Capital Expenditure: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

 

Capital Expenditure adalah akan berhubungan dengan berbagai hal dengan pembelanjaan. Sebelum mengetahui Capital Expenditure adalah apa, maka pahami terlebih dahulu apa pengertian dari expenditure sendiri. Expenditure adalah pembayaran yang dilakukan pada saat ini untuk digunakan kewajiban pada masa yang akan datang dalam memperoleh beberapa keuntungan apalagi jika dilakukan untuk meningkatkan aktiva tetap. Nantinya, pengeluaran disebut dengan pengeluaran modal. Sedangkan jika dilakukan untuk biaya operasi, maka pengeluaran ini disebut dengan pengeluaran operasional atau biaya tunainya untuk mendapat barang, jasa maupun hasil usaha.

capital expenditure

Pengertian Capital Expenditure

Capital Expenditure adalah salah satu indikator yang sering dilakukan untuk menilai seberapa besar perusahaan tertentu berkembang. Untuk Capital Expenditure adalah sebuah kepanjangan yang sering disingkat dan juga dikenal dengan istilah Capex. Untuk seorang investor, pastinya akan sangat penting untuk melihat seberapa besaran Capex sebagai sebuah perusahaan yang akan melakukan pertimbangan dalam menentukan emiten. Capital Expenditure adalah pengeluaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan skala yang besar.

Buat faktur pajak online lebih mudah dengan aplikasi e-Faktur Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Capital Expenditure adalah pengeluaran yang nantinya akan dilakukan untuk memperbanyak, membeli, merawat sekaligus memperbaiki terkait aset jangka Panjang. Baik itu mesin, peralatan pabrik, dan juga bangunan untuk keberlangsungan dalam operasional bisnis yang akan dijalankan nantinya.

Jenis-Jenis Expenditure

Di dalam sebuah perusahaan biasanya ada beberapa jenis pengeluaran yang akan berbeda-beda tergantung dari kebutuhannya. Hal ini juga akan berlaku khususnya pada pengeluaran Capex. Untuk beberapa jenis Capital Expenditure adalah:

Expansion Generated by New Products

Di dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan, perusahaan akan membantu untuk menciptakan produk baru untuk bisa menarik banyaknya konsumen. Di dalam mendukung hal ini, maka akan muncul berbagai jenis Capex yang bisa digunakan untuk membeli beberapa bahan serta alat produksi terbaru di dalam sebuah perusahaan nantinya.

Projected Mandated by Law

Jenis yang kedua adalah jenis yang akan digunakan untuk melakukan pemenuhan hukum yang berlaku bukan atas dasar dalam mencari keuntungan. Sebagai contohnya, seperti pembelian alat pengolahan limbah. Alat ini bukan digunakan untuk memproses produksi menjadi barang jadi namun untuk membantu dalam mengolah limbah pabrik agar nantinya tidak akan mencemari lingkungan bahkan tidak akan melanggar adanya aturan hukum yang sudah ditentukan.

Equipment Replacement

Jenis berikutnya adalah jenis yang akan berhubungan pada aset yang dimiliki sebuah perusahaan. Nantinya perusahaan harus melakukan pembelian alat baru. Capital Expenditure adalah jenis yang akan berhubungan dengan beberapa kerusakan mesin yang bahkan tidak bisa diperbaiki yang juga akan membuat perusahaan harus membeli mesin baru dengan harapan agar kegiatan produksinya bisa berjalan lebih lancar nantinya.

Expansion to Meet Growth in Existing Products

Jenis berikutnya adalah jenis yang akan membuat perusahaan tidak perlu untuk memperluas pangsa pasar sekaligus jejaring pasarnya. Sebagai contohnya, sebuah perusahaan yang akan membuka cabang di daerah lain perlu untuk mengeluarkan sejumlah biaya yang digunakan untuk mempersiapkan beberapa kebutuhan. Baik membeli bangunan baru, menambahkan jumlah karyawan, membeli sebuah mesin baru, dan lain sebagainya. Untuk hal ini, Capital Expenditure adalah jenis yang termasuk bertujuan untuk ekspansi.

Baca Juga: Pengertian Working Capital beserta Cara Perhitungannya

Bagaimanakah Cara untuk Menghitung Capex?

Untuk mengetahui besaran dari Capital Expenditure adalah melihat arus kas investasi pada laporan keuangan di dalam sebuah perusahaan. Jika Anda tidak bisa mengaksesnya, maka Anda juga bisa menghitungnya menggunakan cara yang manual. Untuk cara manual yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan neraca perusahaan dan juga pembuatan laporan laba rugi. Untuk beberapa perhitungan Capital Expenditure adalah:

Capex = PP&E saat ini – PP&E lama + Biaya depresiasi saat ini

Keterangan rumus:

  • PP&E (Property, Plant, and Equipment) merupakan aset tetap dan berwujud milik perusahaan.
  • PP&E untuk periode saat ini dan sebelumnya biasanya ditunjukkan oleh neraca dan laporan laba-rugi. Kedua jumlah ini akan menunjukkan selisih bersih PP&E.

Sedangkan untuk cara menghitung dari laporan keuangan atas Capital Expenditure adalah:

  • Pahami bagian dari laporan laba rugi untuk mencari berapa biaya penyusutan yang ada pada periode yang berjalan.
  • Carilah saldo untuk aset tetap pada periode sebelumnya serta mencari selisih saldo tersebut dengan saldo aset tetap saat ini.
  • Kemudian tambahkan selisih saldo aset tetap ke biaya penyusutan pada periode berjalan. Nantinya, dari sinilah Capex periode berjalan yang akan diketahui.

Apa Fungsi untuk Menghitung dari Capital Expenditure?

Capital Expenditure adalah komponen dalam sebuah perusahaan yang cukup penting. Sehingga beberapa orang memang disarankan untuk paham tentang pengertiannya, paham tentang apa saja jenisnya, beberapa contohnya, bahkan sampai dengan apa fungsi untuk memperhitungkan Capex sendiri. Untuk pentingnya dalam perhitungan dari Capital Expenditure adalah berkaitan dengan laporan keuangan dalam perusahaan. Selain penting untuk laporan keuangan dalam perusahaan, akan tetapi untuk perhitungan Capex sendiri juga bisa memberikan fungsi sebagai berikut ini:

Acuan Jangka Panjang untuk Perusahaan

Tujuan atau fungsi pertama adalah dapat dijadikan sebagai acuan penting perusahaan untuk memperhitungkan berapa nilai Capex yang akan dijadikan sebagai acuan jangka Panjang dalam perusahaan. Melihat nilai dari laporan keuangan dari nilai Capex yang dihasilkan ini bisa memberikan strategi tambahan untuk perusahaan agar bisa lebih mengembangkan bisnis mereka.

Digunakan untuk Berinvestasi di Masa Depan

Kemudian, fungsinya adalah kemampuan untuk dijadikan sebagai investasi masa depan karena ada beberapa asset dan juga alat produksi yang akan dibeli serta diharapkan dapat memberikan keuntungan khususnya untuk sebuah perusahaan di kemudian hari. Meskipun nantinya harus mengeluarkan biaya yang besar di awal, akan tetapi nantinya akan terbayarkan dengan beberapa keuntungan yang nantinya bisa didapatkan.

Bukan hanya itu saja, bukan hanya pencatatan Capex yang akan menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan akan terlihat yang memiliki potensi yang menjanjikan agar banyak perusahaan yang akan terus berkembang.

Melakukan Depresiasi

Kemudian, depresiasi sendiri adalah penurunan nilai terhadap sebuah barang maupun asset seiring berjalannya waktu. Apalagi untuk menghitung Capex sendiri menjadi sebuah Langkah preventif agar depresiasi ini nantinya tidak akan membawa kerugian bagi sejumlah perusahaan. Depresiasi sendiri akan berpengaruh jumlah modal yang nantinya akan dikeluarkan. Maka dari itulah sejumlah perusahaan harus mampu untuk memperhitungkan beberapa saat yang tepat untuk berpengaruh agar bisa mendapat keuntungan dari modal yang sudah dikeluarkan nantinya.

Paham Pengeluaran Tinggi

Memperhitungkan nilai Capex sendiri akan membantu beberapa pemilik perusahaan untuk mengecek seberapa besar pengeluaran pada sebuah perusahaan dan juga untuk melakukan pembelian aset. Menyadari betapa tingginya pengeluaran, perusahaan akan lebih siap menentukan Langkah-langkah bisnis yang terbaik. Bukan hanya itu saja, Anda juga wajib untuk memperkirakan berapa pengeluaran yang harus dikeluarkan pada masa depan jika beberapa pemilik perusahaan harus membeli aset yang sama.

Apa Sajakah Contoh dari Capital Expenditure dan Penggunaannya?

contoh capex

Perlu dipahami juga bahwa tidak seluruh pengeluaran perusahaan yang akan termasuk pada Capex sendiri. Capital Expenditure adalah biaya yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan yang dilakukan di luar kegiatan atau kebutuhan secara operasional. Sedangkan untuk beberapa contohnya adalah:

  • Biaya Pembelian Alat dan Asset

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk tujuan utama dari Capex sendiri untuk melakukan pembelian alat dan juga asset perusahaan. Untuk alat serta asset yang akan dibeli meliputi beberapa alat produksi, Gedung, tanah, computer bahkan sejumlah benda yang nantinya akan berhubungan dengan kelangsungan sebuah bisnis.

  • Biaya Produksi

Untuk contoh lain dari Capex merupakan biaya produksi khususnya yang akan berkaitan dengan beberapa pembelian alat-alat produksi baru dan juga proses uji coba yang akan dilakukan dalam sebuah perusahaan.

  • Biaya Lisensi

Bukan hanya digunakan untuk pembelian aset saja, Capital Expenditure adalah biaya yang akan dikeluarkan juga untuk lisensi dalam sebuah perusahaan. Lisensi ini nantinya akan berhubungan dengan sebuah legalitas perusahaan maupun untuk beberapa produk yang nantinya akan dihasilkan oleh sejumlah bisnis atau sebuah perusahaan.

  • Biaya Perbaikan

Contoh Capex lainnya juga merupakan biaya perbaikan. Biaya perbaikan ini biasanya akan berhubungan dengan kinerja mesin dan juga peralatan. Adanya perbaikan, maka akan diharapkan mesin yang dapat bekerja jauh lebih optimal sehingga nantinya proses produksi dalam sebuah perusahaan akan dapat berjalan dengan lancar.

  • Biaya Promosi

Untuk contoh lain dari Capex sendiri tentunya biaya promosi. Biaya promosi ini nantinya akan ditujukkan untuk membantu dalam meningkatkan penjualan yang biasanya akan dilakukan sebelum aktivitas bisnis akan dimulai. Maka dari itulah untuk biaya promosi sendiri akan termasuk dalam modal sebuah perusahaan.

  • Bangunan dan Properti

Pembelian bangunan maupun property ini sendiri juga akan termasuk dalam Capex karena asset ini juga bisa digunakan selama bertahun-tahun.

  • Pembaruan Perangkat Lunak di Perusahaan

Untuk pengeluaran yang digunakan untuk pemeliharaan dan juga pembaruan perangkat lunak juga menjadi salah satu biaya yang akan signifikan bagi perusahaan dalam jumlah yang besar. Baik biaya yang nantinya akan digunakan untuk membeli perangkat lunak atau yang nantinya akan berpengaruh pada versi yang jauh lebih efisien dan akan masuk dalam Capex itu sendiri.

  • Perangkat Komputer

Selain itu, beberapa contoh dari perangkat komputer yang juga nantinya akan masuk pada Capex sendiri adalah laptop, komputer dan juga beberapa perangkat dan juga beberapa kelengkapan yang lainnya.

  • Asset yang Tidak Berwujud

Asset untuk Capex sendiri biasanya tidak akan selamanya berupa aset yang berwujud. Karena Capital Expenditure adalah aset yang juga bisa saja tidak berwujud. Sebagai contohnya adalah apabila sebuah perusahaan membeli hak paten maupun lisensi. Sehingga nantinya pengeluaran ini akan masuk pada contoh dari Capex.

Apa Tips Terbaik Mengelola Capital Expenditure dalam Bisnis?

Sebelum membangun sebuah bisnis bahkan mengelola Capex sendiri, maka ada beberapa hal penting yang wajib untuk diketahui. Beberapa hal penting yang wajib untuk diketahui adalah tips bagaimana cara mengelola Capex. Nah, beberapa cara untuk mengolah Capital Expenditure adalah:

  • Paham Perbedaan Capex dan Opex

Di dalam pengelolaan biaya perusahaan, ada beberapa perbedaan yang harus dipahami oleh beberapa orang. Untuk Capital Expenditure adalah pembelian aset yang tidak akan berulang dan diharapkan bisa memberikan manfaat untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan Operational Expenditure sendiri adalah pengeluaran non-investasi yang akan berhubungan dengan pemeliharaan operasi kegiatan bisnis setiap harinya. Seperti gaji, transportasi, perlengkapan kantor, biaya pemasaran dan masih banyak lagi yang lainnya.

  • Menetapkan Tujuan Jangka Panjang untuk Bisnis

Tips yang kedua adalah kemampuan dalam menetapkan tujuan untuk jangka Panjang dalam berbisnis. Untuk menetapkan tujuan jangka Panjang yang jelas dalam perusahaan, maka diharuskan beberapa orang sudah memiliki kerangka kinerja yang nantinya mampu untuk membantu dalam memberikan keputusan apakah permintaan belanja modal layak untuk disetujui atau sebaliknya. Apabila proyek belanja modal tidak bisa mencapai tujuan untuk jangka Panjang, maka pastinya tidak akan diberikan dana atau dana yang dibutuhkan tidak akan turun.

  • Membuat Proses Persetujuan Saat Permintaan Pengeluaran

Anda yang memiliki sebuah usaha baik kecil maupun usaha yang besar bahkan memimpin sampai dengan 5.000 karyawan, maka untuk permintaan Capital Expenditure adalah melalui proses evaluasi. Evaluasi inilah yang akan membantu secara penuh untuk menentukan apakah nantinya laba akan investasi ini akan ditimbang terhadap sejumlah biaya serta risiko dan apakah akan menjamin kemajuan dengan adanya biaya modal untuk jangka Panjang kedepannya.

Pada saat melakukan CBA, maka Anda diharuskan untuk melakukan identifikasi keputusan dengan jelas. Apakah biaya yang akan dikeluarkan termasuk Capex maupun Opex. Kemudian, haruskah pembelian perangkat lunak terbaru ini dibutuhkan, apakah nantinya memang harus menambahkan karyawan baru, kemudian haruskan menambah lebih banyak kendaraan ke armada kita, dan lain sebagainya.

  • Prioritaskan pada Hal yang Lebih Penting Dahulu

Karena Sebagian besar bisnis akan memiliki kumpulan akan dana-dana yang terbatas, maka dari itulah kecil kemungkinannya Anda akan menyetujui seluruh permintaan Capex yang akan ditujukan. Anda wajib untuk menentukan biaya-biaya dan beberapa komponen yang lebih penting terlebih dahulu untuk perusahaan. Sebab, Capital Expenditure adalah biaya pengeluaran yang harus dipertimbangkan dengan matang untuk jangka Panjang dalam sebuah perusahaan.

  • Membuat Anggaran dengan Tepat

Anggaran yang akan tepat ini membantu memastikan beberapa orang memiliki dana yang nantinya akan dibutuhkan untuk melanjutkan adanya proyek dalam belanja modal sambil menyimpan sejumlah uang yang bisa digunakan untuk kegiatan operasi dalam bisnis atau perusahaan. Karena Capital Expenditure adalah biaya yang juga akan berpengaruh pada Opex.

Sebagai sebuah contohnya bahwa Anda akan membeli kendaraan terbaru, maka Anda juga harus memahami bahwa Capital Expenditure adalah biaya yang akan Anda keluarkan untuk membeli bensin, uang perawatan kendaraan dan lainnya. Produksi dan pembelian alat-alat untuk mendukung operasional perusahaan juga bisa dibilang menjadi hal yang penting untuk dilakukan dalam berbisnis kedepannya.

Kelola SPT PPh Unifikasi lebih mudah dengan aplikasi e-Bupot Unifikasi Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Demikianlah informasi-informasi yang bisa dipahami dari salah satu komponen penting yang ada di dalam sebuah perusahaan yaitu Capital Expenditure atau yang dikenal juga dengan istilah Capex. Di atas juga sudah dijelaskan bahwa Capital Expenditure adalah pembelanjaan dalam sebuah perusahaan yang akan dikeluarkan atau dibayarkan untuk beberapa kondisi dan keadaan tertentu sesuai dengan jenisnya.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED23 May 2022
Pradana Vincentiar
Pradana Vincentiar

SHARE THIS ARTICLE: