Menuju Batas Waktu Lapor Pajak Online SPT Tahunan Pribadi - Klikpajak

Menuju Batas Waktu Lapor Pajak Online SPT Tahunan Pribadi

Selain memiliki kewajiban untuk hitung dan bayar pajak, seorang warga negara sekaligus wajib pajak yang taat pajak, juga diwajibkan untuk lapor SPT (Surat Pemberitahuan) atas pajak terutang yang telah dibayarkan. SPT umumnya memuat perhitungan pajak, objek pajak, harta, dan kewajiban. Pelaporan pajak atas penghasilan yang telah diterima atau diperoleh, wajib dilakukan oleh wajib pajak setelah berakhirnya Tahun Pajak atau lebih dikenal SPT Tahunan PPh. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk melaporkan pajak tahunan. Bahkan dengan berkembangnya teknologi, wajib pajak kini dipermudah melalui sistem lapor pajak online.

Jenis-jenis SPT Tahunan Pribadi

1. SPT Tahunan PPh 1770 SS (Sangat Sederhana)

Dalam pelaporan SPT 1770 SS persyaratan yang diperlukan yaitu bagi pegawai swasta menggunakan Bukti Potong 1721 A1. Sedangkan bagi pegawai negeri, menggunakan bukti potong 1721 A2.

2. SPT Tahunan PPh 1770 S (Sederhana)

Sama seperti formulis SPT 1770 SS, untuk melengkapi persyaratan bagi pegawai swasta menggunakan Bukti Potong 1721 A1. Sedangkan bagi pegawai negeri, menggunakan bukti potong 1721 A2. Namun, untuk wajib pajak yang memiliki status PH atau MT harus menyertakan Lembar Penghitungan Pajak Penghasilan Terutang.

3. SPT Tahunan PPh 1770

Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan pelaporan pajak online menggunkan formulir 1770, harus mempersiapkan beberapa hal berikut:

  1. Penghasilan lain di luar pekerjaan
  2. Bukti potong A1 atau A2
  3. Neraca dan Laporan Laba Rugi Perusahaan (Pembukuan)
  4. Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (Norma)
  5. Bagi Wajib Pajak dengan status PH atau MT harus menyertakan Lembar Penghitungan Pajak Penghasilan Terutang

Baca panduan mengisi SPT Tahunan Pajak Pribadi di sini.

Cara Pelaporan Pajak Tahunan Pribadi

Penyampaian Laporan SPT Tahunan PPh secara umum, dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut ini:

1. Lapor Secara Langsung

Wajib Pajak dapat menyampaikan langsung laporan pajak tahunannya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar, pojok pajak, mobil pajak atau tempat khusus lainnya. Tempat-tempat tersebut telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk penerimaan SPT Tahunan. SPT Tahunan yang dapat disampaikan secara langsung, yaitu:

  • SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Badan
  • SPT 1770
  • SPT Tahunan Pembetulan: tidak dapat dilakukan di Kantor Pelayanan, penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP)
  • SPT 1770 S dan SPT 1770 SS, yang:
  1. Menyatakan status lebih bayar
  2. Disampaikan setelah batas waktu pelaporan SPT Pajak, dan/ atau
  3. Disampaikan dalam bentuk e-SPT Tahunan

Sebelum melakukan pelaporan pajak tahunan secara langsung, alangkah baiknya Anda pastikan kembali semua berkas SPT Tahunan Anda telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Pos Persepsi atau Jasa Ekspedisi

Dikirim melalui kantor Pos Indonesia, perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir resmi dengan menyertakan bukti pengiriman surat ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar. Dalam rangka pelaporan SPT Pajak yang dilakukan melalui kantor pos persepsi, perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir, masukkan berkas pelaporannya ke amplop tertutup yang telah dilekatkan Lembar Informasi Amplop SPT Tahunan.

3. DJP Online

Pelaporan SPT Pajak Online dapat dilakukan melalui website resmi DJP Online secara e-Filing, e-Form maupun e-SPT (elektronik SPT). Aplikasi DJP Online dapat diakses melalui http://djponline.pajak.go.id. Layanan Penyampaian atau Pelaporan SPT Elektronik melalui DJP Online, memiliki tiga mekanisme berikut ini:

  1. eFiling Pajak: Pengisian dilakukan secara Langsung, yaitu untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS.
  2. eFiling: Upload CSV hasil aplikasi e-SPT, untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770, 1770S, dan SPT Tahunan PPh Badan.
  3. e-Form: Formulir SPT Elektronik, yang dalam pengisiannya dapat dilakukan secara offline dan hanya membutuhkan koneksi internet (online) saat akan submit SPT.

Dokumen Format PDF yang Harus Diunggah Bersama SPT

SPT yang disampaikan melalui saluran tertentu (e-Filing) harus dilengkapi dokumen-dokumen yang wajib dipindai dan diunggah (kecuali SPT Tahunan Pajak Penghasilan 1770 S atau 1770 SS dengan status nihil atau kurang bayar). Menurut PER-01/PJ/2017, pelaporan SPT melalui e-Filing harus dilengkapi dengan dokumen yang akan dilampirkan dengan SPT dalam 1 file dengan format Portable Document Format (PDF).

1. SPT 1770 SS dan 1770 SS

Dua jenis SPT Tahunan Pribadi ini apabila berstatus Nihil dan Kurang Bayar, dikecualikan dari kewajiban melampirkan Dokumen PDF. Sedangkan apabila memiliki status Lebih Bayar, maka wajib mengunggah: Bukti Pemotongan dan/atau Bukti Pemotongan Zakat (jika kolom Zakat diisi)

2. SPT 1770

SPT 1770 dengan status Nihil, Kurang Bayar, maupun Lebih Bayar, wajib mengunggah:

  • Penghitungan PPh (jika PH/ MT)
  • Penghitungan Peredaran Bruto dan Pembayaran (PP 46)
  • Laporan Keuangan (Pembukuan)
  • Daftar Pembayaran PPh 25 dan Gerai (WP OPPT)
  • Penghitungan Angsuran PPh 25 (jika ada)
  • Rekap Bulanan Peredaran dan Biaya (Normal)
  • Bukti Pemotongan Zakat (jika mengisi kolom Zakat)
  • Penghitungan Kompensasi Kerugian

4. Application Service Provider (ASP) atau Penyedia Jasa Aplikasi

Laporan Pajak Tahunan dapat disampaikan secara online melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) mitra resmi DJP, seperti Klikpajak. Setiap wajib pajak yang menggunakan Layanan Pajak Online, harus memiliki Kode EFIN. Electronic Filing Identification Number ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak setelah wajib pajak mengajukan permohonan EFIN. Wajib Pajak harus melakukan aktivasi EFIN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), sebelum dapat mendaftarkan diri di layanan perpajakan online Klikpajak. Kunjungi laman Klikpajak untuk mendapatkan informasi lengkap terkait layanan perpajakan online.

Sebagai wajib pajak orang pribadi, Anda harus melapor sebelum tanggal 31 Maret 2019 ini. Segera laporkan SPT Anda sekarang juga jika tidak ingin terkena sanksi administrasi berupa denda. Untuk menghindari antrian panjang di KPP atau server down pada laman DJP Online, Anda dapat melakukan lapor pajak online sekarang juga bersama e-Filing Klikpajak. Mari melapor pajak sebelum batas akhir pelaporan atau Anda akan terkena denda akibat terlambat. Daftar sekarang di sini!


PUBLISHED24 Mar 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: