Meski PSBB, Pajak Anda Bisa Bantu Berantas COVID-19 - Klikpajak

Meski PSBB, Pajak Anda Bisa Bantu Berantas COVID-19

Grafik penyebaran Virus COVID-19 di Indonesia hingga hari ini masih belum menunjukan penurunan, membuat pemerintah pun terus menggalakan social distancing dengan pendekatan sipil: penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Semua pihak tanpa terkecuali diminta kooperatif dalam upaya menghentikan laju penyebaran. Masyarakat pun bingung bagaimana beraktivitas dan berkegiatan termasuk wajib pajak yang ingin membayar pajak. Padahal, pajak negara diyakini dapat bantu berantas COVID-19. Gimana caranya, ya? Simak ulasan dari Klikpajak by Mekari berikut ini.

Partisipasi Masyarakat Terapkan PSBB

PSBB Jakarta, Sudah Paham Aturan Pajaknya Belum?

Pemberlakukan PSBB yang mengatur pembatasan berbagai aktivitas seperti perkantoran, sekolah, dan kegiatan keseharian lainnya telah dikeluarkan oleh pemerintah sejak 10 April lalu. Selain pembatasan berbagai aktivitas, pemerintah juga mengerahkan tentara dan polisi untuk melakukan pemeriksaan di berbagai titik guna mengingatkan masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu, memastikan penggunaan masker saat berkendara, dan meminta para pengendara menjaga jarak saat berkendara.

Menyusul penerapan PSBB, pemerintah juga telah mengeluarkan aturan larangan mudik tahun ini bagi masyarakat yang berada di zona merah. Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenub) No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441.

Penting bagi kita, sebagai warga negara yang prihatin dengan situasi sulit ini, untuk mengikuti segala aturan pemerintah yang dikeluarkan untuk menanggulangi pandemi ini. Partisipasi setiap pihak dalam memainkan bagiannya menjadi sangat berarti untuk memutuskan rantai penyebaran virus mematikan ini. Setiap elemen masyarakat harus menaati aturan PSBB tanpa terkecuali, dan selalu memperbaharui informasi setiap hari mengenai kebijakan pemerintah untuk memerangi Virus COVID-19.

Indonesia memang sedang terguncang akibat wabah COVID-19, tetapi penerimaan tak boleh pincang. Tatap muka ditidakan demi menjaga agar wabah ini tidak semakin meluas ke seluruh pelosok negeri, namun bukan berarti kewajiban perpajakan berhenti untuk dilaksanakan, terutama kewajiban pembayaran pajak.

Pajak yang merupakan sumber utama penerimaan negara tetap akan ditargetkan pencapaiannya sampai akhir tahun ini. Dengan demikian, tidak ada penundaan pembayaran di tengah wabah Virus Corona yang sedang menerpa negeri ini.

Baca juga: Karena PSBB, DJP Relaksasi Pengumpulan Dokumen Perpajakan Hingga 30 Juni 2020

Pembayaran Pajak Jadi Hal Krusial dalam Memberantas COVID-19

Work From Home, Layanan Kantor Pajak Online Diperpanjang

Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah di tengah badai pandemi Virus COVID-19 tidak hanya dalam hal menghentikan penyebaran sedini mungkin, tetapi juga menahan runtuhnya ekonomi negara. Penerapan PSBB memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi. Lesunya daya beli masyarakat yang mulai mengalihkan kebutuhan mereka ke kebutuhan primer membuat banyak bisnis kesulitan mempertahankan profitabilitasnya.

Pemerintah menyadari situasi ekonomi di tengah pandemi ini dan menyiapkan Langkah preventif, yaitu menerapkan berbagai insentif pajak bagi perorangan dan badan usaha dalam PMK No 28 Tahun 2020 dan Perppu No. 1 Tahun 2020. Dalam dua kebijakan tersebut, ada insentif pajak PPh 21, PPh 22 Impor, PPh 25, dan PPN. Tujuan dari pemberian insentif tersebut tidak lain sebagai stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat.

Merespon niatan pemerintah, kontribusi yang dapat dilakukan adalah menunaikan kewajiban pajak dengan tepat waktu. Baik perorangan dan badan usaha harus menunaikan pembayaran dan pelaporan pajak mereka sehingga devisa yang merupakan sumber dana utama pemerintah dapat memenuhi ekspektasi.

Rendahnya penerimaan pajak akibat dampak dari COVID-19 adalah konsekuensi yang harus diterima pemerintah. Namun, bukan berarti hal buruk tersebut juga diperburuk dengan tindakan menunda kewajiban perpajakan yang memiliki peran penting. Peran wajib pajak dengan tidak menunda kewajiban perpajakan secara tidak langsung sudah membantu negara dalam berjuang memfasilitasi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menyembuhkan dan menghentikan laju wabah ini. Setidaknya, inilah cara wajib pajak dalam upaya mendukung pemberantasan pandemi COVID-19. Sayangnya, sebagian masyarakat masih bingung bagaimana cara mereka membayar pajak.

Baca juga: 5 Insentif Pajak Terkait Wabah Virus Corona

Jangan Cemas, Anda Bisa Bayar Pajak dari Rumah dengan Klikpajak

Terbaru! Kini Anda Dapat Membuat ID Billing Langsung Melalui eBilling di Klikpajak

Saat ini, Anda dapat melaksanakan pelaporan dan pembayaran pajak dapat dilakukan secara online.  Dalam penerapannya, beberapa orang kesulitan beradaptasi terhadap proses pembayaran pajak secara daring. Untuk mempermudah segala proses perpajakan, Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur dalam aplikasi KlikPajak.

Pembayaran pajak bisa dilakukan tanpa harus datang langsung ke kantor pajak. Tanpa antrian atau melanggar aturan.

Aplikasi lapor pajak online Klikpajak adalah mitra resmi dari Direktorat Jenderal Pajak ini dapat membantu proses pembayaran, laporan, hingga pengarsipan berbagai dokumen perpajakan Anda. Cari tahu lebih banyak mengenai Klikpajak di website resmi Klikpajak dan dapatkan informasi baru mengenai perkembangan dan fitur-fitur terbaru.  Anda juga bisa langsung menggunakan Klikpajak secara gratis.


PUBLISHED08 Jun 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: