Kebijakan Pajak Berbagai Negara di Situasi COVID-19 - Klikpajak

Kebijakan Pajak Berbagai Negara di Situasi COVID-19

Fenomena pandemi Virus COVID-19 memberikan pukulan keras terhadap perekonomian global. Bencana berskala internasional ini tidak hanya mengancam nyawa jutaan orang, tetapi juga memunculkan potensi krisis keuangan yang lebih besar dari tahun 2009.

Demi menyelamatkan pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan berada di bawah 2,9 persen pada tahun 2020 ini, para pemimpin dunia terus bekerja keras dalam menggodok kebijakan pajak di berbagai negara dan menghapus kekhawatiran akan krisis keuangan.

Kebijakan Pajak di Berbagai Negara 

Dalam meminimalisasi dampak pandemi di bidang perekonomian, beberapa negara mengandalkan penyesuaian sistem pajak yang diterapkan di tengah wabah, terutama negara-negara di Asia. 

Setidaknya tiga langkah yang menjadi tren dan dirasa mampu mengurangi beban dalam kewajiban pembayaran pajak.

Pertama, menerapkan keringanan dalam persentase pajak penghasilan yang dibebankan kepada Wajib Pajak (WP) serta percepatan restitusi atas biaya-biaya tertentu terhadap penghasilan kena pajak. Beberapa negara Asia seperti Jepang, India, Korea dan Vietnam mengeluarkan kebijakan pajak ini selama wabah melanda.

Kedua, kebijakan lain yang juga diterapkan beberapa negara di dunia untuk memerangi Virus Covid-19 adalah relaksasi dalam sektor administrasi pajak. Beberapa negara seperti Hong-Kong, Taiwan, dan Thailand melakukan perpanjangan masa pelaporan pajak hingga beberapa bulan sehingga para WP menjadi lebih leluasa untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka.

Ketiga, dalam kebijakan pajak yang diterapkan beberapa negara kala wabah Virus Covid-19 berlangsung adalah memberikan donasi langsung berupa izin pemberian suntikan dana terhadap pajak penghasilan individu maupun badan. Jepang menjadi salah satu negara yang telah menerapkan kebijakan ini.

Perekonomian di Indonesia

Kekhawatiran terjadinya krisis keuangan terus mencuat akibat terhambatnya roda perekonomian karena keputusan penerapan social distancing yang dilakukan berbagai negara, termasuk Indonesia, demi menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Virus Covid-19 yang tengah melanda nusantara membuat munculnya skenario terburuk bagi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini, yaitu 2,5% hingga 0%. Sementara itu, Bank Indonesia juga melakukan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi 4,2% – 4,6% dari 5% – 5,4%.

Lesunya perekonomian tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Untuk merespon hal tersebut, ada berbagai kebijakan yang dikeluarkan di tiap-tiap negara yang dirasa tepat untuk menghadapi situasi sulit ini.

Note: Meski perusahaan rintisan atau startup yang didirikan ini jauh dari kata untung lantaran masih bakar duit, bukan berarti layak mengabaikan kewajiban pajaknya. Baca selengkapnya Solusi Pajak bagi “Startup” yang Lagi Bakar Duit

Kebijakan Pajak Indonesia di Tengah Wabah COVID-19

Sistem Kerja Kantor Akuntan dan Pajak Akibat COVID-19!

Merespon kelesuan perekonomian, Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat dengan beberapa stimulus fiskal, termasuk insentif pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak Perseorangan dan Badan Usaha.

Melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 tahun 2020, pemerintah memberikan empat jenis insentif pajak kepada WP

Insentif tersebut yaitu Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21, PPh pasal 22 Impor, PPh pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai.

Selain insentif pajak, Direktorat Jenderal Pajak juga menerapkan terhadap tata cara baru dalam penunaian kewajiban pajak, yaitu pelaporan pajak mereka secara online, mulai dari pengisian formulir hingga penyerahan dokumen. Sistem baru yang harus diikuti ini tentunya memunculkan kesulitan bagi mereka yang belum terbiasa melakukan pelaporan pajak secara online.

Untuk membantu Anda dalam segala urusan perpajakan Anda, KlikPajak hadir sebagai mitra resmi dari Dirjen Pajak untuk memberikan layanan mulai dari pembuatan ID Biling, pengisian berbagai formulir yang diperlukan, hingga pengarsipan dokumen pajak. 

Baca juga: Insentif Pajak 2020, Akankah Mencegah PHK Massal?

Bayar Pajak secara Online di Tengah Pandemi

Meskipun di tengah pandemi, Anda dapat membayar pajak secara online menggunakan aplikasi Klikpajak. Berikut cara menggunakan Klikpajak:

Aktivasi Pajak

1. Cara aktivasi pajak adalah dengan mengajukan EFIN dan sertifikat elektronik pajak bagi yang belum memilikinya.

2. Jika permohonan sertifikat elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situs resmi DJP di efaktur.pajak.go.id.

Pendaftaran Akun di Klikpajak

1. Daftarkan akun Anda di Klikpajak dengan mencantumkan informasi yang terdiri dari Profil Pajak, NPWP, Nama Perusahaan, dan Jabatan.

2. Kemudian aktifkan fitur e-Filing dengan mencantumkan NPWP dan EFIN

Tunggu apalagi, lakukan urusan perpajakan Anda sekarang juga. Cukup daftarkan alamat email Anda di www.klikpajak.id dan nikmati kemudahan cara bayar, lapor, dan kelola pajak dengan mudah dalam satu aplikasi yang terintegrasi langsung dengan DJP. Tinggal klik, urusan perpajakan Anda langsung terupdate secara otomatis!


PUBLISHED23 Jun 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: