Pengertian Penghasilan Kena Pajak dan Cara Menghitung PPh 17

Pengertian Penghasilan Kena Pajak dan Cara Menghitung PPh 17

Penghasilan Kena Pajak adalah penghasilan yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak Penghasilan (PPh). Salah satunya PPh Pasal 17 yang tarifnya menggunakan skema progresif. Bagaimana Perhitungannya?

Sebagai Wajib Pajak (WP) yang memiliki penghasilan, harus membayar pajak dan melaporkannya pajaknya ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.

Aturan terkait pajak penghasilan di Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Sedangkan mengenai tarif PPh atas Penghasilan Kena Pajak diatur dalam Pasal 17 UU PPh ini.

Untuk lebih jelasnya pengertian Penghasilan Kena Pajak dan bagaimana cara menghitug Pajak Penghasilan Pasal 17 ini, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Mengenal Penghasilan Kena Pajak 

Penghasilan kena pajak PPh Pasal 17 dihitung dari penghasilan kotor dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.

Seandainya dalam penghitungan penghasilan kena pajak, penghasilan kotor setelah dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan hasilnya rugi, maka:

Perlu diganti dengan penghasilan pada tahun pajak berikutnya berturut-turut hingga lima tahun.

Note: Ketahui selengkapnya mengenai jenis-jenis PPh, objek PPh, subjek yang dikenakan PPh beserta tarif dan contoh perhitungannya dari masing-masing jenis pajak penghasilan di SINI.

Tarif Penghasilan Kena Pajak

Tarif PPh Pasal 17 terbagi dalam dua jenis, berdasarkan subjek atau siapa yang dikenakan pajak, yakni:

  • Tarif pasal 17 yang dikenakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dalam negeri
  • Tarif pasal 17 yang dikenakan kepada WP Badan dalam negeri atau Bentuk Usaha Tetap (BUT)

Tarif yang dikenakan untuk keduanya tentu saja tidak sama.

Note: Untuk mengetahui berasa besar tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), baca selengkapnya di SINI.

Tarif PPh Pasal 17 untuk WP Pribadi dalam negeri dibedakan berdasarkan jumlah penghasilannya, di antaranya:

  • Penghasilan di bawah Rp50.000.000 per tahun dikenakan tarif PPh sebesar 5%
  • Penghasilan sebesar Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000 per tahun dikenakan tarif PPh sebesar 15%
  • Penghasilan sebesar Rp250.000.000 hingga Rp500.000.000 per tahun, tarif PPh yang dikenakan sebesar 25%
  • Penghasilan Rp500.000.000 ke atas per tahun dikenakan tarif PPh sebesar 30%

Bagaimana dengan WP Badan?

Untuk Wajib Pajak Badan dalam negeri serta BUT diharuskan membayar PPh dengan tarif 28 persen dari jumlah penghasilan keseluruhan.

Pajak yang dibayarkan tersebut akan masuk dalam kas negara dan digunakan untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Ilustrasi penghasilan kena pajak

Cara Menghitung PPh 17

Setelah penjelasan besar tarif Penghasilan Kena Pajak Pasal 17 di atas, berikutnya adalah contoh perhitungan dari penghasilan kena pajak ini.

Seorang Wajib Pajak memiliki penghasilan sebesar Rp100.000.000 per tahun. Cara penghitungan PPh yang wajib dibayarkan adalah:

= Rp50.000.000 x 5 persen = Rp2.500.000
= (Rp100.000.000 – Rp50.000.000*) x 15 persen = Rp7.500.000
*Dikurangi Rp50.000.000 karena Rp50.000.000 tersebut sudah dikalikan dengan tarif 5 persen.
Jadi jumlah pajak yang wajib dibayar:
= Rp2.500.000 + Rp7.500.000 = Rp10.000.000.

 

Ilustrasi fitur Klikpajak yang bisa digunakan untuk menghitung pajak penghasilan

Sederhanakan Perhitungan Pajak dengan Klikpajak

Untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak dengan mudah, cepat dan praktis, Anda dapat menggunakan aplikasi pajak online Klikpajak.

Klikpajak merupakan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) yang sudah menjadi mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak melalui Surat Keputusan DJP Nomor KEP-169/PJ/2018.

Klikpajak berbasis cloud yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan baik kapan pun dan di mana pun.

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin, karena Klikpajak bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Fitur e-Billing dan e-Filing

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak .

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, yakni:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Anda juga bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

Fitur e-Faktur dan e-Bupot

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Klikpajak juga memungkinkan Anda jadi lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan melalui fitur e-Faktur Klikpajak yang memudahkan Anda untuk membuat dan mengelola:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • hingga Faktur Pajak Retur

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED15 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: