Kiat Sukses Mempekerjakan Karyawan Asing dan Perhitungan Pajaknya

Kiat Sukses Mempekerjakan Karyawan Asing dan Perhitungan Pajaknya

Mempekerjakan karyawan asing adalah sesuatu yang lumrah di Indonesia, terutama bagi perusahaan-perusahaan internasional atau multinasional yang membutuhkan kualifikasi karyawan yang tinggi. Kehadiran karyawan atau Tenaga Kerja Asing bisa saja memudahkan komunikasi antar negara apabila perusahaan itu memang berasal atau memiliki hubungan kerja sama dengan negara lain. Selain itu, karyawan asing yang tentu saja memiliki pola kerja berbeda dapat membaur dan saling membantu untuk kesuksesan perusahaan.

Apabila ini kali pertama Anda mempekerjakan karyawan asing, ada baiknya untuk membaca kiat sukses berikut sebagai panduannya. Tidak hanya itu, penting untuk memahami perhitungan pajak karyawan asing secara lengkap.

Kiat Sukses Mempekerjakan Karyawan Asing

1. Menerima Perbedaan Budaya dan Cara  Kerja 

Mempekerjakan karyawan yang berasal dari negara lain tentu saja berbeda dengan mempekerjakan karyawan yang berasal dari negara kita sendiri. Terkadang, kendala seperti perbedaan bahasa dan budaya membuat chemistry kerja sama menjadi agak berjarak. Untuk menghindari hal ini, penting untuk Anda mau menerima perbedaan budaya dan cara kerja karyawan asing tersebut. Jangan memaksakan satu sama lain namun lebih baik mencari jalan tengah. Apabila kompromi bisa dilakukan, maka lakukan untuk kepentingan perusahaan.

2. Mau Menerima Feedback Satu Sama Lain

Mau menerima feedback sebenarnya bukan hanya kiat sukses untuk mempekerjakan karyawan asing namun seluruh karyawan pada umumnya. Sesi feedback atau saling bertukar pendapat membuat satu sama lain memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing juga membuat karyawan menjadi lebih reaktif dan terbuka. Pastikan keterbukaan opini ini menjadi kunci penting dalam menjalin hubungan kerja sama dengan karyawan asing tersebut.

3. Menyingkirkan Ego dan Rasa Inferior

Singkirkan ego yang tinggi dan rasa inferior (merendah) saat mempekerjakan karyawan asing. Semua karyawan sebenarnya adalah sama yaitu pekerja yang berdedikasi untuk perusahaan sehingga harus ada keadilan yang diutamakan.

Perhitungan Pajak Karyawan Asing

Untuk menghitung pajak karyawan asing harus diketahui dulu apakah ia termasuk dalam Subjek Pajak Dalam Negeri atau Subjek Pajak Luar Negeri. Apabila karyawan asing tersebut telah memenuhi syarat sebagai SPDN maka penghasilannya dikenakan PPh Pasal 21. Adapun ketentuannya adalah penghasilan karyawan tersebut disetahunkan.

Contoh Perhitungan Pajak Karyawan Asing

Michael Lee adalah WNA asal Inggris dan mulai bekerja di perusahaan Indonesia bernama Multi Nusantara dari tanggal 1 Agustus 2018. Ia memutuskan menetap dan memenuhi syarat menjadi SPDN. Adapun gaji Michael adalah Rp.25.000.000 sebulan dengan ketentuan ia sudah memiliki  NPWP. Maka berapa PPh 21 yang harus dipotong per bulan dari gaji Michael bekerja?

Gaji satu bulan   = Rp25.000.000,-
Biaya Jabatan 1 bulan (5% x Rp.25.000.000)   = Rp500.000,- (maksimal).
Penghasilan neto sebulan   = Rp24.000.000,-
Penghasilan neto disetahunkan   = Rp288.000.000,-
PTKP (TK0)   = Rp54.000.000,-
Penghasilan Kena Pajak   = Rp234.000.000,-

PPh terutang (tarif Pasal 17 x PKP)

5% x Rp50.000.000,- = Rp2.500.000,-

15% x Rp184.000.000,- = Rp27.600.000,-

PPh Pasal 21 disetahunkan   = Rp30.100.000,

PPH21 harus dipotong sebulan   = Rp2.508.333,-

Jadi, PPh21 yang harus dipotong setiap bulan oleh perusahaan tempat Michael bekerja adalah Rp2.508.333,-.

Sehingga PPh 21 yang dipotong oleh perusahaan tempat Albert bekerja tahun 2016 (Agustus-Desember Tahun 2018)

= 5X Rp2.508.333,- = Rp12.541.665,-

Dapat disimpulkan bahwa baik dalam mengelola karyawan asing dan perhitungan pajaknya harus dipersiapkan dengan matang. Dengan begitu, proses keberhasilan bisnis pun akan menjadi lebih mudah. Semoga saja tulisan ini dapat membantu bagi Wajib Pajak yang ingin mempekerjakan karyawan asing dan masih bingung perhitungan pajaknya. Bangga Bayar Pajak!


PUBLISHED21 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: