Ketahui Tentang Faktur Pajak Pengganti yang Berbeda Dengan Pembatalan Faktur

Ketahui Tentang Faktur Pajak Pengganti yang Berbeda Dengan Pembatalan Faktur

Pembatalan faktur pajak digunakan untuk membatalkan faktur atas kesalahan yang tidak dapat diperbaiki melalui faktur pajak pengganti. Kesalahan yang dimaksud adalah kekeliruan dalam penulisan NPWP lawan transaksi. Berdasarkan kekeliruan tersebut, maka pihak penerbit atau penjual perlu memperbaiki dengan cara membatalkan faktur lama yang keliru kemudian menerbitkan faktur pajak baru dan menggunakan NSFP baru. Sedangkan faktur pengganti merupakan faktur yang dibuat pada transaksi yang sama sebagai revisi atas faktur sebelumnya. Faktur pengganti ini tidak menghapus atau menghilangkan keberadaan faktur normalnya. Namun keduanya akan tetap ada di dalam record data di pihak penerbit dan harus di-entry oleh pihak pengguna atau pembeli. Pembatalan faktur dan faktur pengganti jelas berbeda. Ketahui lebih lengkap tentang faktur pengganti berikut ini.

Perbedaan Pembatalan Faktur Pajak dan Faktur Pajak Pengganti

1. Pembatalan Faktur Pajak

Dalam Pasal 15 Ayat (3) PER-24/PJ/2012, saat terjadi pembatalan transaksi atas penyerahan BKP dan atau JKP yang fakturnya telah diterbitkan, PKP yang menerbitkan faktur pajak tersebut harus membatalkan faktur pajak. Pembatalan transaksi harus didukung dengan bukti atau dokumen pembatalan transaksi. Bukti atau dokumen tersebut dapat berupa pembatalan kontrak yang menunjukkan terjadi pembatalan transaksi.

Pada aplikasi e-faktur, faktur yang dibatalkan akan secara otomatis ter-posting pada SPT Masa yang dimaksud sesuai dengan tanggal faktur dengan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPnBM. Berdasarkan pembatalan ini, maka perlu dilakukan pelaporan SPT Pembetulan, sepanjang telah melakukan pelaporan SPT Normal.

2. Faktur Pajak Pengganti

Berbeda dengan pembatalan faktur, berikut ini beberapa hal penting tentang faktur pajak pengganti yang wajib Anda ketahui:

  1. Fungsi utama faktur pengganti adalah untuk memperbaiki kesalahan, baik berupa salah memasukkan nama barang atau nilai transaksi saat wajib pajak membuat faktur pajak. Isi dari faktur pengganti berupa perbaikan dari faktur normal atas kekeliruan pada hal-hal seperti pengisian kode detail transaksi pada nomor faktur, isian referensi faktur, nama lawan transaksi, alamat lawan transaksi, item barang atau jasa yang dituliskan pada faktur, harga satuan, nilai DPP-PPN-PPnBM, serta isian pembayaran uang muka atau termin.
  2. Faktur pengganti dibuat oleh PKP dan tidak menggunakan NSFP yang berbeda. Perubahan yang terjadi hanya terdapat pada Kode Status (digit ke-3), yaitu 0 (nol) pada faktur normal, dan diganti menjadi 1 (satu) pada faktur pengganti, baik faktur pengganti pertama ataupun faktur pengganti kedua dan seterusnya.
  3. Dalam kolom Status Faktur pada faktur yang diganti, isian “Normal” akan diganti menjadi “Diganti”, sedangkan pada faktur pengganti yang baru akan tertulis status “Normal-Pengganti”.
  4. Tanggal faktur pengganti diisi dengan tanggal pada saat faktur pengganti dibuat, namun harus tetap dilaporkan dalam SPT Masa PPN pada Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkannya faktur pajak normal.
  5. Pada saat posting SPT Masa, terdapat faktur yang diganti dengan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPnBM, dan pada faktur penggantinya akan terisi nilai sesuai dengan nilai yang telah diganti. Data faktur pengganti dapat dibuat setelah faktur normal berstatus Approval Sukses.

Ketentuan Dalam Faktur Pajak Pengganti

Berikut ini beberapa ketentuan penting yang dapat membantu Anda dalam membuat faktur pengganti dengan benar:

  1. Untuk kesalahan pengisian nomor urut, Anda dapat membuat faktur pengganti dengan nomor urut pada kode dan NSFP dengan nomor urut yang sebenarnya.
  2. Kode status pada faktur pengganti adalah kode status 1 (satu).
  3. Tahun penerbitan pada NSFP adalah tahun penerbitan faktur yang telah diganti.
  4. Tanggal penerbitan faktur pengganti sama dengan tanggal penerbitan faktur sebelum diganti.
  5. Pada faktur pengganti, Anda perlu membubuhkan cap yang menunjukkan kode dan NSFP serta tanggal faktur yang telah diganti.
  6. Faktur pengganti dan faktur yang diganti harus digabungkan menjadi satu berkas.
  7. PKP harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN pada masa pajak yang sama dengan masa pajak pelaporan faktur yang diganti.

Cara Membuat Faktur Pengganti Pada E-faktur DJP Online

Langkah mudah yang dapat Anda ikuti untuk membuat e-faktur pengganti pada aplikasi e-faktur DJP Online:

  1. Langkah pertama adalah Anda harus masuk ke aplikasi e-faktur. Selanjutnya, pindah ke menu Faktur Pajak Keluaran, lalu masuk ke Administrasi Faktur untuk melihat data pajak keluaran.
  2. Langkah kedua, pilihlah faktur yang sudah di-approve dan akan diganti dengan cara klik “Faktur”. Kemudian akan muncul tombol menu, lalu klik “Pengganti”.
  3. Ikuti langkah-langkah pada wizard yang sudah disediakan dan Anda dapat mengubah data (jika ada yang hendak diubah). Setelah itu klik “Lanjutkan” dan Anda akan diarahkan pada halaman “Detail Transaksi”. Pada “Detail Transaksi” Anda dapat mengubah data-data faktur dengan menggunakan pilihan “Ubah Transaksi”.
  4. Setelah mengubah data-data pada faktur, kemudian klik “Simpan” dan Anda akan diarahkan kembali ke halaman “Detail Transaksi”, lalu klik “Simpan”. Setelah mengikuti langkah-langkah tersebut, faktur pengganti pada aplikasi e-faktur berhasil Anda buat. Selanjutnya, Anda hanya perlu mengunduh e-faktur pengganti ke server DJP Online.

Untuk memudahkan Anda dalam hal perpajakan, Anda dapat mengunjungi Klikpajak. Tidak hanya memberikan pengetahuan tentang perpajakan secara lengkap, Klikpajak juga dapat menjadi aplikasi yang membantu Anda untuk lapor dan bayar pajak secara resmi. Coba sekarang di sini!


PUBLISHED21 Dec 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: