Pengertian Biaya Eksplisit serta Cara Perhitungannya

Biaya eksplisit adalah salah satu hal yang mempengaruhi terhadap suatu keberhasilan pada suatu usaha. Usaha atau bisnis yang sukses tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau banyak. Sampai dengan saat ini masih banyak juga yang belum banyak paham mengenai biaya eksplisit. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan dijelaskan secara jelas dan detail mengenai pengertian biaya eksplisit dan masih banyak lainnya. Sedangkan, untuk Anda yang penasaran dengan satu hal biaya tersebut bisa langsung saja simak penjelasan lebih lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Biaya Eksplisit

Secara singkat, untuk pengertian dari biaya eksplisit adalah sebagai salah satu biaya yang harus dikeluarkan pada sebuah perusahaan atau para pelaku bisnis. Selain itu, untuk biaya yang satu ini dipergunakan sebagai tambahan operasional.

Penjelasan lebih detailnya lagi, bahwa untuk biaya eksplisit adalah biaya yang perlu dikeluarkan di dalam memenuhi suatu kebutuhan tenaga kerja, membayar sewa dan masih banyak lainnya. Pada intinya, untuk masalah biaya eksplisit ini hanya dipergunakan untuk mendukung operasional sebuah usaha atau bisnis.

Jenis biaya yang satu ini juga bisa diartikan sebagai biaya secara nyata. Nantinya, semua biaya tersebut harus dikeluarkan selama usaha atau bisnisnya masih berjalan. Untuk biaya yang satu ini juga dikeluarkan dengan menggunakan berbagai faktor produksi.

Artinya, di saat mengeluarkan biaya eksplisit harus memberikan dampak langsung dalam meningkatkan profitabilitas sebuah perusahaan. Biaya eksplisit ini juga menjadi biaya kontekstual yang mencakup mulai tenaga kerja, sewa, utilitas dan masih banyak lainnya lagi.

Semua jenis anggaran keuangan secara tunai yang sudah dikeluarkan dari aliran kas perusahaan, maka harus dicatat secara rapi dan masuk ke dalam pembukuan. Membuat pembukuan secara rapi ini juga memberikan dampak baik di kemudian hari.

Biaya eksplisit ini mempunyai sifat secara tetap dan sudah masuk di dalam rancangan keuangan sebuah usaha. Kenapa biaya yang satu ini dibilang nyata, karena terhubung langsung dengan proses produksi yang sedang berlangsung. Nantinya, untuk biaya eksplisit ini akan dipergunakan untuk menentukan berbagai hal. Beberapa hal yang dimaksud adalah harga jual dan persentase keuntungan maupun kerugian.

Cara Menghitung Biaya Eksplisit

Sebenarnya, untuk cara menghitung biaya eksplisit ini tidak terlalu rumit alias mudah. Seperti yang sudah disebutkan diatas, untuk biaya eksplisit sendiri hanya dipergunakan sebagai alat memenuhi kebutuhan operasional dan produksi sebuah bisnis atau usaha saja.

Maka dari itu, Anda harus mendata semua biaya apa saja yang dikeluarkan di dalam satu periode pembukuan tersebut. Setelah itu, Anda juga harus menjumlah semua total biaya yang dikeluarkan di dalam periode tersebut.

Biaya eksplisit dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan. Supaya Anda lebih paham dengan cara perhitungan dari biaya eksplisit, bisa langsung saja simak penjelasan sebagai berikut:

Contoh mudahnya, ketika Anda mempunyai usaha atau bisnis makanan. Di dalam kurun waktu satu bulan yaitu Februari 2022 ada beberapa biaya pengeluaran yang harus dikeluarkan yaitu:

  • Biaya sewa gedung usaha dalam kurun waktu satu tahun : Rp20.000.000,00.
  • Biaya gaji semua karyawan di dalam usaha setiap satu bulan Rp2.200.000,00 ( x 8 orang).
  • Pengeluaran biaya utilitas, seperti internet, listrik dan air Rp1.050.000,00.
  • Biaya bahan baku usaha atau bisnis Rp15.000.000,00.
  • Biaya transportasi Rp1.000.000,00.
  • Pengeluaran biaya iklan dan marketing Rp1.500.000,00.
  • Biaya lain-lain atau tidak terduga Rp1.000.000,00.

Seperti yang sudah dijelaskan pada sebelumnya, untuk biaya eksplisit adalah jumlah dari seluruh biaya usaha atau bisnis. Biaya tersebut juga dipergunakan sebagai alat untuk menjalankan operasional sebuah bisnis Anda. Maka dari itu, untuk biaya eksplisit yang Anda keluarkan untuk bisnis atau usaha makanan dalam kurun waktu 1 bulan Februari 2022 adalah:

Rp20.000.000,00 + (Rp2.200.000,00 x 8) + Rp1.050.000,00 + Rp15.000.000,00 + Rp1.000.000,00 + Rp1.500.000,00 + Rp1.000.000,00 = Rp57.150.000,00.

Jadi, untuk biaya eksplisit pada usaha makanan di dalam kurun waktu 1 bulan Februari 2022 sebesar Rp57.150.000,00. Kesimpulannya, untuk biaya eksplisit adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk segala jenis operasional perusahaan atau bisnis.

Selain itu, biaya tersebut juga termasuk di dalam proses produksi produk atau barang. Untuk perhitungan pada biaya yang satu ini hanya perlu menjumlahkan. Sehingga, dengan hal tersebut bisa mengerti seberapa banyak jumlah pengeluaran dalam kurun waktu satu bulan. Tidak hanya itu saja, untuk masalah cara membuat biaya eksplisit ini dijadikan sebagai alat mempermudah pembuatan pembukuan. Maka dari itu, untuk Anda yang mempunyai usaha atau bisnis tidak boleh melupakan satu hal ini.

Contoh Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit kali ini digolongkan menjadi dua kategori, yaitu tetap dan variabel. Untuk kedua jenis kategori kali ini mempunyai beberapa unsur penting yang harus benar-benar diperhatikan dalam sebuah anggaran keuangan suatu usaha atau bisnis. Supaya lebih jelas mengenai contoh biaya eksplisit adalah bisa simak penjelasan sebagai berikut:

1. Biaya Tetap

Biaya tetap atau yang sering disebut dengan fixed cost adalah salah satu jenis biaya dengan nilainya tidak mudah mengalami perubahan di dalam kurun waktu satu periode 1 tahun. Contoh mudah dari kategori biaya eksplisit adalah biaya sewa bangunan atau gedung, biaya sewa tanah, kendaraan dan masih banyak beberapa peralatan lainnya.

2. Biaya Variabel

Definisi dari biaya variabel atau variable cost yang kedua adalah sejumlah biaya yang nilainya mudah sekali mengalami perubahan di dalam kurun waktu 1 periode akuntansi. Contoh dari biaya variabel cost dalam biaya eksplisit adalah:

  • Gaji atau upah semua karyawan pada sebuah usaha atau bisnis.
  • Biaya untuk membeli semua alat tulis kantor.
  • Biaya bahan baku produksi suatu produk usaha atau bisnis.
  • Pengeluaran biaya transportasi pada saat usaha atau bisnis berlangsung.
  • Biaya listrik pada sebuah usaha atau bisnis.
  • Biaya jaringan internet untuk menunjang usaha atau bisnis.

Secara umumnya, untuk masalah biaya variabel ini akan mengalami perubahan atau menambah di saat usaha atau bisnis sudah berjalan. Apabila, ternyata sebuah bisnis sudah tidak membayar karyawan lagi, maka dari itu untuk variabel yang satu ini sudah dikatakan tidak mampu atau sudah mati.

Pada intinya, untuk variabel yang satu ini mati, maka Anda usaha atau bisnis tersebut tidak bisa melakukan proses operasional lagi. Nama lain dari hal masalah biaya eksplisit adalah masih berada di dalam sebuah industri.

Contoh Umum Biaya Eksplisit

Dari penjelasan kedua jenis golongan biaya eksplisit diatas, sudah bisa disimpulkan ada beberapa biaya yang termasuk di dalam contoh biaya eksplisit secara umum. Untuk beberapa contoh secara umum dari biaya eksplisit adalah:

  • Biaya rutin untuk menggaji semua karyawan, mulai dari gaji atau upah (harian, mingguan atau bulanan). Selain itu, biaya komisi dan juga insentif yang diberikan kepada seluruh karyawan.
  • Biaya untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan oleh semua karyawan, mulai dari asuransi kesehatan, jiwa dan jaminan hari tua.
  • Pengeluaran biaya proses produksi dalam pembelian bahan atau material bahan baku dari sebuah produksi. Selain itu, juga pembelian hal lain yang bisa dijadikan alat penunjang sebuah proses produksi untuk menghasilkan produk dari usaha tersebut.
  • Biaya lokasi yang dikeluarkan oleh sebuah usaha, mulai dari menyewa tempat usaha, kantor sampai dengan gudang penyimpanan sebuah barang.
  • Biaya operasional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh dari biaya operasional adalah listrik, air, jaringan internet dan masih banyak lainnya lagi.
  • Pengeluaran biaya untuk membeli dan memelihara semua peralatan yang dibutuhkan oleh usaha tersebut. Contoh dari biaya eksplisit adalah perihal mesin atau kendaraan produksi.
  • Biaya untuk membayar pajak. Contohnya adalah membayar pajak, retribusi, hukum dan masih banyak lainnya lagi. Bayar pajak lebih praktis menggunakan Klikpajak.
  • Biaya penyusutan aset yang tetap. Pada contoh biaya eksplisit yang satu ini tidak termasuk di dalam biaya penyusutan yang masih mempunyai nilai dan bisa diukur.

Pentingnya Mengetahui Biaya Eksplisit

Pada semua jumlah total biaya eksplisit ini bisa dibilang mampu mewakili semua biaya finansial pada sebuah usaha atau bisnis. Selain itu, biaya eksplisit adalah dijadikan sebagai alat untuk menghitung total keuntungan yang akan diterima.

Untuk masalah biaya yang diterima ini juga harus disesuaikan lagi dengan pengeluaran dengan fungsi mencapai suatu tujuan usaha atau bisnis tersebut. Di saat melakukan evaluasi pada sebuah usaha atau bisnis, maka untuk biaya eksplisit ini dipergunakan sebagai alat penentu profitabilitas.

Artinya, untuk masalah biaya eksplisit ini harus diketahui secara matang-matang oleh pihak yang mempunyai usaha atau bisnis. Berapa saja jumlah pengeluaran pada biaya eksplisit ini harus dicatat di dalam sebuah catatan atau buku.

Masalah biaya eksplisit ini harus benar-benar Anda pahami dan ketahui. Semakin mengerti mengenai masalah biaya eksplisit, maka untuk penerapan efektifitas dan penggunaan anggaran yang dibutuhkan juga semakin tertata.

Kelola pajak online lebih praktis menggunakan aplikasi pajak dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Terutama di dalam pengelolaan gaji dan upah karyawan yang didalamnya ada banyak sekali jenis dan komponen. Untuk beberapa komponen yang ada di dalam masalah biaya eksplisit satu ini adalah tunjangan dan asuransi.

Fungsi Dari Biaya Eksplisit

Setiap jenis usaha yang ada di sebuah usaha mempunyai fungsi masing-masing. Sama hal nya dengan biaya eksplisit yang mempunyai beberapa fungsi bagi para pemilik usaha atau bisnis yaitu:

  • Digunakan sebagai alat untuk menghitung keuntungan pada sebuah usaha atau bisnis. Pendapatan bersih, biasanya tercermin di dalam pendapatan yang tersisa di saat semua biaya eksplisit sudah dibayarkan secara penuh. Artinya, untuk tujuan dari biaya eksplisit yang satu ini juga dipergunakan untuk menghitung suatu keuntungan di dalam sebuah usaha. Paling pentingnya lagi, dengan adanya biaya eksplisit kali ini harus ditunjukkan dengan jelas.
  • Biaya eksplisit juga dipergunakan sebagai alat untuk membuat sebuah perencanaan sebuah strategis dengan jangka waktu yang panjang. Masalah biaya eksplisit kali ini juga dipergunakan untuk menghitung tingkat probabilitas sebuah usaha atau bisnis. Pada biaya eksplisit ini dipergunakan sebagai salah satu kunci untuk merencanakan strategis dalam jangka waktu panjang.

Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit

Seperti yang diketahui, untuk masalah biaya di dalam menjalankan sebuah usaha ada banyak sekali harus dipahami dan diketahui. Sama halnya, dengan masalah biaya implisit dan eksplisit. Pada kedua jenis biaya tersebut sama-sama mempunyai peran yang sangat amat penting. Bahkan, banyak sekali dari kalangan masyarakat yang belum bisa membedakan antara kedua jenis biaya tersebut. Untuk beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui adalah:

  • Biaya implisit tidak hanya terjadi di dalam proses pembayaran saja. Sementara itu, untuk biaya eksplisit ini hanya bisa terjadi disaat proses transaksi sedang berlangsung.
  • Biaya implisit tidak hanya mewakili dari biaya yang dikeluarkan oleh sebuah usaha atau bisnis saja. Akan tetapi, untuk masalah biaya eksplisit ini dijadikan alat untuk mewakili semua biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh sebuah perusahaan. Nantinya, untuk masalah biaya tersebut dijadikan sebagai alat untuk imbalan atas nilai. Contoh mudahnya adalah di saat pembayaran gaji karyawan, maka untuk imbalan atau nilai tambah yang masuk di dalam kategori tersebut harus bisa menghasilkan pendapatan.
  • Implisit tidak hanya dicatat di dalam satu buku akuntansi saja. Sementara itu, untuk biaya eksplisit ini juga bisa termasuk kedalam kategori pencatatan sebuah laporan keuangan.
  • Biaya eksplisit adalah semua jumlah biaya yang dikeluarkan oleh usaha atau bisnis. Sementara itu, untuk biaya implisit hanya diberikan sebagai peluang karena tidak mengharuskan mengejar sesuatu.
  • Biaya implisit tidak hanya dijadikan alat untuk melakukan perhitungan secara mudah. Namun, biaya eksplisit ini masih bisa dihitung dengan menggunakan cara dan metode yang mudah.
Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED12 Sep 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: