP Online, Klikpajak juga turut hadir menyediakan layanan serupa. Baik untuk menyelesaikan PPh Impor 2019 atau pajak lain, Klikpajak dapat memberikan segala kemudahan yang diperlukan untuk wajib pajak seperti Anda sehingga proses penghitungan, pembayaran dan pelaporan pajak dapat berlangsung secara cepat, praktis dan tentu saja gratis serta resmi.

 


PUBLISHED04 Nov 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: