Peraturan PTKP terbaru 2019, Simak Penjelasannya! - Klikpajak

Peraturan Terbaru PTKP 2019, Adakah Perubahan dari Tahun Sebelumnya?

Sebagai seorang wajib pajak yang taat akan peraturan pajak yang berlaku, sudah menjadi hal wajar jika Anda memiliki perasaan aneh jika tidak membayarkan pajak. Salah satu pajak paling umum adalah pajak penghasilan, yang dikenakan pada penghasilan dengan nilai di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP. Peraturan terbaru PTKP 2019 sendiri sebenarnya tidak banyak berubah, baik dari sisi jumlah atau ketentuan status di dalamnya.

Mungkin untuk Anda yang baru saja menerima penghasilan sendiri dan baru memiliki NPWP, pertanyaan mengenai jumlah pajak yang harus dibayarkan seringkali muncul. Padahal, negara sebagai penerima pajak sudah memberikan batasan tertentu pada penghasilan yang harus membayarkan pajak. Ketika jumlah penghasilan yang Anda terima tidak mencapai jumlah tersebut, Anda tidak memiliki kewajiban membayar pajak dan hanya berkewajiban melaporkan SPT Nihil saja.

Baca juga: Informasi PTKP PPh 21 2019, Simak dan Pahami Perhitungannya!

 

Peraturan Terbaru PTKP 2019

Secara definitif, PTKP dapat diartikan sebagai besaran penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi wajib pajak orang pribadi. Batasan yang ditentukan pemerintah untuk setiap wajib pajak di Indonesia adalah Rp 4.500.000 per bulan. Nilai ini diberikan pada seorang wajib pajak yang secara administratif berstatus tidak menikah dan tidak memiliki tanggungan.

Terkait dengan status dan besaran PTKP untuk setiap status, kedua hal ini sangat berkaitan erat. Logikanya, semakin banyak tanggungan yang dimiliki oleh seorang wajib pajak, maka akan semakin besar juga jumlah total PTKP yang dimilikinya. Misalnya, besaran PTKP untuk seorang wajib pajak belum menikah dan tanpa tanggungan akan lebih kecil daripada wajib pajak yang sudah menikah dan memiliki satu tanggungan.

Dalam peraturan terbaru PTKP 2019 sendiri, ada 4 golongan wajib pajak yang dibedakan berdasarkan status dan tanggungan. Berikut pembagiannya:

PTKP untuk Wajib Pajak Tunggal

Untuk wajib pajak dengan status tunggal dan tanpa tanggungan, maka besarnya PTKP setiap bulan adalah Rp 4.500.000 atau sebesar Rp 54.000.000 setiap tahunnya. Artinya, ketika penghasilan yang diterima tidak mencapai nilai ini maka wajib pajak tersebut tidak memiliki kewajiban membayar pajak. Golongan ini dalam peraturan dan pembagiannya, diberikan status TK/0 yang berarti Tidak Kawin dengan 0 tanggungan.

PTKP Tunggal dengan Tanggungan

Sedikit berbeda dengan golongan pertama tadi, golongan ini merupakan wajib pajak yang belum menikah namun memiliki tanggungan. Tanggungan di sini diartikan sebagai anak kandung, anak angkat, orang tua atau saudara yang tinggal serumah dan menggantungkan hidup pada penghasilan wajib pajak tersebut. Untuk setiap jumlah tanggungan, PTKP-nya naik sebesar Rp 4.500.000 per tahun hingga maksimal 3 tanggungan. Statusnya adalah TK/1, TK/2 dan TK/3 yang artinya Tidak Kawin dengan 1 tanggungan dan seterusnya.

PTKP Tunggal Satu Keluarga

Pada golongan ketiga ini adalah golongan wajib pajak yang sudah berstatus menikah dan kewajiban pajaknya menjadi tanggungan suami. Besaran total PTKP tunggal untuk satu keluarga ini adalah Rp 58.500.000 yang berasal dari penjumlahan Rp 54.000.000 ditambah dengan Rp 4.500.000 sebagai variabel tanggungan tetap milik istri. Penambahan jumlah PTKP hingga maksimal 3 tanggungan, seperti dalam ketentuan di poin sebelumnya dan maksimal besaran PTKP-nya adalah Rp. Rp. 72.000.000 per tahun. Statusnya adalah K/0, K/1, K/2 dan K/3 sesuai dengan jumlah tanggungan.

PTKP Gabungan

Dalam golongan keempat ini, status pekerjaan dan wajib pajak suami dan istri adalah sama-sama memiliki penghasilan sehingga dapat digabungkan. Besaran dasarnya adalah Rp 112.500.000, dengan rincian PTKP suami Rp 58.500.000 ditambah dengan PTKP istri Rp 54.000.000. Nilai ini bisa bertambah sesuai dengan jumlah tanggungan hingga maksimal 3 tanggungan, jumlah maksimal dari PTKP gabungan ini adalah Rp 126.000.000. Status yang disandang adalah K/I/0, K/I/1, K/I/2 dan K/I/3.

 

Masa Berlaku Peraturan PTKP Terbaru 2019

Sebenarnya peraturan PTKP terbaru 2019 yang dibahas ini tidak mengalami perubahan sejak tahun 2016 lalu. Nilai, besaran, status dan ketentuannya masih sama, menggunakan peraturan yang mulai berlaku tahun 2016 lalu. Mungkin saja besarnya PTKP akan meningkat untuk tahun 2020, hal ini menunggu keputusan dan kajian pemerintah.

Baca juga: PTKP Disesuaikan dengan UMP, Bagaimana Penerapannya?

 

Penghitungan pajak dari jumlah PTKP ini berdasarkan PPh Pasal 21 yang berlaku progresif. Namun demikian, besarnya pajak dikenakan pada kelebihan dari nilai yang ditetapkan. Misalnya dalam satu tahun penghasilan seorang wajib pajak dengan status tidak kawin dan tanpa tanggungan adalah Rp 60.000.000, maka pajak hanya dihitung dari Rp 6.000.000 sisa dari PTKP sebesar Rp 54.000.000.

Penghitungan pajak berdasarkan peraturan terbaru PTKP 2019 sendiri sebenarnya tidak sulit dan hanya perlu kecermatan karena menggunakan sistem progresif. Untuk membantu Anda menghitungnya, Anda bisa menggunakan Klikpajak, layanan perpajakan mitra resmi DJP Indonesia. Layanan yang diberikan tidak sampai penghitungan saja, namun juga pembayaran dan pelaporan pajak tersebut. Tentu semua layanan bisa dinikmati secara gratis, dan ditambah dengan pengarsipan setiap transaksi dengan sistematis.

 


PUBLISHED14 Nov 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: