eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online eFiling Pajak 2021

Pelaporan SPT Tahunan PPh untuk Tahun Pajak 2019 yang disampaikan awal tahun 2020 sudah lewat. Kini bersiap untuk lapor SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2020 yang dibayarkan awal 2021. Ketahui tata cara pelaporan pajak online melalui eFiling pajak 2021 selengkapnya di sini.

Melaporkan pajak secara online saat ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi setiap Wajib Pajak (WP), mengingat pandemi Virus Corona (Covid-19) yang sebisa mungkin harus dihindari penyebarannya.

Salah satu pelaporan pajak online adalah lewat eFilling. eFiling merupakn aplikasi pajak online Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memudahkan WP melakukan kewajiban pelaporan pajaknya.

Guna semakin memudahkan penyampaian SPT Tahunan, DJP juga menunjuk Penyedia Jasa Aplikasi (PJAP) untuk menyediakan platform eFiling pajak, salah satn mitra resmi DJP adalah eFiling Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Lebih jelasnya mengenai tata cara pelaporan pajak online eFiling pajak 2021, berikut ulasan dari Klikpajak by Merkari untuk membantu Anda mempersiapkan dan menadu pelaporan SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2020 yang harus dilaporkan awal tahun 2021.

Tapi sebelum itu, Klikpajak akan mengulas pemahaman umum tentang pelaporan pajak penghasilan yang harus dipenuhi settiap wajib pajak, baik pribadi maupun badan.

Penjelasan Umum Pelaporan SPT Pajak Online pada eFiling Pajak 2021

eFiling adalah cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak yang dilakukan secara online melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP Online), maupun melalui saluran eFiling resmi lain yang telah ditetapkan pemerintah.

Namanya juga online, maka dengan eFiling, WP tidak perlu lagi datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk melaporkan pajak.

Secara umum, berikut ini manfaat pelaporan pajak online lewat eFiling: 

  1. Lapor pajak online bisa dari mana saja dan kapan saja
  2. Lebih menghemat waktu karena WP tak perlu menghabiskan waktu di jalan dan mengantri di KPP
  3. Bukti pelaporan lebih mudah dan aman disimpan dan dilacak karena ada jejak digital. WP tanpa perlu khawatir bukti pelaporan pajak hilang atau tercecer

Untuk menjadi perhatian, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 9/PMK.03/2018, berikut ini jenis-jenis SPT Pajak yang diwajibkan eFiling pajak.

  1. SPT Masa PPh Pasal 21/PPh Pasal 26
  2. SPT Tahunan Badan bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang menerbitkan e-Faktur

Dengan begitu, pelaporan kedua jenis SPT di atas tidak dapat lagi dilakukan manual atau dengan mengantarkan dokumen elektronik ke KPP.

Namun, pengecualian berlaku untuk SPT Masa PPh Pasal 21/26 untuk masa pajak Desember.

Kewajiban lapor pajak online ini berlaku sejak 1 April 2018. Namun, ada juga SPT yang tidak diwajibkan dilaporkan secara online atau eFiling: 

  1. SPT Masa PPh 25 nihil
  2. SPT Masa PPh 25 kurang bayar
  3. SPT Masa PPh 21 nihil
  4. SPT Masa PPh 26 nihil
  5. PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
  6. PPN Impor Barang Luar Negeri
  7. PPN Jasa Luar Negeri

Note: Ulasan Lengkap Pajak Penghasilan: Jenis-Jenis PPh, Objek, Subjek, Tarif dan Contoh

Ketentuan tidak wajib lapor atau eFiling ini berlaku sejak PMK Nomor 9/PMK.03/2018 tentang SPT diundangkan pada 26 Januari 2018.

Sebelum adanya PMK baru ini, SPT Masa PPh Pasal 21, PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 26 nihil tetap harus dilaporkan meskipun nihil.

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online Ilustrasi lapor SPT Tahunan di eFiling pajak 2021

Syarat Lapor SPT Pajak Online di eFiling Pajak 2021

Selanjutnya, untuk bisa melakukan aktivitas eFiling, WP harus memenuhi persyaratan seperti berikut:

1. Punya nomor EFIN atau nomor identitas elektronik

EFIN (Electronic Filing Identification Number) dibutuhkan agar wajib pajak bisa melakukan transaksi pajak secara online.

2. Punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

3. Punya bukti pemotongan pajak dan dokumen pelengkap lainnya terkati harta, dan lain-lain

4. Punya akses ke web e-Filing DJP atau sudah terdaftar di Klikpajak. 

Note: Cara Mendapatkan EFIN Pajak Secara Online Mudah untuk Wajib Pajak Pribadi dan Badan

Lapor di eFiling Pajak 2021 itu Pelaporan SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2020

Perlu dipahami, penyampaian SPT Tahunan online eFiling ppajak 2021 merupakan pelaporan SPT untuk Tahun Pajak 2020.

Pelaporan SPT Tahunan ini dilakukan pada kuartal pertama tahun 2021 (Januari – 31 Maret) untuk SPT Tahunan Pribadi.

Sedangkan periode pelaporan SPT Tahunan Badan untuk Tahun Pajak 2020 dilakukan mulai Januari hingga 30 April 2021.

Seperti dijelaskan sebelumnya, untuk lapor SPT online 2020 hanya dapat dilakukan kalau semua dokumen persyaratan sudah terkumpul.

Berikut ini data yang harus dipersiapkan:

1. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi

  • Nomor NPWP 
  • Bagi Wajib Pajak pribadi ( WP OP) yang berstatus sebagai pegawai dapat meminta bukti potong pajak PPh 21 kepada bagian kepegawaian di kantor atau Human Resources Department. 
  • Bagi wajib pajak pribadi yang berstatus wirausaha, harus membuat rekapitulasi penghasilan dalam satu tahun. Hal ini berlaku bagi pengusaha yang tidak membuat laporan keuangan usahanya.
  • Bagi pengusaha yang mendapat kemudahan penghitungan PPh dengan tarif 0,5%, maka seluruh penghasilannya adalah penghasilan final.
  • Mereka yang berstatus pengusaha juga harus menyerahkan daftar harta dan kewajiban yang digunakan untuk usaha maupun tidak.

2. Wajib Pajak Badan

  • Menyerahkan laporan pembukuan saat lapor SPT. Contohnya, laporan keuangan, minimal berupa neraca dan laporan laba rugi.
  • Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku.

Setelah semua dokumen yang dibutuhkan lengkap, maka WP tinggal memasukkannya ke eFiling.

Untuk mengakses e Filing, tidak melulu harus lewat DJP Online. 

Ada empat saluran lapor pajak online yang ditetapkan melalui pasal 2a PMK Nomor 9/PMK.03/2018 tentang SPT sebagai berikut: 

  1. Website penyalur SPT elektronik seperti aplikasi eFiling Klikpajak
  2. Saluran suara digital yang ditetapkan DJP Online untuk Wajib Pajak tertentu 
  3. Jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan Wajib Pajak
  4. Saluran lain yang ditetapkan DJP

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online Ilustrasi lapor SPT Tahunan di eFiling pajak 2021

Ketahui Aturan Sanksi Tidak/Terlambat Lapor SPT Pajak Online di eFiling Pajak 2021

WP harus melakukan pelaporan pajak paling lambat 3 bulan setelah tahun pajak berakhir.

Itu artinya, WP dapat melaporkan SPT Tahunan 2020 mulai sekarang hingga tanggal 30 April 2021 untuk WP Badan.

Sedangkan untuk WP Pribadi batasnya 31 Maret 2021.

Untuk WP yang terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelapiran SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Baca Juga: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan dan Aturan Baru Membuat e-Fakktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Temukan Kemudahan Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur membuat Kode Billing di e-Billing untuk proses pembayaran pajak saja, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan lainnya di aplikasi pajak online Klikpajak.id dengan lebih mudah.

Sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap untuk mempermudah urusan perpajakan Anda.

Anda dapat membuat Faktur Pajak elektronik maupun Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh maupun PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dengan cara yang simpel.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

A. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan itur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Import Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

C. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

eFiling Pajak 2021, Ketahui Tata Cara Pelaporan SPT Pajak Online

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Jangan tunda atau lupa lapor pajak online agar terhindar dari sanksi dan denda, ya?


PUBLISHED20 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: