Tata Cara Mendapatkan Insentif Pajak COVID-19 - Klikpajak

Tata Cara Mendapatkan Insentif Pajak COVID-19

Dampak wabah Corona atau COVID-19 secara signifikan telah mempengaruhi ekonomi dunia. Hal ini terjadi juga di perekonomian Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, untuk mengantisipasi beberapa dampak wabah tersebut, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan dan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan/ daya beli masyarakat serta untuk menjaga produktivitas sektor tertentu yang terdampak. Salah satu Langkah pemerintah adalah dengan memberikan Insentif Pajak; PPh  Pasal 21 Ditanggung Pemerintah, PPh Pasal 22 Impor serta Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25.

Berikut ini adalah penjabaran tata cara untuk mendapatkan insentif pajak tersebut di atas.

Tata cara umum untuk mendapatkan insentif pajak terkait COVID-19

  1. Insentif pajak diberikan dengan mekanisme permohonan/ pemberitahuan lewat online (di laman www.pajak.go.id),
  2. Wajib Pajak harus masuk ke dalam website pajak.go.id, pilih menu layanan, klik icon KSWP kemudian pilih dropdown list yang sesuai yaitu :
  • Fasilitas PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PMK 23 Tahun 2020)
  • SKB PPh Pasal 22 Impor (PMK 23 Tahun 2020)
  • Fasilitas Pengurangan PPh Pasal 25 (PMK 23 Tahun 2020)

Tata cara untuk mendapatkan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP)

  1. Wajib Pajak harus menyampaikan pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah melalui DJP Online, 
  2. Berdasarkan pengecekan sistem aplikasi DJP Online, terdapat informasi :
  • Pemberi kerja dinyatakan berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 21 DTP, sistem aplikasi DJP online akan menyampaikan notifikasi bahwa pemberi kerja telah berhasil menyampaikan pemberitahuan;
  • Pemberi kerja dinyatakan tidak berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 21 DTP, sistem aplikasi DJP Online akan menerbitkan surat pemberitahuan bahwa pemberi kerja tidak berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 21 DTP.

Baca Juga: Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21)

Tata cara mendapatkan insentif pembebasan PPh Pasal 22 Impor

  1. Wajib Pajak harus menyampaikan permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) secara daring (online) pada menu permohonan SKB Pemungutan PPh Pasal 22 Impor melalui DJP Online
  2. Atas permohonan melalui aplikasi DJP Online tersebut, akan diterbitkan :
  • SKB Pemungutan PPh Pasal 22 Impor, apabila Wajib Pajak memenuhi; atau
  • Surat Penolakan, apabila Wajib Pajak tidak memenuhi.

Tata cara mendapatkan insentif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25

  1. Wajib Pajak mengajukan pemberitahuan memanfaatkan insentif PPh Pasal 25 melalui DJP Online; 
  2. Atas permohonan melalui aplikasi DJP Online tersebut, apabila berdasarkan pengecekan sistem aplikasi DJP Wajib Pajak dinyatakan berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 25, sistim DJP Online akan menyampaikan notifikasi bahwa Wajib Pajak telah berhasil menyampaikan pemberitahuan;
  3. Dalam hal berdasarkan pengecekan sistem aplikasi DJP Online Wajib Pajak dinyatakan tidak berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 25, sistem aplikasi DJP Online akan menerbitkan surat pemberitahuan bahwa Wajib Pajak tidak berhak memanfaatkan insentif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25.

Baca juga: Ini Daftar Jenis Usaha Terdampak Corona yang Bisa Ajukan Insentif PPN

Satu hal yang perlu diingat adalah, tidak semua wajib pajak mendapatkan insentif pajak terdampak COVID-19. Hal itu telah dijelaskan pada lampiran PMK 23 Tahun 2020. Hanya yang memiliki Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) dan/atau wajib pajak yang telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Selain perusahaan berstatus KITE, wajib pajak yang telah ditentukan pada aturan ini juga tidak seluruhnya dapat merasakan insentif keempat jenis pajak. Hanya 440 KLU yang dapat menerima fasilitas insentif PPh 21 dan 102 KLU saja yang dapat diberikan pembebasan PPh 22 Impor, pengurangan angsuran PPh 25, serta kemudahan restitusi PPN.

Selengkapnya Anda dapat membaca artikel berikut:

Kelola Pajak Anda dengan Klikpajak

Klikpajak adalah aplikasi manajemen pajak yang dapat Anda akses gratis. Klikpajak juga merupakan mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Selain untuk pelaporan SPT, Klikpajak juga memiliki fitur untuk bayar hingga pengarsipan pajak. Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak memberikan bukti lapor dan ID Billing yang resmi untuk Anda.

Pembuatan ID Billing di Klikpajak juga tidak dibatasi. Artinya, Anda bisa menerbitkan ID Billing GRATIS tanpa ada tambahan biaya apa pun. Anda dapat langsung membuat kode billing dari berbagai jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS). Seluruh ID Billing ini akan langsung disimpan secara aman di Klikpajak melalui fitur Arsip Pajak. Jadi tidak perlu repot mencari, semua sudah tersimpan aman dan rapi di Klikpajak.

Cari tahu kemudahan urusan perpajakan yang mudah hanya di Klikpajak by Mekari. Anda bisa langsung memanfaatkan fitur pajak online, mulai dari e-Faktur, e-Billing, e-Bupot dan e-Filing hanya dalam satu aplikasi. Anda juga bisa langsung melakukan registrasi untuk bisa menggunakan Klikpajak secara gratis, nikmati kemudahan perpajakan dalam genggaman.

Cari tahu lebih banyak mengenai fitur terkini Klikpajak di website resmi kami dan dapatkan informasi baru mengenai perkembangan dan fitur-fitur terbaru dari kami. Anda juga bisa langsung melakukan registrasi di sini untuk bisa menggunakan Klikpajak secara gratis.

 


PUBLISHED16 Jun 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: