Mengenal Laba Bersih

Laba bersih adalah keuntungan ataupun profit. Dari ilmu ekonomi murni, laba bisa didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil dari penanaman modal. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya terkait penanaman modal tersebut. Sedangkan sudut pandang akuntansi, laba merupakan selisih harga penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi.

Laba kerap kali menjadi ukuran yang umum digunakan untuk menilai berhasil atau tidaknya manajemen suatu perusahan atau badan usaha dengan melihat laba yang telah diperoleh dari perusahaan tersebut.

Laba juga dapat digambarkan sebagai manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi pengeluaran. Yang dimaksud pengeluaran adalah biaya lain, termasuk pajak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan tersebut. Setiap keuntungan yang diperoleh dari pemasukan disalurkan kembali ke perusahaan untuk dikelola atau diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. Penghitungan laba sebagai pendapatan total dikurangi total biaya yang dikeluarkan.

Laba dapat disebut juga peningkatan kesejahteraan bagi sebuah bisnis yang dijalankan. Biasanya hal ini menjadi salah satu cara untuk memberikan penilaian kinerja perusahaan. Yang dilakukan dengan membandingkan perolehan laba pada periode tertentu dengan laba di periode sebelum atau sesudahnya.

Hal ini juga penting bagi investor, sebab laba adalah indikator untuk menilai prospek perusahaan di masa depan dengan melihat pertumbuhan serta profitabilitas perusahaan tersebut.

laba bersih

Jenis Laba

Dalam akuntansi secara umum, ada empat yaitu laba kotor penjualan, laba operasional, laba sebelum pajak dan sesudah pajak. Laba kotor penjualan merupakan selisih penjualan bersih dan harga pokok penjualan. Sebab laba ini belum dikurangi oleh beban operasional yang dikeluarkan untuk periode tertentu.

Laba operasional merupakan hasil dari pengurangan laba kotor dengan seluruh biaya operasional, biaya penjualan, biaya administrasi dan lain-lain. Laba operasional merupakan hasil dari semua kegiatan yang dikerjakan perusahaan. Termasuk rencana yang sudah ditetapkan kecuali ada perubahan besar dalam ekonomi.

Diharapkan hal tersebut bisa tercapai di tiap tahunnya. Adapun laba sebelum pajak bagi sebagian pihak, bersifat penting karena menunjukkan bahwa perusahaan bisa memperoleh laba yang diinginkan. Laba sebelum pajak atau biasa disebut EBT (Earning Before Tax) merupakan keseluruhan pendapatan sebelum dipotong pajak perseroan. Rumus perhitungannya yaitu laba operasi dikurangi pendapatan dan beban lain-lain.

Laba bersih setelah pajak didapatkan dari laba kotor yang dikurangi dengan biaya operasional, bunga dan juga pajak. Yang mana laba ini nantinya akan dipindahkan dalam perkiraan laba ditahan. Dan akan diambil dalam jumlah tertentu untuk dibagikan pada pemegang saham sebagai dividen.

Aplikasi e-Filing dari Klikpajak untuk pelaporan SPT Masa/Tahunan lebih praktis secara online. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Sedangkan berdasarkan sifatnya, laba dapat dibedakan menjadi tiga yaitu laba psikis, laba riil dan laba uang. Laba psikis dapat dirasakan manfaatnya karena kepuasannya meningkat, walaupun sulit dijelaskan dalam jumlah. Karena kepuasan manusia sangat bergantung dari pencapaian tingkat sosial dan kemakmurannya. Yang dimaksudkan adalah nominal laba yang sama belum tentu memberi kepuasan yang sama untuk setiap orang.

Selanjutnya adalah laba riil yang merupakan simbol kemakmuran ekonomi. Sedangkan laba uang merupakan bentuk kenaikan nominal uang dalam suatu periode tertentu tanpa melihat pengaruh daya beli dan hanya berfokus pada pengukuran laba akuntansi. Secara ringkas, laba akuntansi berkaitan dengan laba uang, sedangkan laba ekonomi berkaitan dengan laba riil. Sehingga keduanya saling terkait.

Unsur-Unsur Laba

Untuk dapat menentukan laba bersih dari suatu badan usaha, terdapat unsur-unsur laba sebagaimana berikut:

Pendapatan

Pendapatan merupakan aliran masuk atau kenaikkan aktiva suatu perusahaan. Atau bisa juga diartikan sebagai penurunan kewajiban yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Pendapatan berasal dari aktivitas operasi yang dalam hal ini merupakan penghasilan dari penjualan barang (kredit) yang merupakan unit usaha pokok dari perusahaan.

Beban

Beban dapat diartikan sebagai aliran keluar atau penggunaan aktiva perusahaan. Atau kenaikan kewajiban dalam suatu periode akuntansi yang terjadi dalam aktivitas operasi.

Biaya

Biaya berupa kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan. Baik untuk masa ini dan masa datang. Biaya yang telah kadaluarsa tersebut kemudian disebut beban. Dimana setiap periode beban dikurangkan dari pendapatan pada laporan keuangan rugi-laba untuk menentukan laba pada periode.

Untung-Rugi

Dimana keuntungan adalah kenaikan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi insidental. Transaksi insidental tersebut terjadi pada perusahaan dan semua transaksi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Selain yang berasal dari pendapatan investasi pemilik.

Penghasilan

Penghasilan merupakan hasil akhir penghitungan dari pendapatan dan keuntungan dikurangi beban dan kerugian dalam tersebut.

Pelaporan Laba

Pada umumnya, keuntungan dari setiap aktivitas bisnis harus selalu terlaporkan melalui suatu laporan dinamakan laporan laba rugi. Laporan laba rugi ini merupakan suatu laporan keuangan dari badan usaha yang berisi data-data terkait pendapatan yang diperoleh. Termasuk juga beban dan pengeluaran yang harus ditanggung oleh badan usaha tersebut.

Pembuatan laporan laba rugi ini bertujuan untuk melaporkan kondisi finansial dari perusahaan pada periode waktu tertentu. Namun, biasanya laporan ini dikerjakan di setiap akhir bulan atau bisa juga akhir tahun. Kondisinya menyesuaikan dengan ketentuan yang telah disepakati pada suatu perusahaan.

Lapor SPT Tahunan lebih praktis menggunakan aplikasi e-Filing dari Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Dari laporan tersebut kemudian akan diperoleh kondisi keuangan terkini dari perusahaan yang nantinya bisa dijadikan dasar melakukan evaluasi untuk keputusan aktivitas bisnis selanjutnya. Yang diberikan tugas untuk membuat laporan ini adalah biasanya adalah petugas bagian keuangan atau bagian pembukuan. Pelaporan ini pun harus dibuat dengan tepat dan menyeluruh.

Banyak sekali komponen yang harus dilaporkan pada laporan laba rugi suatu perusahaan. Antara lain menyangkut nilai pendapatan atau penjualan, harga pokok penjualan (HPP), laba kotor, beban pemasaran dan administrasi, beban penyusutan. Juga termasuk laporan pendapatan operasional, bunga, biaya lain, pendapatan sebelum pajak, pajak penghasilan, hingga pendapatan bersihnya.

Laporan laba bersih adalah laporan yang dapat memberikan banyak manfaat dalam dunia akuntansi. Pertama, laporan tersebut bermanfaat untuk menjadi alat ukur performa kerja dari manajemen perusahaan pada periode yang telah ditentukan. Kedua, laporan tersebut juga berguna sebagai pembeda dan tolak ukur antara modal dan penghasilan bersih. Keempat, pembuatan laporan penghasilan bersih juga bermanfaat untuk mengukur keberhasilan manajemen perusahaan dan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Yang kelima adalah laporan penghasilan bersih adalah dapat dijadikan dasar untuk menentukan besarnya pajak. Juga sebagai ukuran dalam membagi kompensasi ataupun bonus kepada karyawan perusahaan.

Contoh Perhitungan Laba Bersih

Dalam pelaporan dibutuhkan ketelitian dan kecermatan untuk menghitung baik laba kotor ataupun laba bersih. Laba kotor dihitung dengan rumus pendapatan dikurangi HPP. Sebagai contoh kasus: Rahmat memiliki usaha toko roti. Menurut laporan laba rugi di tahun sebelumnya yakni tahun 2021, toko roti Rahmat memiliki pendapatan sebesar Rp 100.000.000.

Setelah dihitung, HPP dari toko roti tersebut selama tahun 2021 adalah Rp 57.000.000. Jadi laba kotor yang didapatkan oleh toko kue Susi di tahun 2021 adalah Rp 100.000.000 – Rp 57.000.000 = Rp 43.000.000. Jadi, laba kotor yang didapatkan oleh toko roti Rahmat pada tahun 2021 sebesar Rp 43.000.000.

Seperti yang sudah disampaikan, hasil dari laba bersih adalah laba kotor dikurangi biaya atau beban yang belum dikurangi dari pendapatan. Pajak, biaya operasional, bunga jika ada pinjaman ke bank, biaya penyusutan, dan lain sebagainya, merupakan komponen yang wajib dihitung mengurangi laba kotor. Sehingga rumus perhitungan laba bersih adalah laba kotor dikurangi total pengeluaran atau beban biaya. Sebagai contoh kasus: Toko roti Rahmat memiliki penghasilan laba kotor dari penjualan di tahun 2021 sebesar Rp 53.000.000. Laba kotornya tersebut belum dikurangi beban biaya lain.

Seperti: Pajak sebesar Rp 5.300.000, biaya operasional toko sebesar Rp 4.000.000, kredit pinjaman ke bank total setahun sebesar Rp 10.000.000. Jadi laba bersih toko roti Rahmat selama tahun 2021 adalah Rp 53.000.000 – (5.300.000 + 4.000.000 + 10.000.000) = Rp 33.700.000. Jadi, laba bersih yang didapatkan oleh toko roti Rahmat di tahun 2021 sebesar Rp 33.700.000.

Faktor yang Memberikan Pengaruh Pada Laba

Hasil dari laba yang diperoleh pada satu perusahaan atau individu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya:

Biaya

Biaya merupakan semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengolah suatu produk atau jasa sehingga mempengaruhi harga jual dari produk tersebut.

Harga Jual

Dimana besar-kecilnya harga jual suatu produk akan memberikan pengaruh pada jumlah atau volume dari penjualan produk tersebut.

Volume

Penjualan dan juga Produksi, yaitu besar-kecilnya volume penjualan suatu produk yang akan mempengaruhi jumlah produksi produk tersebut. Pada saat yang sama, volume produksi juga dapat mempengaruhi besar-kecilnya biaya produksi.

Meningkatkan Laba Bersih

Dalam suatu usaha, tentu semua berharap peningkatan laba bersih di setiap bulannya. Namun, sayangnya untuk meningkatkan profit atau laba bersih tidaklah mudah. Setiap perusahaan atau pelaku usaha haruslah memikirkan berbagai macam cara atau strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaannya. Bahkan sampai harus berani mengambil atau menghadapi berbagai macam risiko agar dapat meningkatkan profit.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan profit. Diantaranya menambah Produk atau Layanan, meningkatkan nilai jual kepada pelanggan, memperluas bidang Industri, mencari target konsumen baru, menjual produk atau layanan dalam ukuran lebih besar, menggunakan kemasan ekonomis, menghindari kompetisi harga, proses bisnis sederhana dan mengurangi biaya operasional.

Untuk meningkatkan laba ada beberapa strategi sederhana yang bisa dimanfaatkan. Pertama mencari tahu margin laba kotor serta melakukan analisa. Melakukan peningkatan harga produk atau layanan. Mencari cara atau strategi untuk meningkatkan nilai jual kepada konsumen. Melakukan penjualan produk dengan kuantitas yang lebih besar.

Baca Juga: Apa itu Earning After Tax?

Menghindari untuk berkompetisi dengan para pesaing dalam hal harga. Melakukan pencegahan akan kemungkinan terjadinya pencurian di outlet atau kantor. Mengevaluasi dan mengecek setiap tagihan dari supplier. Mengatur alur kerja dan sistem serta meninjau ulang struktur operasional untuk efisiensi yang lebih baik.

Mengelola Laba

Untuk mengelola laba ada beberapa tips sederhana. Yaitu:

1. Menyisihkan 20% untuk menambah Investasi. Ketika bisnis yang dijalankan mulai menghasilkan keuntungan yang dapat dinilai cukup besar, maka sebaiknya keuntungan tersebut untuk hal-hal pribadi. Akan lebih baik jika memanfaatkan keuntungan tersebut digunakan untuk dana cadangan. Kemudian apa yang dimaksud dengan dana cadangan? Dana cadangan adalah dana yang bisa digunakan saat kondisi bisnis sedang tidak membaik.

Dana cadangan ini juga dapat dianggap sebagai investasi bisnis kedepannya. Sehingga, penggunaannya ketika kondisi sedang darurat saja. Sebaiknya disisihkan minimal 20% dari laba bersih yang dihasilkan untuk investasi atau dana cadangan. Investasi sendiri bisa dilakukan dalam bentuk tabungan. Bisa dengan emas, deposito, properti, surat berharga, dan masih banyak lainnya. Selain itu, pastikan jika keuntungan yang digunakan sudah dalam bentuk laba bersih, sehingga tidak terpotong dengan biaya lainnya.

2. Menggunakan minimal 10% untuk mengembangkan usaha. Setiap bisnis yang sedang berjalan membutuhkan pengembangan untuk keberlanjutannya. Agar bisnis yang dijalankan dapat lebih maju dan juga berkembang lebih besar lagi. Pengembangan usaha ini bisa berbentuk peningkatan SDM, sistem IT, penambahan infrastruktur, atau membuka cabang untuk memperluas usaha, dan masih banyak lainnya. Yang pasti, menyisihkan keuntungan yang dihasilkan untuk hal-hal yang dapat membuat usaha lebih berkembang dan maju.

3. Menyisihkan laba untuk reward. Tentunya dalam setiap keberhasilan ada kinerja tim yang bekerja keras. Maka sebaiknya perhatikan pula reward dari apa yang sudah dikerjakan.

4. Menyisihkannya untuk dana sosial. Mengeluarkan dana sosial untuk membantu satu sama lainnya tentu akan memberikan dampak positif bagi usaha.. Sehingga, sebaiknya sisihkan dana yang didapatkan untuk dana sosial, zakat, infak, dan sejenisnya.

Hal ini menjadi wujud dari tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap sesama. Sehingga, bisnis yang dijalankan tak hanya memberikan keuntungan material saja tetapi juga mendapat berkat berbagi manfaat untuk sesama.

5. Menggunakan sebagian besar untuk modal yang diputar. Dalam menjalankan bisnis, tentunya sangat membutuhkan dana yang digunakan untuk modal berputar. Untuk hal ini, Anda bisa menggunakan sebagian besar dari laba bersih yang dihasilkan. Cukup besar memang, namun setara dengan manfaat untuk perjalanan bisnis kedepannya. Dengan menggunakan sebagian besar laban untuk modal berputar, operasional usaha, ataupun stok barang-barang.

6. Jangan terlalu Fokus pada pendapatan keuntungan meskipun hal itu memang menjadi hal yang diinginkan setiap pelaku bisnis. Namun, sebaiknya jangan terlalu memfokuskan diri hanya pada perolehan keuntungan saja. Sekalipun keuntungan memang dapat membuat motivasi agar proses bekerja lebih keras dari sebelumnya. Tetapi, jika berlebihan tentu akan membuat Anda tidak fokus pada hal-hal lainnya dalam pengembangan bisnis.

Dengan penjelasan tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa peningkatan laba bersih adalah tujuan yang diharapkan sebuah perusahaan. Sehingga penyusunan konsep pelaksanaan perusahaan, strategi peningkatan mutu dan kualitas, pengaturan sistem dab skema keuangan, semua ditujukan pada peningkatan penghasilan perusahaan.

Semakin meningkatnya penghasilan perusahaan. Maka semakin berhasil dan semakin maju perusahaan tersebut. Tapi masih harus diperhatikan pula pengaturan dan penempatan pos-pos kebutuhan perusahaan. Agar perusahaan lebih tertata dan strategi yang dijalankan dapat maksimal dan tepat guna. Sehingga kondisi kerja dan beban kerja dapat disesuaikan dengan target yang diharapkan.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED08 Jun 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: