Mengenal Pajak Penghasilan Badan Terutang dan Cara Hitung

Mengenal Pajak Penghasilan Badan Terutang dan cara Hitung

Dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh), baik orang pribadi maupun badan akan selalu ada istilah pajak terutang. Lalu, apa itu PPh Terutang? Kali ini Klikpajak.id akan membahas tentang mengenal pajak penghasilan badan terutang.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan kewenangan bagi setiap Wajib Pajak (WP) untuk melakukan sendiri perhitungan, pembayaran dan pelaporan kewajiban pajaknya. Sebab Indonesia menganut sistem perpajakan penilaian sendiri (self assessment).

Bicara PPh Badan, Klikpajak by Mekari akan mengulas pemahaman pajak penghasilan badan mulai dari tahapan perhitungannya hingga cara menemukan besar PPh teutangnya.

Apa itu PPh Terutang?

Pajak Pengsilan Terutang adalah pajak terutang yang dihitung dari hasil penghitungan penghasilan kena pajak.

Sedangkan istilah pajak terutang itu sendiri artinya pajak yang ahrus dibayarkan pada saat tertentu pada masa pajak, tahun pajak, atau bagian tahun sesuai ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh).

Ilustrasi menghitung Pajak Penghasilan Badan terutang

Cara Mencari Jumlah PPh Terutang

Untuk mengetahui berapa besar jumlah PPh terutang, maka terlebih dahulu harus mencari berapa jumlah penghasilan kena pajaknya.

Dengan demikian, terlebih dahulu harus melalui tahapan penghitungan pajak penghasilan.

Note: Turun menjadi hingga 17 persen, baca selengkapnya penurunan tarif PPh Badan terbaru di SINI.

Menghitung PPh Badan

Menghitung pajak penghasilan badan tak lepas dari adanya dokumen pendukung dari laporan keuangan atau pembukuan.

Setidaknya, ada rumus untuk menghitung PPh Badan untuk mengetahui berapa jumlah pernghasilan bruto, penghasilan neto, penghasilan kena pajak, PPh terutang dan lainnya.

Rumus perhitungan PPh Badan

Penghasilan Bruto
Biaya (-)
Penghasilan Neto Komersial
Koreksi Fiskal (+)
Penghasilan Neto Fiskal
Kompensasi Kerugian (-)
Penghasilan Kena Pajak
PPh Terutang (Dikali tarif PPh Badan)
Jumlah Kredit Pajak (+)
PPh Kurang/Lebih Bayar

 

Berikut langkah-langkah menghitung PPh Badan untuk mengetahui jumlah pajak penghasilan badan terutang:

Langkah 1. Menghitung Penghasilan Bruto 

Penghasilan bruto adalah seluruh penghasilan bruto yang diterima/diperoleh oleh WP dari kegiatan usahanya. Sesuai Pasal 4 ayat (1) UU PPh.

Penghasilan ini disebut bruto karena belum dikurangi biaya operasional untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan tersebut.

Ilustrasi menghitung pajak penghasilan badan terutang

Langkah 2. Menghitung Penghasilan Neto Komersial

Penghasilan Neto Komersial = Penghasilan Bruto – Biaya Operasional

 

Langkah kedua adalah menghitung penghasilan neto komersial dengan mengurangi penghasilan bruto dengan biaya-biaya operasional.

Bagi Anda yang telah memiliki laporan laba rugi, Anda dapat menggunakannya sebagai dokumen sumber.

Penghasilan neto komersial akan menjadi dasar untuk perhitungan penghasilan neto fiskal.

Perbedaan antara penghasilan neto komersial dengan penghasilan neto fiskal adalah acuan perhitungannya.

Dalam menghitung penghasilan neto komersial, secara umum pengusaha akan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Sementara itu, saat menghitung penghasilan neto fiskal, WP Badan wajib berpedoman pada ketentuan perpajakan (UU PPh Pasal 6 ayat 1 dan pasal 9 ayat 1). 

Langkah 3. Menghitung Penghasilan Neto Fiskal (Koreksi Fiskal)

Penghasilan Neto Fiskal = Penghasilan Neto Komersial + Koreksi Fiskal

 

Perbedaan antara ketentuan komersial dan fiskal tersebut di atas, seringkali berakibat pada perbedaan hasil perhitungan penghasilan neto.

Selisih inilah yang disebut dengan koreksi fiskal yang memiliki pengaruh pada penghitungan PPh badan terutang. Koreksi fiskal sendiri sifatnya bisa berupa koreksi positif maupun koreksi negatif.

Note: Ketahui juga alasan Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

Langkah 4. Menghitung Penghasilan Kena Pajak

PKP = Penghasilan Neto Fiskal – Kompensasi Kerugian

 

Setelah melakukan rekonsiliasi fiskal pada langkah sebelumnya, langkah selanjutnya adalah menghitung besarnya penghasilan kena pajak.

PKP didapat dari mengurangi penghasilan neto fiskal dengan sisa kerugian tahun pajak sebelumnya.

Ketentuan tentang kerugian yang dapat dikompensasikan diatur lebih lanjut pada UU PPh Pasal 6 ayat (2).

Ilustrasi pengusaha yang wajib menghitung pajak penghasilan terutang

Langkah 5. Menghitung Pajak Penghasilan Badan Terutang

PPh Terutang = Penghasilan Kena Pajak x Tarif PPh Badan

 

Untuk menghitung pajak penghasilan, WP harus mengalikan PKP dengan tarif PPh Badan yang berlaku. 

Tarif yang berlaku bagi setiap perusahaan pun berbeda-beda. Bagi badan usaha yang pendapatan brutonya lebih besar dari Rp50 miliar/tahun akan dikenai tarif pajak tunggal sebesar 25%. 

Sementara untuk badan usaha yang pendapatan brutonya antara Rp4,8 miliar s.d. Rp50 miliar, badan usaha tersebut dapat dikenai dua jenis tarif, sesuai UU PPh Pasal 31E.

  • Pertama, tarif sebesar 12,5% untuk PPh yang mendapatkan fasilitas (yaitu pendapatan bruto hingga sama dengan Rp4,8 miliar)
  • Kedua, tarif sebesar 25% untuk PPh yang tidak mendapatkan fasilitas (pendapatan bruto Rp4,8 miliar-Rp50 miliar)

Langkah 6. Menghitung Kredit Pajak

Dalam tahun pajak berjalan, WP seringkali telah membayar pajak melalui prosedur pemotongan dan pemungutan pajak oleh pihak lain, atau atas pembayaran yang dilakukan oleh WP Badan sendiri.

Pembayaran tersebut angsuran pembayaran pajak yang dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak penghasilan (PPh) terutang, kecuali untuk pajak bersifat final.

Aturan lebih lanjut mengenai kredit pajak terdapat pada UU PPh Pasal 28. 

Note: Penjelasan terkait kredit pajak, baca Kredit Pajak: Aturan Kelebihan dan Kekurangan Pajak Terutang

Langkah 7. Menghitung PPh Kurang/Lebih Bayar

PPh Kurang/ Lebih Bayar = PPh Terutang – Kredit Pajak

 

Langkah terakhir adalah mengurangi PPh terutang dengan kredit pajak. Perhitungan ini akan menghasilkan status pajak lebih bayar, kurang bayar, maupun nihil.

Status lebih bayar dapat diartikan ada kelebihan pembayaran pajak yang dapat direstitusikan. Status kurang bayar artinya ada pajak yang masih harus dibayarkan oleh WP bersangkutan.

Sedangkan status nihil artinya impas atau tidak ada kelebihan maupun kekurangan pembayaran pajak.

Jenis Pajak Penghasilan Terbaru dan TarifnyaIlustrasi menghitung pajak penghasilan badan terutang

Mengurus Pajak Penghasilan Badan dengan KlikPajak

Langkah-langkah perhitungan pajak penghasilan badan cukup rumit, terutama pada proses perhitungan penghasilan neto dan koreksi fiskal.

Namun ada cara mudah melakukannya, yakni dengan aplikasi pajak online Klikpajak. Karena terintegrasi menggunakan aplikasi keuangan Jurnal by Mekari dan aplikasi perpajakan digital Klikpajak.id sebagai add on.

Pastikan Anda menggunakan aplikasi perpajakan digital yang merupakan mitra resmi DJP, dengan demikian Anda dapat melanjutkan proses pembayaran, pelaporan serta pengarsipan dokumen dengan mudah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan DJP No. KEP-169/PJ/2018.

Fitur Lengkap Klikpajak

Klikpajak berbasis cloud yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan baik kapan pun dan di mana pun.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Ilustrasi lapor SPT setelah menghitung dan membayar pajak penghasilan badan terutang

e-Filing

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan saja dengan mudah.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Langkah-langkah membuat ID Billing dan Lapor SPT Pajak melaluie-Filing selengkapnya bisa dilihat di SINI

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, di antaranya:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Ketahui Batas Waktu Lapor SPT Tahunan/Masa

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

e-Faktur

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memungkinkan Anda bisa mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Membuat Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Contoh membuat Faktur Pajak di Klikpajak

e-Billing

Anda juga bisa membuat ID Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat Anda akan melakukan pembayaran pajak. Buat ID Billing di e-Billing Klikpajak, karena Klikpajak.id juga menerbitkan ID Billing resmi dari DJP

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Ke semua itu bisa Anda lakukan dengan mudah tanpa khawatir bukti bayar dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop. Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak online berbasis cloud.

Contoh fitur e-Bupot Klikpajak

e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 yang ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot juga semakin mudah dan cepat karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Ilustrasi tim support Klikpajak yang akan selalu siap membantu urusan perpajakan Anda

Tim Support Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED20 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: