Hal Penting yang Perlu Diketahui tentang Kunjungan Pajak

Pajak menjadi suatu hal yang tentu terasa cukup memusingkan bagi sebagian orang. Walau demikian, pajak menjadi suatu kewajiban bagi warga negara yang sudah menjadi wajib pajak. Hal ini akan dengan mudah diketahui dengan adanya Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP atau adanya Nomor Peserta Wajib Pajak. Biasanya, seseorang akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak ketika sudah bekerja di suatu kantor atau perusahaan yang sudah terdaftar dan Nomor Pokok Wajib Pajak itu nantinya didaftarkan oleh pihak dari perusahaan tersebut dan pengurusan pajaknya pun akan bisa dibantu pula saat sudah tiba waktunya untuk pelaporan pajak.

Selain itu, anda pun bisa juga membuat Nomor Pokok Wajib Pajak anda sendiri, terutama ketika anda sudah mulai memiliki penghasilan tetap atau sudah memasuki usia profesional di mana anda sudah bekerja dan memiliki penghasilan. Terkait dengan pengurusan pajak ini, ada kalanya terjadi suatu kunjungan pajak. Sebenarnya, anda tak perlu panik ketika memang ada kunjungan atau visit dari pegawai pajak. Berikut adalah informasi terkait dengan dengan kunjungan pajak tersebut.

kunjungan pajak

Pengertian Kunjungan Pajak

Kunjungan pajak memang tak selalu menandakan suatu hal yang buruk. Kalau anda beranggapan bahwa kunjungan pajak hanya terjadi pada wajib pajak yang bermasalah atau menunggak pajak, anggapan anda itu salah. Merujuk pada tujuan dari kunjungan pajak, ini dilakukan untuk menyampaikan surat SP2DK atau Surat Penjelasan atas Data atau Keterangan. Diadakannya kunjungan atau visit secara langsung adalah untuk nantinya memungkinkan adanya penjelasan secara langsung dari petugas pajak kepada wajib pajak. Karena itulah, tidak selalu ini berupa suatu masalah yang patut dikhawatirkan. Justru ini menjadi suatu bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari kantor pajak dalam pengelolaan data anda.

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-39/PJ/2015, sudah diatur terkait pengertian dari kunjungan pajak oleh petugas pajak kepada wajib pajak. Ini tidak selalu berupa wajib pajak perorangan karena kunjungan atau visit itu bisa pula ditujukan pada suatu perusahaan atau tempat usaha. Berdasarkan dari Surat Edaran tersebut, dijelaskan bahwa kunjungan pajak merupakan suatu kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh Account Representative, Petugas Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, atau Tim Visit. Tiga petugas pajak tersebut bisa mendatangi tempat tinggal wajib pajak, atau tempat usaha, serta tempat lain yang sekiranya dirasa perlu dan memang keterkaitan langsung dengan wajib pajak yang bersangkutan.

Dari surat edaran tersebut, bisa diketahui bahwa setidaknya ada tiga pihak yang bisa melakukan kunjungan pajak. Pihak ini meliputi Account Representative, Petugas seksi ekstensifikasi dan penyuluhan, dan juga tim visit. Secara khusus untuk tim visit, ini merupakan pegawai dari kantor pajak yang sudah ditunjuk oleh kepala Kantor Pelayanan Pajak atau KPP. Penunjukkan ini didasarkan pada kompetensi dan beban kerja yang memang perlu dijalankan oleh petugas pajak terkait dengan tujuan visit atau kunjungan pajak yang ada.

Kunjungan atau visit ini merupakan suatu kegiatan resmi. Karena itu, ada penunjukan langsung oleh kepala KPP. Selain itu, nantinya petugas yang sudah ditunjuk atau tim visit perlu pula menunjukkan adanya suatu surat tugas kepada wajib pajak yang dikunjungi. Ini sebagai suatu bentuk prosedur dasar untuk menunjukkan bahwa kunjungan itu resmi dan memang petugas yang datang tersebut adalah petugas resmi dari kantor pajak.

Ini sangat penting karena tak jarang sekarang ini ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan melakukan kunjungan dengan mengatasnamakan dari instansi resmi tertentu dan melakukan tindakan yang cukup merugikan. Setelah menunjukkan surat tugas yang ada, petugas wajib pajak pun akan menjelaskan maksud dan tujuan dari kunjungan pajak tersebut. Tak hanya bertanggung jawab dalam proses visit saja, tapi petugas yang ditunjuk sebagai tim visit pun akan diminta untuk membuat laporan berupa Laporan Pelaksanaan Kunjungan dengan tenggat waktu 5 hari usai kunjungan dilakukan.

Tujuan dari Kunjungan Pajak Itu Apa Sih?

tujuan kunjungan pajak

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tim visit atau pegawai kantor pajak yang ditugaskan untuk datang dan melakukan kunjungan pajak perlu menyatakan tujuan dan maksud dari kunjungan tersebut. Kunjungan yang ada ini bersifat resmi dan memang selalu harus dengan membawa surat tugas. Terkait dengan tujuan dari visit atau kunjungan ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Ini karena tujuan dari visit tidak selalu sama dan setidaknya ada lima jenis tujuan dari kunjungan pajak tersebut.

Penjelasan akan data untuk penggalian potensi

Tujuan pertama adalah untuk meminta penjelasan terkait data dari wajib pajak yang dikunjungi. Ketika anda mendapatkan kunjungan pajak, anda bisa saja ditanya terkait beberapa informasi terkait kewajiban pajak anda, termasuk juga tentang pekerjaan dan penghasilan. Tujuannya adalah untuk melakukan penggalian potensi. Potensi yang dimaksud adalah potensi anda sebagai wajib pajak atau dengan artian untuk membantu anda dalam membuat rumusan tanggung jawab pajak anda nantinya.

Pembaharuan data

Selain untuk penggalian potensi dari wajib pajak, kunjungan pajak bisa ditujukan untuk pemutakhiran data perpajakan atau pembaharuan data. Pembaharuan data ini perlu dilakukan melalui suatu kunjungan pajak secara langsung guna untuk memperbarui data berdasarkan pengamatan langsung dan berdasarkan kenyataan sebenarnya yang ada. Ini karena terkadang data yang dimasukkan ketika pendaftaran NPWP tidak selalu tepat atau ada perubahan yang terjadi. Dengan adanya kunjungan pajak atau visit tersebut, tentu data yang ada bisa dilengkapi dan diperbarui agar pihak dari kantor pajak dan wajib pajak pun bisa sama-sama jelas terkait data yang ada.

Bimbingan dan penyuluhan pajak

Selain dua tujuan yang ada tersebut, kunjungan pajak yang dilakukan bisa juga ditujukan untuk memberikan suatu konsultasi, bimbingan, atau penyuluhan pajak. Tak karang seorang wajib pajak tidak sepenuhnya tahu tentang kewajiban yang dimiliki. Selain itu, prosedur pelaporan dan hal lainnya juga terkadang tidak selalu jelas. Karena itu, adanya visit atau kunjungan ini tentu akan sangat berguna dalam memperjelas anda sebagai wajib pajak agar semakin paham tentang peran dan tugas anda sebagai wajib pajak dan hal lainnya terkait pajak yang memang harus anda tahu. Informasi yang ada tentu sangat valid karena ini diberikan langsung oleh petugas dari kantor pajak yang bahkan sudah ditunjuk sesuai kompetensinya.

Tugas lainnya

Selain tiga alasan dan tujuan tersebut, ada alasan dan tujuan lainnya yang tidak terangkum dalam tiga poin sebelumnya. Dalam hal ini, tujuannya bisa sangat spesifik yang mana tidak akan bisa dijelaskan melalui pesan berupa surat elektronik atau panggilan telepon sehingga harus dijelaskan secara langsung oleh tim visit yang ada. Kantor pajak sudah menunjuk tim khusus untuk melakukan kunjungan pajak tersebut agar nantinya tujuan yang ada bisa tercapai dan hal yang ada bisa dijelaskan secara detail kepada wajib pajak yang bersangkutan.

Di Mana Tempat Pengurusan Pajak? Tentunya Ada di Kantor Pajak!

Tentu saja, kunjungan pajak tidak selalu bisa dilakukan dan tidak semua wajib pajak pun pernah mengalami visit tersebut. Terkadang, pemberitahuan tertentu bisa disampaikan melalui email atau surat elektronik yang sudah dicantumkan ketika dalam proses pendaftaran atau pembuatan NPWP. Dalam hal ini, ada kalanya pengurusan pajak harus dilakukan.

Pada dasarnya, salah satu kewajiban rutin adalah pelaporan pajak yang dilakukan satu kali setiap tahunnya. Namun, itu sekarang sudah tidak harus dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor pajak karena pelaporan bisa dilakukan secara online.

Layanan tatap muka yang ada menjadi kesempatan bagi seorang wajib pajak untuk datang langsung ke kantor pajak dan bertemu dengan petugas pajak guna pengurusan pajak yang ada. Namun, ada beberapa hal yang tidak termasuk dalam cakupan layanan tatap muka ini. Pelaporan SPT adalah salah satunya yang mana sekarang sudah difasilitasi dengan E-Filling.

Selain itu, pendaftaran NPWP dan permintaan Surat Keterangan Fiskal juga tidak harus dilakukan dengan kunjungan dalam layanan tatap muka karena itu bisa dilakukan secara online. Layanan tatap muka ini bisa menjadi bentuk dari suatu kunjungan pajak. Namun, yang berkunjung sudah bukan lagi dari pihak dari kantor pajak, tapi melainkan dari wajib pajak yang akan bertemu dengan petugas wajib pajak. Sekiranya anda juga ingin melakukan kunjungan dan layanan tatap muka ini, sekarang sudah tersedia akses melalui kunjung.pajak.go.id. melalui laman tersebut, anda nantinya bisa mendapatkan nomor antrian sebelum anda datang dan melakukan kunjungan pajak ke KPP yang tertunjuk di kartu NPWP anda.

Bagaimana Cara untuk Mendapatkan Layanan Tatap Muka di Kantor Pajak Itu?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain adanya kunjungan pajak, ada layanan tatap muka yang bisa digunakan. Dalam layanan tatap muka, anda datang langsung ke kantor pajak atau KPP yang sudah ditentukan di kartu NPWP anda dan nantinya anda bisa bertemu dengan petugas pajak untuk menyelesaikan urusan pajak anda.

Dalam hal ini, anda tidak bisa langsung datang begitu saja karena tentu akan ada banyak orang yang juga memiliki keperluan untuk menggunakan layanan tatap muka tersebut. Untuk itu, Direktorat Pajak sudah menetapkan adanya sistem nomor antrian yang bisa digunakan dan nomor antrian ini bisa didapatkan dari laman kunjung.pajak.go.id. Nantinya, nomor antrian bisa didapatkan dengan sebelumnya menentukan akan bertemu dengan petugas pajak pada hari dan jam tertentu. Untuk itu, ada tiga ketentuan utama yang harus diketahui.

  1. Ketentuan pertama ada dalam penentuan nomor antrian, anda perlu menentukan jenis layanan yang akan anda gunakan. Nantinya, di laman tersebut, sudah terdapat pilihan terkait dengan jenis layanan yang anda perlukan. Setelah itu, anda perlu menentukan juga waktu kedatangan, mulai dari tanggal dan jam kedatangan ke kantor pajak.
  2. Ketentuan selanjutnya adalah nomor tiket nantinya akan dikirimkan ke email anda. Selain itu, anda bisa juga mengambil tangkapan layar ketika anda sudah selesai dalam pengisian form yang ada dan nomor antrian pun sudah didapatkan. Nantinya, nomor itu bisa ditunjukkan ke petugas yang ada saat anda melakukan kunjungan ke kantor pajak.
  3. Ketentuan terakhir yang harus diketahui adalah Anda diwajibkan untuk datang lebih awal dari waktu yang sudah disepakati. Setidaknya, anda harus sudah ada di kantor pajak sepuluh menit sebelum waktu yang sudah ditentukan tersebut. Anda pun perlu membawa kartu identitas karena nantinya petugas yang ada akan mengecek kesesuaian nama dan identitas yang ada di antrian tersebut dengan identitas asli anda.

Terkait dengan jenis layanan yang ada dalam kunjungan pajak anda ke kantor pajak tersebut, ada beberapa jenis layanan yang bisa ditemukan. Yang pertama adalah loket pelayanan terpadu. Lalu, ada juga konsultasi pajak yang mana ini memang tidak bisa dilakukan dengan mudah karena perlu ada bantuan langsung dalam pertemuan tatap muka dengan petugas pajak yang memang paham.

Ketiga adalah layanan janji temu. Untuk layanan janji temu ini, biasanya prosesnya tidak sekedar dengan menggunakan antrian saja karena nantinya ada petugas yang secara khusus sudah ditunjuk dan waktunya akan menyesuaikan dengan ketersediaan waktu anda dan petugas yang sudah ditunjuk tersebut. Dengan kata lain, perlu ada kesepakatan lebih dahulu antara petugas pajak dan wajib pajak.

Untuk tahapan detail dalam pengajuan nomor antrian tersebut, sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Berikut adalah tahapannya.

  1. Pertama, Buka laman kunjung.pajak.go.id
  2. Kemudian, pilih ikon Daftar yang ada di bagian sudut kiri bawah dari situs yang ada.
  3. Anda dapat mengisi data sesuai dengan formulir yang tercantum di dalam situs tersebut. Setiap kolom dalam form perlu diisi dengan data yang tepat dan tidak boleh ada kesalahan pengisian data karena nantinya itu akan dikonfirmasi ketika datang ke kantor pajak. Formulir itu meliputi identitas, penilaian kesehatan, jenis layanan dan waktu untuk pertemuan, serta booking.
  4. Setelah pengisian form selesai, anda bisa mengklik tombol “Berikutnya”
  5. Setelah itu, proses booking sebenarnya sudah selesai. Nantinya, nomor antrian akan dikirimkan secepatnya ke email yang sudah dicantumkan atau didaftarkan. Anda bisa menunjukkan email tersebut nantinya kepada petugas. Tangkapan layar dari pesan atau email nomor antrian itu bisa juga ditunjukkan sebagai pengganti email yang ada.

Untuk itu, ada informasi lebih detail terkait dengan informasi identitas sebagaimana yang diminta saat proses booking atau pembuatan nomor antrian tersebut. Yang dimaksudkan dan dimasukkan dalam kolom identitas itu meliputi nomor NIK atau passport. Lalu, nama pengunjung juga perlu dimasukkan. Nama ini harus lengkap sesuai dengan apa yang tercantum di KTP karena nantinya petugas pun akan mengkonfirmasi ulang informasi ini.

Oleh karena itu, kedatangan ke Kantor Pajak tak hanya perlu membawa bukti nomor antrian, tapi juga KTP untuk konfirmasi identitas. Informasi status sebagai wajib pajak juga perlu diisikan. Yang dimaksud dari status wajib pajak ini meliputi status wajib pajak pribadi atau badan, penerima surat kuasa dari wajib pajak, atau jenis status lainnya. data NPWP juga bisa dimasukkan sekiranya ada. selain nama, alamat email dan nomor telepon juga perlu dimasukkan. Salah satunya adalah untuk mengirimkan nomor antrian yang ada.

Setidaknya, itulah hal yang memang perlu diketahui tentang kunjungan pajak dan juga kunjungan wajib pajak ke kantor pajak. Suatu visit atau kunjungan pajak yang dilakukan oleh tim dari kantor pajak sendiri merupakan suatu kegiatan resmi yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Direktorat Pajak. Tim yang melakukan kunjungan pun sudah ditunjuk secara khusus agar nantinya mampu menjalankan tugas yang ada secara optimal.

Tujuan dari kunjungan pajak pun ada beberapa jenisnya dan ini memang tak selalu merupakan hal yang buruk karena justru ini ditujukan sebagai bentuk komunikasi dari Kantor Pajak kepada wajib pajak. Oleh karenanya, anda tak perlu takut sekiranya mendapatkan kunjungan pajak. Di sisi lain, Kantor Pajak juga menyediakan layanan tatap muka untuk pengurusan pajak. Jadi, bagi Anda yang ingin mengurus pajak, bisa langsung datang saja ke kantor pajak untuk melakukan kunjungan pajak.

Urusan pajak perusahaan dapat dikelola dengan lebih praktis menggunakan aplikasi pajak online dari Klikpajak. Dengan Klikpajak, anda dapat melakukan pelaporan hingga pembayaran pajak dalam satu aplikasi saja. Coba gunakan sekarang.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED25 May 2022
Pradana Vincentiar
Pradana Vincentiar

SHARE THIS ARTICLE: