Kenali Jenis-Jenis Pajak Badan Usaha Berikut Ini - Klikpajak

Pahami Jenis-Jenis Pajak Badan Usaha Berikut Ini!

Sebuah perusahaan atau badan usaha merupakan organisasi yang menjalankan kegiatan bisnis dan berorientasi pada profit atau keuntungan. Keuntungan ini akan menjadi penghasilan atau pemasukan untuk perusahaan, yang kemudian diolah kembali sesuai kebutuhan perusahaan. Karena menjalankan kegiatan bisnis, maka kemudian terdapat jenis-jenis pajak badan usaha yang perlu dibayarkan sebagai kewajiban perusahaan atau badan usaha.

Jenis-jenis Pajak Badan Usaha

Setidaknya di Indonesia sendiri, jenis-jenis pajak badan usaha ada dua jenis besar. Pertama adalah pajak penghasilan, dan yang kedua adalah pajak pertambahan nilai. Pajak penghasilan dikenakan pada segala bentuk penghasilan dalam bentuk nominal uang yang didapatkan perusahaan. Sedangkan pajak pertambahan nilai merupakan kewajiban pajak yang dikenakan pada transaksi jual-beli yang dilakukan perusahaan.

Kedua pajak ini masih terbagi lagi dalam beberapa jenis yang lebih kecil, dan jika Anda memiliki perusahaan atau berstatus sebagai wajib pajak badan, maka Anda harus paham betul mengenai hal berikut. Simak penjelasan jenis-jenis pajak badan usaha pada poin-poin di bawah ini, seperti pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN).

 

Jenis Pajak Penghasilan atau PPh

Setidaknya terdapat 8 jenis pajak penghasilan yang menjadi kewajiban wajib pajak badan usaha.

PPh 21

Merupakan pemotongan atas penghasilan dari pekerjaan atau jasa atau kegiatan dengan sebutan apapun yang diterima oleh wajib pajak, dalam hal ini karyawan, dan harus dibayarkan setiap bulan. Badan usaha atau perusahaan bertindak sebagai pihak pemotong dan secara langsung menyetorkan pajak penghasilan dari karyawannya ke kas negara melalui kanal yang dipilih.

PPh 22

Diperuntukkan pada badan usaha tertentu yang berada di bawah naungan pemerintah atau swasta. Pajak ini dikenakan atas kegiatan perdagangan ekspor, impor dan juga re-impor. Untuk tarif pajaknya menyesuaikan dengan objek pajak yang digunakan.

PPh 23

Merupakan pajak yang dipotong oleh pemungut pajak dari wajib pajak ketika melakukan transaksi pembagian keuntungan atau dividen, royalti, bunga, hadiah atau penghargaan. Kegiatan seperti sewa dan penghasilan sejenis juga dikenakan pajak ini selama terkait dengan penggunaan aset selain tanah atau transfer bangunan atau jasa.

PPh 25

PPh 25 adalah metode pembayaran pajak dengan cara mengangsur atau mencicil. Metode ini digunakan untuk melunasi kewajiban pajak dari badan usaha agar dapat meringankan tanggung jawab perusahaan. Jenis pajak yang dapat dicicil adalah pajak penghasilan terutang menurut SPT Tahunan PPh, dikurangi dengan PPh yang dipotong atau dipungut dan PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan.

PPh 26

Merupakan pajak penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang diterima dari wajib pajak luar negeri selain Badan Usaha Tetap di Indonesia. Tarif umumnya adalah sebesar 20%, namun dapat menyesuaikan sesuai P3B.

PPh 29

Pajak ini dikenakan ketika jumlah pajak terutang badan usaha lebih dari jumlah kredit pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan yang sudah disetor sendiri. Nilai lebih pajak terutang kemudian menghasilkan  PPh 29 dan harus dibayarkan sebelum SPT Tahunan PPh Badan dilaporkan.

PPh Pasal 4 Ayat 2

Berkaitan dengan pajak penghasilan yang dipotong dari bunga deposito dan tabungan lain, bunga obligasi dan surat utang negara, bunga simpanan yang dibayarkan koperasi, hadiah undian, transaksi saham dan sekuritas lain serta transaksi lain yang disebutkan di dalam regulasi tersebut. Regulasi ini juga mengatur mengenai badan usaha dengan omzet di bawah Rp4.800.000.000 per tahun.

PPh 15

Pajak ini secara spesifik mengatur mengenai Norma Perhitungan Khusus untuk golongan wajib pajak tertentu.

Jenis Pajak Pertambahan Nilai

Dalam jenis pajak ini, dibagi menjadi 2 yakni Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah.

PPN

Merupakan pajak yang dikenakan pada transaksi barang dan jasa kena pajak yang dilakukan di Indonesia. Nilai dari tarif PPN sendiri adalah 10%, dan berlaku untuk semua jenis transaksi yang melibatkan barang kena pajak atau jasa kena pajak.

PPnBm

Jenis pajak ini dikenakan atas barang atau produk yang dianggap bukan sebagai barang kebutuhan pokok, sehingga tidak dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Segmen masyarakat yang mengkonsumsi barang ini adalah masyarakat dengan penghasilan tinggi. Barang ini juga memiliki beberapa kategorisasi tertentu, sesuai dengan peraturan yang tertulis tentang Pajak Penjualan Barang Mewah.

 

2 jenis besar pajak di atas merupakan pajak yang dibebankan pada wajib pajak berbentuk perusahaan atau badan usaha. Nantinya, setiap jenis pajak tersebut harus dilunasi dan dilaksanakan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari tarif, penghitungan, batas bayar, dan metode pembayarannya.

Jenis-jenis pajak badan usaha merupakan salah satu hal wajib yang harus dipahami oleh pengusaha atau badan usaha. Untuk membantu melaksanakan kewajiban perpajakan ini, Anda bisa menggunakan Klikpajak. Dengan fitur hitung, bayar dan lapor yang efektif, Anda bisa melaksanakan kewajiban perpajakan dalam hitungan menit. Klikpajak juga merupakan mitra resmi DJP, sehingga menjamin validitas transaksi yang dilakukan melalui kanal ini. Daftar Klikpajak sekarang dan segera bayar dan laporkan urusan perpajakan Anda lewat Klikpajak!

[adrotate banner=”7″]

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED07 Aug 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: