Lapor Berbagai Jenis Pajak Lebih Mudah Dengan DJP Online Login - Klikpajak

Lapor Berbagai Jenis Pajak Lebih Mudah Dengan DJP Online Login

DJP Online telah diluncurkan sejak beberapa tahun lalu, dan kini telah menjadi layanan perpajakan yang digunakan oleh jutaan Wajib Pajak setiap harinya untuk lapor SPT. Tercatat pada akhir bulan Maret 2018, jumlah e-Filing Wajib Pajak Orang Pribadi yang sudah melaporkan SPT pajaknya mencapai 8,7 juta orang. Banyaknya jumlah Wajib Pajak yang telah lapor SPT tentu meningkatkan jumlah kunjungan website DJP Online Login secara signifikan. Dengan mengakses DJP Online Login, tentu saja akan memudahkan setiap Wajib Pajak untuk melaporkan pajaknya.

Pengertian DJP Online

Lapor Berbagai Jenis Pajak Lebih Mudah Dengan DJP Online Login

DJP Online merupakan sebuah aplikasi perpajakan yang dikembangkan dan disediakan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Aplikasi perpajakan ini bertujuan untuk memudahkan setiap Wajib Pajak dalam melaporkan pajak. Ada beberapa berkas yang perlu dipersiapkan sebelum Wajib Pajak dapat menggunakan DJP Online. Berkas-berkas tersebut adalah NPWP, EFIN, dan alamat email aktif. Bagi Wajib Pajak yang belum memiliki nomor EFIN, Wajib Pajak dapat mengurusnya di KPP terdekat dengan membawa formulir aktivasi EFIN, menyertakan asli KTP dan NPWP, serta melampirkan fotokopinya. Setelah melengkapi berkas persyaratan berikut, Wajib Pajak harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk pembuatan akun pada website DJP Online. Ikuti beberapa langkah berikut ini untuk melakukan registrasi:

  1. Klik pada tombol “Daftar” untuk melakukan registrasi akun di website DJP Online.
  2. Kemudian masukkan NPWP, nomor EFIN dan kode keamanan yang ditampilkan pada layar, dan klik tombol “Verifikasi”.
  3. Kolom nama akan terisi secara otomatis sesuai dengan data Anda pada NPWP. Periksa kembali data tersebut dan apabila data sudah sesuai, masukkan alamat email yang aktif. Alamat email akan digunakan sebagai media penyampaian informasi yang terkait dengan DJP Online. Selain email, Anda juga harus memasukkan nomor telepon yang aktif.
  4. Langkah selanjutnya adalah membuat password untuk akun DJP Online. Anda harus memasukkan password sebanyak dua kali lalu klik tombol “Simpan”.
  5. Yang terakhir, periksa inbox email Anda dan cari email dari DJP dengan subyek “[DJP Online] Aktivasi”. Buka email tersebut dan klik tautan yang telah dikirimkan untuk melakukan aktivasi. Jika berhasil, maka akan terbuka halaman website DJP Online dan muncul kotak informasi “Aktivasi akun BERHASIL”. Lanjutkan dengan klik tombol “OK” untuk membuka menu DJP Online Login. Dengan begitu,  Anda telah resmi terdaftar dan memiliki akun di DJP Online.

Gagal Registrasi DJP Online

Banyaknya pengguna yang mengakses server DJP Online secara bersamaan dapat menyebabkan website DJP Online menjadi sulit atau bahkan tidak dapat diakses. Hal ini sering kali menjadi kendala bagi Wajib Pajak yang ingin melakukan pendaftaran atau melaporkan pajak. Apabila Anda mengalami kegagalan saat melakukan registrasi, simak beberapa informasi berikut ini:

  1. Gagal registrasi karena kode keamanan tidak sesuai. Hal ini sangat mungkin terjadi karena halaman registrasi DJP Online sudah terlalu lama dibuka tetapi tidak ada aktivitas apapun. Solusinya sangat mudah, coba klik gambar kode keamanan agar muncul kode keamanan yang baru.
  2. Kode verifikasi yang dikirimkan ke email salah atau tidak sesuai. Perhatikan server code yang ada pada bagian bawah, dan pastikan server code yang Anda terima di email sama. Jika berbeda kemungkinan karena Anda melakukan klik sebanyak 2 kali.
  3. NPWP sudah terdaftar karena sebelumnya sudah pernah mendaftar tapi tidak mengklik tautan aktivasi yang dikirimkan ke email. Sehingga pada saat mendaftar untuk kedua kalinya (dengan NPWP yang sama) maka akan muncul pesan kesalahan “REG007 NPWP Sudah Terdaftar”. Solusinya adalah, Anda dapat melakukan pengiriman ulang link aktivasi.
  4. Jika sudah melakukan registrasi akun DJP Online tetapi mendapat pesan kesalahan bahwa email yang digunakan salah, hal ini karena email yang digunakan salah atau sudah tidak aktif. Solusinya cukup mudah, coba lakukan registrasi kembali dengan email yang baru.

Jenis-Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Lapor Berbagai Jenis Pajak Lebih Mudah Dengan DJP Online Login

Pada dasarnya, pajak bersifat wajib. Sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 1983, pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UU, dengan tidak mendapatkan imbalan langsung dan digunakan untuk keperluan negara. DJP telah menggolongkan pajak menjadi dua, yaitu Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat merupakan pajak yang pengelolaannya di bawah tanggung jawab Pemerintah Pusat lewat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Sedangkan Pajak Daerah merupakan pajak yang pengelolaannya di bawah tanggung jawab Pemerintah Daerah mulai dari Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Provinsi. Dari Pajak Pusat dan Pajak Daerah, pajak terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Jenis-Jenis Pajak Pusat

  1. Pajak Penghasilan (PPh) merupakan pajak yang ditanggung orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu tahun pajak. Ada beberapa pajak penghasilan yang berlaku di Indonesia, yaitu PPh Pasal 21 (pajak yang berlaku untuk penghasilan dari pekerjaan atau jasa yang berlangsung di dalam negeri). PPh Pasal 22 (pajak yang berlaku untuk penghasilan dari kegiatan ekspor, impor, dan re-impor yang dilakukan swasta atau BUMN). PPh Pasal 23 (pajak yang berlaku untuk penghasilan atas modal, jasa, atau penghargaan di luar penghasilan yang kena PPh Pasal 21). Kemudian, PPh Pasal 25 (pajak yang dapat dibayar secara angsuran atau cicilan). PPh Pasal 26 (pajak yang berlaku untuk WP luar negeri yang mendapat penghasilan dari Indonesia). PPh Pasal 29 (pajak kurang bayar atau disebut sebagai PPh terutang) dan PPh Pasal 4 Ayat 2 (PPh final atas beberapa penghasilan yang didapat dan tidak boleh dicicil).
  2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan pajak berlaku pada konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean.
  3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan pajak yang berlaku pada barang yang bukan kebutuhan pokok, dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, dikonsumsi masyarakat yang berpenghasilan tinggi, atau barang yang menunjukkan status, dan dapat merusak kesehatan serta moral masyarakat.
  4. Bea Meterai merupakan pajak yang berlaku atas pemanfaatan dokumen (seperti surat perjanjian, akta notaris, kwitansi pembayaran, surat berharga, atau efek yang memuat nominal uang di atas jumlah tertentu).
  5. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang berlaku untuk kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan bangunan.

Jenis-Jenis Pajak Daerah

Berikut ini beberapa jenis pajak yang dipungut oleh Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Kabupaten atau Kota:

  1. Pajak Provinsi, yang terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.
  2. Pajak Kabupaten atau Kota, yang terdiri dari Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan. Selain itu juga Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, PBB, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

Melalui DJP Online Login, bayar dan lapor berbagai jenis pajak secara online dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Dengan mengetahui jenis-jenis pajak yang berlaku, kini Anda akan lebih tahu pajak apa saja yang harus Anda bayar dan laporkan. Apabila Anda terlambat atau tidak membayar pajak, siap-siap untuk menghadapi sanksi yang akan diberikan. Gunakan Klikpajak sebagai solusi mudah untuk membantu Anda dalam urusan perpajakan. Klikpajak merupakan aplikasi resmi yang telah disahkan oleh DJP yang dapat Anda gunakan secara mudah dan gratis. Registrasi sekarang juga disini!


PUBLISHED18 Feb 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: