Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online

Panduan Lengkap Cara Membuat NPWP: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak (WP) sebagai sarana dalam melakukan kegiatan administrasi perpajakan, bayar dan lapor pajak. Sudah tahu cara buat NPWP online? Jika Sobat Klikpajak saat ini belum tahu cara bikin NPWP online, Klikpajak by Mekari akan memberikan panduan lengkap cara mengurus NPWP online yang mudah, mulai dari cara membuat NPWP online, syarat dan cara daftar NPWP online NPWP Pribadi.

Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat ini seperti sudah menjadi suatu keharusan.

NPWP dapat dikatakan yang berfungsi sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Pasal 1 Nomor 6 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, menjelaskan NPWP adalah identitas atau tanda pengenal bagi WP yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Lalu, bagaimana cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online yang mudah?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya mengelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk mendukung kinerja perusahaan.

Ingin tahu cara mudah kelola pajak dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan atau usaha hanya di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar dan melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun Sobat Klikpajak berada, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak by Mekari, kelola e-Faktur dan e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena Klikpajak terintegrasi dengan software akuntansi online Jurnal.id.

Termukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenta by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan dan perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

NPWP terdiri dari 15 digit angka.

Pada sebuah nomor NPWP, sembilan digit pertama adalah kode unik dari identitas WP.

Kode unik inilah yang membuat data perpajakan seorang WP tidak akan tertukar dengan orang lain.

Tiga digit nomor NPWP selanjutnya adalah kode dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang menerbitkan NPWP tersebut.

Jika terdaftar sebagai WP baru, maka kode tersebut merupakan kode tempat WP melakukan pendaftaran.

Akan tetapi, bila statusnya sebagai WP lama, maka itu adalah kode tempat WP saat ini.

Tiga digit terakhir pada sebuah nomor NPWP menjelaskan status WP.

Untuk kode 000 berarti pusat atau tunggal. Sedangkan jika tiga digit terakhir 00x (002,003) itu artinya cabang dengan nomor terakhir menunjukkan urutan cabang.

Temukan cara mudah dan cepat kelola e-Faktur dengan menarik data langsung dari pembukuan online hanya di e-Faktur Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang!

Untuk lebih jelasnya begini,

Contoh format NPWP yang berisi 15 digit angka yang menunjukkan status atau jenis NPWP adalah 00.000.000.0-000.000

Berikut penjelasan dari 15 digit kode seri NPWP tersebut adalah:

1. Keterangan jumlah digit pada NPWP

  • 9 digit pertama adalah kode unik dari identitas wajib pajak, contoh: 12.345.678.9-000.000
  • 3 digit selanjutnya adalah kode unik dari KPP tempat WP mendaftar (jika WP lama sebagai kode tempat WP saat ini), contoh: 00.000.000.0-123.000
  • 3 digit terakhir adalah status Wajib Pajak, contoh: 00.000.000.0-000.123

2. Keterangan digit angka NPWP pusat atau cabang

  • 000 artinya pusat atau tunggal, contoh: 12.345.678.9-123.000
  • 00x contoh; 001, 002, artinya cabang, dengan nomor terakhir menunjukkan urutan cabang, contoh: 12.345.678.9-001.002

3. Cara baca digit NPWP yang menunjukkan identitas Wajib Pajak

  • 01 sampai 03 adalah Wajib Pajak Badan, contoh: 00.000.001.0-000.000
  • 04 dan 06 adalah Wajib Pajak Pengusaha, contoh: 00.000.004.0-000.000
  • 05 adalah Wajib Pajak Karyawan, contoh: 00.000.005.0-000.000
  • 07 sampai 09 adalah Wajib Pajak Orang Pribadi, contoh: 00.000.007.0-000.000

Itulah sekilah mengenai NPWP, berikutnya adalah panduan lengkap cara membuat NPWP online, apa saja syarat cara bikin NPWP online dan cara daftar NPWP online.

Selengkapnya berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari seputar cara buat NPWP online atau cara mengurus NPWP online untuk Sobat Klikpajak.

Ketahui Jenis NPWP Sebelum Cara Membuat NPWP Online (Cara Daftar NPWP Online)

Sebelum mulai ke tahap cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online, sebagaiknya ketahui jenis NPWP yang ada.

NPWP dibedakan menjadi dua berdasarkan jenisnya, yakni:

1. NPWP Pribadi

NPWP Pribadi ini diberikan kepada setiap orang yang punya penghasilan di Indonesia.

2. NPWP Badan

Sedangkan NPWP Badan, diberikan kepada perusahaan atau badan usaha yang mempunyai penghasilan di Indonesia.

Lalu, siapa saja yang berhak punya NPWP?

Jawabnya, ada lima pengelompokan.

Perusahaan juga wajib tahu Apa Saja Implikasi Pemanfaatan Insentif Pajak pada Pelaporan SPT Tahunan?

Berikut 5 pengelompokan NPWP berdasarkan subjek Wajib Pajak (WP):

1. Orang Pribadi perempuan yang sudah menikah dan memilih melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya yang terpisah dari suami.  

2. Badan atau perusahaan, yang memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar pajak, pemotong dan pemungut pajak berdasarkan Undang-Undang perpajakan.

3. Wajib Pajak Badan, yang hanya memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong atau pemungut pajak sesuai ketentuan peraturan Undang-Undang perpajakan.

4. Bendahara, yang ditunjuk sebagai yang pemotong atau pemungut pajak sesuai peraturan Undang-Undang perpajakan.

5. Wajib Pajak Pribadi, selain semua yang disebutkan diatas dan dapat memilih mendaftarkan dirinya untuk memperoleh NPWP.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineIlustrasi cara membuat NPWP Online atau cara daftar NPWP online

Fungsi NPWP yang Harus Dipahami Sebelum Mulai Cara Membuat NPWP Online dan Daftar NPWP Online

Setelah mengetahui tahapan cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online, berikutnya ketahui apa saja sebenarnya fungsi NPWP itu.

NPWP memiliki beberapa fungsi dan manfaat dalam banyak hal, baik itu dalam bidang perpajakan maupun selain perpajakan.

Apa saja fungsi dan manfaat NPWP ini?

a. Fungsi dan Manfaat NPWP untuk Perpajakan

Manfaat atau fungsi NPWP di bidang perpajakan seperti berikut:

1. Kode unik agar data perpajakan tidak akan tertukar dengan yang lainnya

2. Untuk mengurus proses restitusi atau bila pajak yang dibayar kelebihan. Syarat utama mengurusnya adalah menunjukkan NPWP

3. Ada perbedaan besaran tarif pajak bagi mereka yang memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP

Misalnya, untuk pajak PPh pasal 21, yang tidak punya NPWP, maka tarif pajak yang dikenakan 20% atau lebih besar daripada mereka yang punya NPWP.

Membuat Bukti Potong dan lapor SPT PPh 23/26 juga lebih mudah dan cepat dengan menarik data langsung dari pembukuan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang!

b. Fungsi dan Manfaat NPWP Selain Perpajakan

Sedangkan fungsi NPWP di luar urusan perpajakan adalah:

1. Sebagai salah satu syarat pengajuan kredit (utang) ke bank

2. NPWP juga diperlukan bagi mereka yang punya usaha untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

3. Syarat yang harus dilampirkan dalam berbagai transaksi keuangan

4. Dan berbagai transaksi lainnya.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineIlustrasi cara membuat NPWP online dan pebisnis yang wajib memiliki NPWP

Dokumen yang Harus Disiapkan, Syarat Cara Membuat NPWP Online dan Cara Daftar NPWP Online

Cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online harus disertai dengan dokumen pelengkap yang disyaratkan.

Untuk mendapatkan NPWP, ada dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi.

WP pribadi dan mereka yang mempunyai usaha (wirausahawan), tidak sama dokumen pengajuan pembuatan NPWP-nya.

a. Dokumen untuk Membuat NPWP Pribadi

Pembuatan NPWP Orang Pribadi sendiri memiliki persyaratan yang berbeda tergantung statusnya, apakah karyawan atau PNS, pengusaha, pekerja lepas (freelancer), maupun wanita yang sudah menikah dan memilih pisah harta.

Selain melengkapi dokumen, Sobat Klikpajak juga harus mengisi formulir pengajuan permohonan pembuatan NPWP Pribadi.

Contoh Formulir NPWP Pribadi jika pengajuan NPWP datang langsung ke KPP, seperti berikut ini:

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineCara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineFormulir Pendaftaran NPWPContoh formulir pendaftaran NPWP offline selain cara membuat NPWP online

Berikut dokumen yang harus disiapkan sebagai syarat pengajuan NPWP Orang Pribadi sesuai dengan statusnya yang harus diperhatikan dalam langkah-langkah cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online:

1. NPWP Pribadi untuk Karyawan/PNS

Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) yang ingin memiliki nomor NPWP, harus  mengisi Formulir Pendaftaran dan melengkapi dokumen yang diperlukan, yakni fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Sedangkan jika pemohon NPWP itu adalah Warga Negara Asing (WNA), maka harus melampirkan fotokopi Paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineNPWP Pribadi Karyawan/PNS dan cara membuat NPWP online

2. NPWP Pribadi untuk Pengusaha/Pekerja Bebas

Jika yang mengajukan permohonan pembuatan NPWP adalah pelaku usaha atau pekerja bebas, maka harus melengkapinya dengan KTP bagi WNI, dokumen yang menunjukkan tempat dan jenis kegiatan usahanya dan surat keterangan dari penyedia jasa aplikasi online yang bermitra dengannya.

Jika WP pengusaha atau pekerja bebas ini adalah WNA, maka harus melengkapi dokumen diri seperti fotokopi paspor, KITAS atau KITAP, Surat Keterangan Kegiatan Usaha atau pekerjaan bebas dari instansi berwenang dan surat keterangan di bermeterai yang menyatakan menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

Note: Cara Hitung Pajak Content Creator, Cara Bayar dan Lapor Pajaknya

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineNPWP Pribadi Pengusaha/Pekerja Bebas dan cara membuat NPWP online

3. NPWP untuk Wanita Menikah

Jika wanita yang berstatus menikah dan memilih melakukan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah, maka dibutuhkan:

  • Identitas perpajakan suami
  • Dokumen yang menyatakan hubungan perkawinan (Buku Nikah) atau Kartu Keluarga (KK)
  • Dokumen yang menyatakan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan istri dilakukan terpisah dari suami
  • Apabila istri berwirausaha atau pekerjaan bebas, maka dibutuhkan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis dan tempat/lokasi kegiatan usaha atau keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang merupakan mitra usaha Wajib Pajak.

Untuk perempuan yang sudah menikah, pada dasarnya pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakannya tergabung dengan suami. Dengan begitu, WP wanita yang sudah menikah, tidak perlu mendaftarkan NPWP lagi jika tidak memilih pisah harta/penghasilan dengan suami.

Untuk menggali informasi lebih dalam soal ini bisa membuka pajak.go.id, lalu pada menu klik Orang Pribadi Karyawan/ Melakukan Pekerjaan Bebas. Selanjutnya, pilih submenu Daftar. 

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineNPWP Pribadi Wanita Menikah dan cara membuat NPWP online

b. Dokumen untuk Membuat NPWP Badan

Pembuatan NPWP Badan maupun Bendahara berbeda dengan WP Pribadi.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan NPWP Badan dan NPWP Bendahara sedikit lebih kompleks karena ada beberapa persyarata khusus yang perlu dilampirkan.

Note: Pelajari lebih jelas dokumen yang harus dilampirkan dan syarat membuat NPWP Badan.

Di Mana Membuat NPWP Pribadi atau Cara Daftar NPWP Online dan Offline?

Ada tiga saluran yang bisa dipilih untuk dapat mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

1. Datang langsung ke Kantor Pajak

Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal/tempat kegiatan usaha masing-masing WP.

2. Lewat pos  

Pengajuan pembuatan NPWP melalui pos ini berarti harus mengirimkan formulir pendaftaran dengan melampirkan dokumen yang disyaratkan ke alamat KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal/kegiatan usaha masing-masing WP.

3. Membuat NPWP online 

Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak secara online atau daring ini melalui situs resmi Ditjen Pajak pada ereg.pajak.go.id.

Ikuti langkah-langkah pengajuan daftar NPWP online sesuai petunjuk dan mengisi formulir yang tersedia serta melampirkan dokumen yang diperlukan.

Ingat, semua dokumen persyaratan pembuatan NPWP disiapkan dalam bentuk elektronik dengan cara dipindai (scan) atau difoto untuk pengajuan NPWP secara online.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineDaftar NPWP Online dan cara membuat NPWP online

Cara Membuat NPWP Online atau Cara Daftar NPWP Online Pribadi

Dari ketiga pilihan pembuatan NPWP, tentu cara yang paling praktis karena tidak harus meluangkan waktu dan tenaga ke KPP adalah dengan cara online.

Berikut tahapan langkah-langkah pembuatan atau daftar NPWP online:

1. Buat Akun di e-Reg di DJP

Bagi WP yang belum memiliki akun e-Reg Pajak, bisa membuatnya dengan mengakses situs e-Reg pajak ereg.pajak.go.id.

Situs ereg.pajak.go.id adalah website yang dibuat DJP khusus untuk melayani pembuatan NPWP secara online.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

2. Mendaftar 

Setelah masuk dalam portal ereg.pajak.go.id tersebut, isilah data pendaftaran dengan memasukkan alamat Email, isikan kode yang tertera pada Captcha, silakan klik “Daftar”.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

3. Aktivasi e-Reg

Cek inbox email yang digunakan untuk mendaftar, ikuti petunjuk dari DJP yang tertuang dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.

Yakni, mengklik atau menyalin tautan/link yang dikirimkan DJP untuk dilakukan aktivasi.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

4. Isi Formulir Pendaftaran

Setelah mengklik tautan aktivasi, akan diarahkan pada laman e-Reg Pajak pada langkah ke-2.

Pada laman ini, isi data sesuai petunjuk kolom yang ada, mulai dari Jenis WP (apakah Orang Pribadi atau Badan).

Kemudian isikan nama sesuai KTP, alamat email. dan membuat password, nomor ponsel, dan mengisi jawaban dari kolom pertanyaan yang diajukan.

Lalu, masukkan kode captcha dan klik “Daftar”.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

5. Konfirmasi dan Notifikasi

Setelah klik “Daftar” pada langkah ke-2 itu, Sobat Klikpajak akan mendapatkan konfirmasi pendaftaran akun berhasil.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

Berikutnya juga akan ada notifikasi pemberitahuan bahwa pendaftaran NPWP berhasil.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

6. Aktivasi Akun

Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya cek inbox email Sobat Klikpajak yang dikirimkan DJP.

Kemudian klik tautan atau link aktivasi.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

 

7. Memulai Pendaftaran NPWP Online NPWP Pribadi

Berikutnya, login ke ereg.pajak.id/login, masukkan alamat email dan password yang dibuat pada saat daftar ereg sebelumnya.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

8. Isi Formulir dengan Lengkap

Pada langkah ini, isi kolom sesuai petunjuk yang mana terdapat 10 formulir pendaftaran yang wajib Sobat Klikpajak isi.

a. Formulir ke-1, kategori wajib pajak

Pada formulir ini ada pilihan kategori yaitu orang pribadi dan juga wanita atau istri yang ingin memisahkan hak kewajiban pajaknya. 

Di bawahnya ada pilihan status wajib pajak yang terdiri dari NPWP pusat, cabang, dan OPPT.

Untuk NPWP Pribadi, Sobat Klikpajak bisa memilih status – pusat.

Jika Sobat Klikpajak memiliki usaha bisa memilih status OPPT (Orang Pribadi Pengusaha Tertentu).

OPPT biasanya berlaku apabila memiliki usaha atau tergabung dalam sebuah organisasi.

Di dalam formulir ini juga terdapat kolom NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor kartu keluarga, pastikan Sobat Klikpajak mengisi dengan benar.

Jika tidak, maka sistem akan melarang Sobat Klikpajak untuk mengisi formulir selanjutnya.

b. Formulir ke-2, formulir identitas diri

Formulir ini berisi identitas data diri pribadi. Ingat! Sobat Klikpajak perlu mengisinya sesuai KTP. Pastikan juga nomor yang dicantumkan adalah nomor yang dapat dihubungi.

c. Formulir ke-3, formulir sumber penghasilan utama

Jika Sobat Klikpajak berhasil mengisi formulir kedua, Sobat Klikpajak akan diarahkan untuk mengisi formulir sumber penghasilan utama.

Di sini yang sering menjadi pertanyaan, “bagaimana jika Saya belum memiliki penghasilan?”

Apabila Sobat Klikpajak mengisinya penghasilan nol biasanya permohonan NPWP Sobat Klikpajak ditolak karena belum memenuhi persyaratan wajib pajak yaitu memiliki penghasilan Rp4.500.000 per-bulan.

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

Jika Sobat Klikpajak sebagai Pekerja Bebas

Jika Sobat Klikpajak seorang freelancer atau pekerja bebas, Sobat Klikpajak tetap diwajibkan untuk memiliki NPWP sebagai bukti wajib pajak.

Pada formulir ini, Sobat Klikpajak bisa mengisi rata-rata penghasilan Sobat Klikpajak dalam satu bulan.

d. Formulir ke-4, formulir alamat KTP, domisili dan alamat usaha jika memiliki usaha

e. Formulir ke-5, formulir info tambahan

Formulir info tambahan ini berisi jumlah tanggungan (maksimial 3 tanggungan) dan juga kisaran penghasilan Sobat Klikpajak per bulannya.

f. Formulir ke-6, formulir persyaratan

Jika Sobat Klikpajak wajib pajak pribadi. Cukup mengunggah file KTP terbaru.

Jika bukan wajib pajak pribadi atau wajib pajak istri maka Sobat Klikpajak diwajibkan mengunggah file sesuai dengan persyaratan.

g. Formulir ke-7, formulir pernyataan

Di sini Sobat Klikpajak wajib mencentang kotak benar untuk menyetujui syarat dan ketentuan.

Sobat Klikpajak juga diwajibkan mengisi kotak lengkap sebagai bentuk pernyataan kelengkapan isian data pada tiap formulir. Kemudian klik simpan.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP online

10. Print atau Cetak Formulir

Silakan cetak Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara.

Bubuhi dengan tanda tangan. Kemudian satukan dengan berkas kelengkapan yang telah disiapkan.

11. Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak 

Scan semua dokumen persyaratan dan formulir permohonan pembuatan NPWP, lalu upload dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registration di portal https://ereg.pajak.go.id/.

Setelah Anda mengisi semua formulir secara lengkap. maka akan muncul status pendaftaran Sobat Klikpajak di dashboard situs ereg pajak.

  • Di sana Sobat Klikpajak harus menekan tombol “Kirim Token“, dan harus mengisi captcha, lalu klik “Submit”.
  • Selanjutnya sistem akan mengirimkan token ke email Sobat Klikpajak. Biasanya proses respon berlangsung selama satu menit. Jika tidak lekas direspon oleh sistem, Sobat Klikpajak bisa mengklik tombol “Token” lagi.
  • Setelah Sobat Klikpajak mendapatkan token, Sobat Klikpajak bisa menyalin token tersebut dan masuk kembali ke menu dashboard. Lalu, klik, “Kirim” dan paste kode token tersebut dalam kolom token. Selanjutnya Sobat Klikpajak klik Kirim permohonan.
  • Setelah selesai isi formulir, klik tombol “Token” (kode rahasia) yang ada pada dashboard. Kemudian cek email Sobat Klikpajak. Bila setelah 1 menit, token belum juga dikirim, silakan klik tombol “Token” lagi.

Alternatif lain atau jika jaringan internet sedang tidak mendukung, berkas dapat diserahkan langsung ke KPP atau dikirim melalui Pos.

Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.

Bebas ribet, setor pajak bisa langsung membuat Kode Billing sekaligus bayar pajak via virtual account bank hanya dalam satu platform di e-Billing Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang, Gratis!

8. Cek status 

Setelah mengirimkan atau meng-upload dokumen untuk pembuatan NPWP, WP bisa mengecek status pendaftaran NPWP melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e-Registration.

  • Sobat Klikpajak bisa menunggu beberapa jam untuk menunggu konfirmasi persetujuan.
  • Jika tidak disetujui, biasanya ada keterangan dari sistem apa yang menyebabkan Sobat Klikpajak tidak disetujui permohonannya.
  • Apabila diterima atau disetujui, Sobat Klikpajak juga tetap mendapat pemberitahuan bahwa permohonan Sobat Klikpajak diterima.

Jika ditolak, tandanya WP harus memperbaiki beberapa data yang dianggap kurang lengkap. Setelah diterima, Sobat Klikpajak akan mendapatkan kartu NPWP.

Biasanya kartu Nomor Pokok Wajib Pajak waktu pengiriman berlangsung selama tiga hari kerja dan paling lama dua minggu terhitung hari kerja.

Biasanya kartu Nomor Pokok Wajib Pajak akan dikirimkan melalui layanan POS.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineIlustrasi cara membuat Nomor Pokok Wajib Pajak online berhasil

Menunggu Hasil Membuat NPWP Pribadi dan Daftar NPWP Online

1. Cara memeriksa nomor NPWP

Buka situs ereg.pajak.go.id, isi kolom Nomor Pokok Wajib Pajak dengan lengkap, tunggu beberapa detik Sobat Klikpajak akan diarahkan ke kolom email.

Jika Nomor Pokok Wajib Pajak Sobat Klikpahak masih aktif, nomor dan identitas lainnya munculs ecara otomatis.

Jika tidak, maka Nomor Pokok Wajib Pajak Sobat Klikpajak tidak atau belum aktif.

2. Lama Pengiriman kartu NPWP

Lama waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman kartu Nomor Pokok Wajib Pajak tergantung jasa pengiriman dan situasi layanan.

Biasanya hari ini Sobat Klikpajak mendaftar dan disahkan permohonannya, maka hari itu juga akan dikirim.

3. Kartu NPWP belum sampai ke rumah

Sobat Klikpajak bisa menghubungi KPP pemroses atau mendatanginya langsung untuk konfirmasi.

Note: EFIN Pajak Pribadi: Cara Mendapatkan, Daftar, Aktivasi, Permohonan EFIN Online

Ketentuan untuk Mendapatkan NPWP Pribadi

1. Jika belum punya penghasilan, Apakah bisa mendaftarkan NPWP?

Menurut UU KUP pasal 2 dimana ada ketentuan minimum penghasilan maka bagi yang belum bekerja tidak diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

Namun apabila untuk kebutuhan lamar pekerjaan. Sobat Klikpajak bisa meminta surat keterangan status pekerjaan dari kelurahan setempat.

Selain itu ketika mengisi status pekerjaan, Anda bisa memilih sebagai pekerja lepas atau wiraswasta.

2. Apakah perlu mengunggah slip gaji?

Biasanya tidak perlu, mengunggah dokumen hanya diperuntukkan bagi yang memiliki usaha atau pekerja bebas (freelancer)

Daftar NPWP online mudah, bukan?

Jadi, tidak ada alasan lagi tidak bayar pajak hanya karena belum punya Nomor Pokok Wajib Pajak.

Buat Nomor Pokok Wajib Pajak pertama Sobat Klikpajak sekarang juga, dan penuhi kewajiban perpajakan Sobat Klikpajak dengan baik.

Karena membuatnya pun sangat mudah, tinggal siapkan dokumen dan lakukan daftar NPWP online di mana saja serta kapan pun Sobat Klikpajak inginkan.

Setelah selesai tahap cara bikin NPWP online atau cara mengurus NPWP online dan memperoleh kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, kewajiban selanjutnya sebagai WP adalah membayar dan melaporkan pajak penghasilan Sobat Klikpajak.

Agar lebih mudah membayar dan melaprokan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Sobat Klikpajak, gunakan aplikasi Klikpajak.id.

Cara Membuat NPWP Online, Cara Daftar NPWP Online dan cara bikin NPWP onlineIlustrasi wajib pajak orang pribadi yang wajib punya dan tahu cara membuat NPWP online

Kenapa Lebih Mudah Urus Pajak di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

A. Gampang Bikin Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Menghitung Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung SPT Tahunan, pajak perusahaan berapa persen?

B. Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Sobat Klikpajak dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Menghitung Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung SPT Tahunan, pajak perusahaan berapa persen?

C. Lapor SPT Pajak di Klikpajak, Gratis!

Lapor SPT pajak penghasilan melalui e-Filing Klikpajak sangat cepat karena Sobat Klikpajak akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

D. Buat Kode Billing dan Setor Pajak hanya Satu Platform di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Menghitung Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung SPT Tahunan, pajak perusahaan berapa persen?

Kemanan Data Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Sobat Klikpajak dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

data protectionKeamanan data adalah yang utama

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Selalu Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu cara bikin NPWP onlin atau cara mengurus NPWP online, ya?

Itulah penjelasan cara membuat NPWP online dan cara daftar NPWP online

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED21 Apr 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: