Kewajiban SPT Taspen untuk Wajib Pajak Pensiunan - Klikpajak

Kewajiban SPT Taspen untuk Wajib Pajak Pensiunan

Membayar dan melaporkan pajak merupakan kewajiban pajak yang dimiliki oleh setiap wajib pajak di Indonesia. Pajak paling awam yang dibayarkan oleh subjek pajak perorangan sendiri adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan diterapkan pada penghasilan yang didapatkan oleh wajib pajak dalam satu periode waktu. Namun bagaimana kewajiban pajak jika wajib pajak sudah pensiun? Apakah ada yang harus dibayarkan? Apakah ada yang harus dilaporkan dengan SPT? Bagaimana dengan SPT Taspen?

Ketika seorang wajib pajak atau mungkin Anda yang membaca tulisan ini, sudah memasuki usia pensiun dan tidak bekerja secara aktif, Anda tetap memiliki kewajiban perpajakan. Bagaimana bisa? Sebab Anda masih menerima dana pensiun yang menjadi pemasukan Anda secara rutin. Di luar itu, Anda masih memiliki berbagai aset dengan atas nama Anda sebagai pemiliknya. Meski tidak secara langsung memiliki kewajiban membayar, Anda memiliki kewajiban untuk melaporkan Surat Pemberitahuan secara berkala.

 

Kewajiban Pembayaran Pajak

Pembayaran pajak, khususnya pajak penghasilan, dilakukan secara rutin setiap periode waktu baik secara langsung maupun dengan dipungut atau dipotong oleh pihak lain. Setiap kali dibayarkan, pajak ini memiliki bukti transaksi sebagai berkas valid bahwa kewajiban pajak telah dilaksanakan. Pada konteks pensiunan sendiri, pajak penghasilan tidak lagi perlu dibayarkan karena diasumsikan pensiunan tidak memiliki penghasilan aktif.

Namun demikian, jika Anda telah memasuki usia pensiun dan memiliki penghasilan lain di luar dana pensiun, Anda tetap memiliki kewajiban untuk melaporkan penghasilan tersebut. Katakanlah Anda memiliki bisnis kecil-kecilan dengan omzet yang masih di bawah batas Pajak Final. Maka Anda memiliki kewajiban untuk membayarkan Pajak Final UMKM sesuai dengan aturan yang ada.

Pada kasus lain, dimana Anda memiliki penghasilan dari bunga deposito, Anda juga memiliki kewajiban untuk membayar pajaknya. Terdapat peraturan tertentu yang mengatur mengenai pajak deposito ini. Aturan ini yang kemudian menjadi acuan untuk melaksanakan kewajiban perpajakan Anda. Jangan sampai setelah pensiun malah Anda melakukan pelanggaran pajak akibat kurangnya pengetahuan mengenai kewajiban pajak seperti ini.

 

Pelaporan Pajak

Untuk pelaporan pajak sendiri, setiap wajib pajak yang masih hidup di Indonesia berkewajiban untuk menuntaskan kewajiban perpajakannya. Surat Pemberitahuan Tahunan merupakan laporan yang wajib dilakukan oleh setiap wajib pajak dengan NPWP, bahkan jika wajib pajak tersebut tidak memiliki penghasilan sama sekali. SPT Taspen kemudian digunakan untuk pelaporan wajib pajak yang sudah pensiun dan menerima dana pensiun dari PT Taspen atau perusahaan.

Anda tidak lagi menggunakan formulir 1770S atau 1770SS dalam pelaporan pajak tahunan yang Anda lakukan, namun menggunakan formulir 1770. Formulir SPT Taspen ini kemudian berisikan tentang pewarisan, hibah, penjualan atau pembelian aset baru, dan lain sebagainya secara detail dan rinci. Untuk jenis penghasilan dari aset yang dimiliki, seperti misalnya bunga deposito, juga turut dilaporkan dalam formulir ini dengan jelas.

Sedikit tambahan yang perlu diingat dan diperhatikan, bahwa pelaporan dengan formulir 1770 untuk pensiunan sendiri disertai dengan formulir 1721-A2 untuk pensiunan aparatur sipil negara. Formulir ini bisa didapatkan dengan mengakses situs PT Taspen secara langsung dan mencetaknya. Formulir ini yang digunakan sebagai bukti bahwa kewajiban pajak penghasilan telah dilaksanakan dan menjadi bukti valid selesainya kewajiban perpajakan periode tersebut.

 

Prosedur Pembuatan SPT

Mungkin banyak diantara Anda yang berstatus pensiun dan masih kurang memahami tentang pelaporan pajak secara online seperti ini. Prosesnya sebenarnya mudah, jika Anda telah bekerja di perusahaan atau sebagai ASN, Anda telah memiliki syarat utama yang diperlukan, yakni Nomor Pokok Wajib Pajak. Kini juga biasanya pemberi kerja telah melakukan prosedur secara online sehingga Anda tinggal mengikuti prosesnya saja.

Pelaporan SPT Taspen sendiri sebenarnya sama dengan yang dilakukan pada pelaporan lain. Hanya saja, karena status Anda sudah menjadi pensiunan, SPT ini harus dilaporkan secara mandiri tanpa bantuan pemberi kerja lagi. Kuncinya dalam pelaporan SPT untuk pensiunan adalah penggunaan formulir 1770 dengan lampiran formulir 1721-A2. Dengan catatan Anda tidak memiliki pendapatan aktif yang lain.

Jika Anda memiliki pendapatan lain yang bersifat aktif, seperti usaha dagang atau sebagainya, formulir yang digunakan bukan formulir 1770, karena status wajib pajak Anda tidak dilihat dari status pekerjaan, namun pemasukan. Sesuaikan penggunaan formulir pelaporan SPT dengan formulir 1770S atau 1770SS menurut besaran penghasilan yang Anda terima setiap bulan atau tahunnya.

 

Pengurusan pajak untuk pensiunan memang bukan hal yang sulit. Hanya saja, hal ini menjadi sedikit rumit karena kurang pahamnya wajib pajak pensiunan pada prosedur yang harus dilakukan.

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan pelaporan SPT Taspen, Anda bisa menggunakan kanal Klikpajak. Kanal ini merupakan mitra resmi dari DJP, sehingga transaksinya dijamin aman dan sah. Selain itu Anda juga dapat menggali berbagai informasi perpajakan, seperti yang tercantum dalam artikel ini, pada situs Klikpajak. Segera daftar dan gunakan Klikpajak untuk kemudahan pelaksanaan kewajiban pajak Anda!

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED06 Aug 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: