Tiga Kanal Surat Setoran Elektronik DJP, Kelebihan dan Kekurangannya

3 Kanal Surat Setoran Elektronik Milik DJP, Kekurangan dan Kelebihannya

Pembayaran pajak yang dilakukan wajib pajak wajib menggunakan dokumen yang dinamakan SSP atau Surat Setoran Pajak. Namun dokumen ini kemudian dialihkan kepada bentuk digital sejak 1 Januari tahun 2016 lalu. Kini, pembayaran pajak menggunakan dokumen digital dengan nama Surat Setoran Elektronik (SSE). SSE sendiri merupakan sistem pembayaran pajak elektronik yang diadministrasikan oleh Biller DJP dengan menerbitkan billing system.

SSE sendiri dinilai memiliki banyak manfaat untuk wajib pajak dalam pembayaran pajak yang jadi tanggung jawabnya. Tentu saja, karena penggunaan sistem online, pembayaran pajak yang dilakukan akan lebih fleksibel  dan praktis dari sisi tenaga dan waktu. Dalam sistem perpajakan, SSE akan berfungsi untuk menerbitkan kode billing untuk berbagai kode akun pajak.

Pengecualian Pajak yang Bisa Disampaikan dengan SSE

Penggunaan SSE tercantum jelas dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-05/PJ/2017 tentang Pembayaran Pajak Secara Elektronik. Dalam peraturan ini, Pasal 2 Ayat 1 menyebutkan dengan jelas bahwa pembayaran pajak secara elektronik melalui sistem billing DJP meliputi seluruh jenis pajak. Namun demikian terdapat beberapa pengecualian untuk pajak tertentu.

Pengecualian diberikan pada pajak dalam rangka impor yang diadministrasikan pembayarannya oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Pasal 2 Ayat 1 Huruf a) dan pajak yag tata cara pembayarannya diatur secara khusus (Pasal 2 Ayat 1 Huruf b). Kedua jenis pengecualian ini tidak harus dibayarkan secara online karena memang dianggap memiliki aturan main yang berbeda.

Dalam prakteknya, terdapat tiga kanal yang disediakan oleh DJP untuk pembayaran pajak dengan SSE.  Fungsinya jelas sama, yakni membuat ID Billing untuk keperluan pembayaran perpajakan. Dari ketiga kanal ini, terdapat sedikit perbedaan dari sisi tampilan dan data yang ada didalamnya. Perbedaan ini tidak membuat satu kanal lebih baik dari yang lain karena pada dasarnya ketiga kanal ini dikelola oleh dinas yang sama dan semuanya sama-sama sah untuk digunakan.

a. Surat Setoran Elektronik Pajak Versi Pertama

Untuk versi pertama kanal Surat Setoran Elektronik milik DJP, memiliki kelebihan dimana data yang ditampilkan lebih lengkap dan terstruktur. Dalam kanal ini, wajib pajak dapat melakukan pengecekan pada NTPN atau Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang digunakan untuk ID Billing terbayar. Selain itu, wajib pajak juga dapat mendapatkan kemudahan registrasi tanpa menggunakan EFIN, yang biasanya jadi syarat utama dalam setiap pembayaran atau transaksi pajak secara online. Hanya terdapat sedikit kekurangan dari sisi tampilan. Formulir atau panel yang ditampilkan terkesan sangat sederhana dan kurang menarik untuk dilihat. Secara teknis hal ini tidak menjadi masalah karena tidak berpengaruh terhadap fungsi dasarnya.

b. Surat Setoran Elektronik Pajak Versi Kedua

Pada versi kedua ini, terdapat beberapa kelebihan yang bisa didapatkan oleh wajib pajak. Kanal kedua dari DJP ini memiliki fitur untuk melakukan pelaporan pajak secara langsung melalui situs DJP Online setelah pajak dibayarkan dan dibuat dengan menggunakan CSV lapor. Dibandingkan dengan versi pertama, tampilannya lebih modern dan menarik untuk dilihat.

Namun demikian, versi kedua Surat Setoran Elektronik ini tidak dapat dilakukan untuk mengecek NTPN jika suatu saat bukti bayar yang dimiliki hilang atau rusak. Selain itu berbeda dengan versi pertama, versi kedua memerlukan EFIN untuk aksesnya sehingga harus dilakukan permohonan pembuatan EFIN terlebih dahulu.

c. Surat Setoran Elektronik Pajak Versi Ketiga

Kanal surat setoran pajak elektronik versi ketiga dinilai lebih segar dari sisi tampilannya. Selain itu, wajib pajak tidak memerlukan EFIN untuk melakukan akses dan menggunakan kanal ini. Tentu ini jadi kemudahan tersendiri untuk wajib pajak yang akan menggunakan kanal ketiga. Kekurangannya adalah kanal ketiga ini tidak bisa digunakan untuk mengecek NTPN ketika bukti bayar yang dimiliki wajib pajak hilang atau rusak.

Pemilihan kanal Surat Setoran Elektronik tentu bisa dilakukan sesuai selera dan keinginan setiap wajib pajak. Toh ketiganya sama-sama kanal yang sah dan bisa digunakan untuk keperluan perpajakan. Senada dengan ketiga kanal pembuatan SSE dari DJP, terdapat pula aplikasi atau layanan yang bisa membantu wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. Klikpajak, sebagai salah satu ASP mitra resmi DJP, siap membantu wajib pajak untuk menghitung, membayar, hingga melaporkan kewajiban perpajakan yang dimiliki, baik wajib pajak pribadi maupun badan. Daftar sekarang juga di Klikpajak dan dapatkan kemudahan dalam mengelola perpajakan Anda.


PUBLISHED05 Feb 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: