Cara Membuat NPWP Online Terbaru: NPWP Pribadi, Daftar NPWP Online

Panduan Lengkap Cara Membuat NPWP: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak (WP) sebagai sarana dalam melakukan kegiatan administrasi perpajakan, bayar dan lapor pajak. Berikut panduan lengkap cara membuat NPWP online, mulai dari syarat dan cara daftar NPWP online NPWP Pribadi.

Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat ini seperti sudah menjadi suatu keharusan.

NPWP dapat dikatakan yang berfungsi sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Pasal 1 Nomor 6 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, menjelaskan NPWP adalah identitas atau tanda pengenal bagi WP yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

NPWP terdiri dari 15 digit angka.

Pada sebuah nomor NPWP, sembilan digit pertama adalah kode unik dari identitas WP.

Kode unik inilah yang membuat data perpajakan seorang WP tidak akan tertukar dengan orang lain.

Tiga digit nomor NPWP selanjutnya adalah kode dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang menerbitkan NPWP tersebut.

Jika terdaftar sebagai WP baru, maka kode tersebut merupakan kode tempat WP melakukan pendaftaran.

Akan tetapi, bila statusnya sebagai WP lama, maka itu adalah kode tempat WP saat ini.

Tiga digit terakhir pada sebuah nomor NPWP menjelaskan status WP.

Untuk kode 000 berarti pusat atau tunggal. Sedangkan jika tiga digit terakhir 00x (002,003) itu artinya cabang dengan nomor terakhir menunjukkan urutan cabang.

Itulah sekilah mengenai NPWP, berikutnya adalah panduan lengkap cara membuat NPWP, apa saja syarat mengajukan NPWP dan cara daftar NPWP online. Selengkapnya berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Table of Contents

Ketahui Jenis NPWP Sebelum Membuat NPWP Online Daftar NPWP Online

NPWP dibedakan menjadi dua berdasarkan jenisnya, yakni:

1. NPWP Pribadi

NPWP Pribadi ini diberikan kepada setiap orang yang punya penghasilan di Indonesia.

2. NPWP Badan

Sedangkan NPWP Badan, diberikan kepada perusahaan atau badan usaha yang mempunyai penghasilan di Indonesia.

Lalu, siapa saja yang berhak punya NPWP?

Jawabnya, ada lima pengelompokan.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Kode Billing dan Bayar Pajak Online di e-Billing

Berikut 5 pengelompokan NPWP berdasarkan subjek Wajib Pajak (WP):

1. Orang Pribadi perempuan yang sudah menikah dan memilih melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya yang terpisah dari suami.  

2. Badan atau perusahaan, yang memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar pajak, pemotong dan pemungut pajak berdasarkan Undang-Undang perpajakan.

3. Wajib Pajak Badan, yang hanya memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong atau pemungut pajak sesuai ketentuan peraturan Undang-Undang perpajakan.

4. Bendahara, yang ditunjuk sebagai yang pemotong atau pemungut pajak sesuai peraturan Undang-Undang perpajakan.

5. Wajib Pajak Pribadi, selain semua yang disebutkan diatas dan dapat memilih mendaftarkan dirinya untuk memperoleh NPWP.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineIlustrasi cara membuat NPWP Online WP memiliki NPWP

Fungsi NPWP yang Harus Dipahami Sebelum Membuat NPWP Online dan Daftar NPWP Online

NPWP memiliki beberapa fungsi dan manfaat dalam banyak hal, baik itu dalam bidang perpajakan maupun selain perpajakan.

Apa saja fungsi dan manfaat NPWP ini?

a. Fungsi dan Manfaat NPWP untuk Perpajakan

Manfaat atau fungsi NPWP di bidang perpajakan seperti berikut:

1. Kode unik agar data perpajakan tidak akan tertukar dengan yang lainnya

2. Untuk mengurus proses restitusi atau bila pajak yang dibayar kelebihan. Syarat utama mengurusnya adalah menunjukkan NPWP

3. Ada perbedaan besaran tarif pajak bagi mereka yang memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP

Misalnya, untuk pajak PPh pasal 21, yang tidak punya NPWP, maka tarif pajak yang dikenakan 20% atau lebih besar daripada mereka yang punya NPWP.

Note: Langkah-Langkah Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Karyawan di e-Filing

b. Fungsi dan Manfaat NPWP Selain Perpajakan

Sedangkan fungsi NPWP di luar urusan perpajakan adalah:

1. Sebagai salah satu syarat pengajuan kredit (utang) ke bank

2. NPWP juga diperlukan bagi mereka yang punya usaha untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

3. Syarat yang harus dilampirkan dalam berbagai transaksi keuangan

4. Dan berbagai transaksi lainnya.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineIlustrasi cara membuat NPWP online dan pebisnis yang wajib memiliki NPWP

Dokumen yang Harus Disiapkan, Sayarat Membuat NPWP Online dan Daftar NPWP Online

Untuk mendapatkan NPWP, ada dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi.

WP pribadi dan mereka yang mempunyai usaha (wirausahawan), tidak sama dokumen pengajuan pembuatan NPWP-nya.

a. Dokumen untuk Membuat NPWP Pribadi

Pembuatan NPWP Orang Pribadi sendiri memiliki persyaratan yang berbeda tergantung statusnya, apakah karyawan atau PNS, pengusaha, pekerja lepas (freelancer), maupun wanita yang sudah menikah dan memilih pisah harta.

Selain melengkapi dokumen, Anda juga harus mengisi formulir pengajuan permohonan pembuatan NPWP Pribadi.

Contoh Formulir NPWP Pribadi jika pengajuan NPWP datang langsung ke KPP, seperti berikut ini:

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineCara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineCara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineContoh formulir pendaftaran NPWP offline selain cara membuat NPWP online

Berikut dokumen yang harus disiapkan sebagai syarat pengajuan NPWP Orang Pribadi sesuai dengan statusnya:

1. NPWP Pribadi untuk Karyawan/PNS

Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) yang ingin memiliki nomor NPWP, harus  mengisi Formulir Pendaftaran dan melengkapi dokumen yang diperlukan, yakni fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Sedangkan jika pemohon NPWP itu adalah Warga Negara Asing (WNA), maka harus melampirkan fotokopi Paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineNPWP Pribadi Karyawan/PNS dan cara membuat NPWP online

2. NPWP Pribadi untuk Pengusaha/Pekerja Bebas

Jika yang mengajukan permohonan pembuatan NPWP adalah pelaku usaha atau pekerja bebas, maka harus melengkapinya dengan KTP bagi WNI, dokumen yang menunjukkan tempat dan jenis kegiatan usahanya dan surat keterangan dari penyedia jasa aplikasi online yang bermitra dengannya.

Jika WP pengusaha atau pekerja bebas ini adalah WNA, maka harus melengkapi dokumen diri seperti fotokopi paspor, KITAS atau KITAP, Surat Keterangan Kegiatan Usaha atau pekerjaan bebas dari instansi berwenang dan surat keterangan di bermeterai yang menyatakan menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

Note: Cara Hitung Pajak Content Creator, Cara Bayar dan Lapor Pajaknya

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineNPWP Pribadi Pengusaha/Pekerja Bebas dan cara membuat NPWP online

3. NPWP untuk Wanita Menikah

Jika wanita yang berstatus menikah dan memilih melakukan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah, maka dibutuhkan:

  • Identitas perpajakan suami
  • Dokumen yang menyatakan hubungan perkawinan (Buku Nikah) atau Kartu Keluarga (KK)
  • Dokumen yang menyatakan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan istri dilakukan terpisah dari suami
  • Apabila istri berwirausaha atau pekerjaan bebas, maka dibutuhkan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis dan tempat/lokasi kegiatan usaha atau keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang merupakan mitra usaha Wajib Pajak.

Untuk perempuan yang sudah menikah, pada dasarnya pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakannya tergabung dengan suami. Dengan begitu, WP wanita yang sudah menikah, tidak perlu mendaftarkan NPWP lagi jika tidak memilih pisah harta/penghasilan dengan suami.

Untuk menggali informasi lebih dalam soal ini bisa membuka pajak.go.id, lalu pada menu klik Orang Pribadi Karyawan/ Melakukan Pekerjaan Bebas. Selanjutnya, pilih submenu Daftar. 

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineNPWP Pribadi Wanita Menikah dan cara membuat NPWP online

b. Dokumen untuk Membuat NPWP Badan

Pembuatan NPWP Badan maupun Bendahara berbeda dengan WP Pribadi.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan NPWP Badan dan NPWP Bendahara sedikit lebih kompleks karena ada beberapa persyarata khusus yang perlu dilampirkan.

Note: Untuk mengetahui lebih jelasnya dokumen yang harus dilampirkan dan syarat membuat NPWP Badan, selengkapnya baca di SINI.

Di Mana Membuat NPWP Pribadi atau Daftar NPWP Online dan Offline?

Ada tiga saluran yang bisa dipilih untuk dapat mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

1. Datang langsung ke Kantor Pajak

Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal/tempat kegiatan usaha masing-masing WP.

2. Lewat pos  

Pengajuan pembuatan NPWP melalui pos ini berarti harus mengirimkan formulir pendaftaran dengan melampirkan dokumen yang disyaratkan ke alamat KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal/kegiatan usaha masing-masing WP.

3. Membuat NPWP online 

Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak secara online atau daring ini melalui situs resmi Ditjen Pajak pada ereg.pajak.go.id.

Ikuti langkah-langkah pengajuan daftar NPWP online sesuai petunjuk dan mengisi formulir yang tersedia serta melampirkan dokumen yang diperlukan.

Ingat, semua dokumen persyaratan pembuatan NPWP disiapkan dalam bentuk elektronik dengan cara dipindai (scan) atau difoto untuk pengajuan NPWP secara online.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineDaftar NPWP Online dan cara membuat NPWP online

Cara Membuat NPWP Online NPWP Pribadi

Dari ketiga pilihan pembuatan NPWP, tentu cara yang paling praktis karena tidak harus meluangkan waktu dan tenaga ke KPP adalah dengan cara online.

Berikut tahapan langkah-langkah pembuatan atau daftar NPWP online:

1. Buat Akun di e-Reg di DJP

Bagi WP yang belum memiliki akun e-Reg Pajak, bisa membuatnya dengan mengakses situs e-Reg pajak ereg.pajak.go.id.

Situs ereg.pajak.go.id adalah website yang dibuat DJP khusus untuk melayani pembuatan NPWP secara online.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

2. Mendaftar 

Setelah masuk dalam portal ereg.pajak.go.id tersebut, isilah data pendaftaran dengan memasukkan alamat Email, isikan kode yang tertera pada Captcha, silakan klik “Daftar”.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

3. Aktivasi e-Reg

Cek inbox email yang digunakan untuk mendaftar, ikuti petunjuk dari DJP yang tertuang dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.

Yakni, mengklik atau menyalin tautan/link yang dikirimkan DJP untuk dilakukan aktivasi.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

4. Isi Formulir Pendaftaran

Setelah mengklik tautan aktivasi, akan diarahkan pada laman e-Reg Pajak pada langkah ke-2.

Pada laman ini, isi data sesuai petunjuk kolom yang ada, mulai dari Jenis WP (apakah Orang Pribadi atau Badan).

Kemudian isikan nama sesuai KTP, alamat email. dan membuat password, nomor ponsel, dan mengisi jawaban dari kolom pertanyaan yang diajukan.

Lalu, masukkan kode captcha dan klik “Daftar”.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

5. Konfirmasi dan Notifikasi

Setelah klik “Daftar” pada langkah ke-2 itu, Anda akan mendapatkan konfirmasi pendaftaran akun berhasil.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

Berikutnya juga akan ada notifikasi pemberitahuan bahwa pendaftaran NPWP berhasil.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

6. Aktivasi Akun

Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya cek inbox email Anda yang dikirimkan DJP.

Kemudian klik tautan atau link aktivasi.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

 

7. Memulai Pendaftaran NPWP Online NPWP Pribadi

Berikutnya, login ke ereg.pajak.id/login, masukkan alamat email dan password yang dibuat pada saat daftar ereg sebelumnya.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

8. Isi Formulir dengan Lengkap

Pada langkah ini, isi kolom sesuai petunjuk yang mana terdapat 10 formulir pendaftaran yang wajib Anda isi.

a. Formulir ke-1, kategori wajib pajak

Pada formulir ini ada pilihan kategori yaitu orang pribadi dan juga wanita atau istri yang ingin memisahkan hak kewajiban pajaknya. 

Di bawahnya ada pilihan status wajib pajak yang terdiri dari NPWP pusat, cabang, dan OPPT.

Untuk NPWP Pribadi, Anda bisa memilih status – pusat.

Jikaa Anda memiliki usaha bisa memilih status OPPT (Orang Pribadi Pengusaha Tertentu).

OPPT biasanya berlaku apabila memiliki usaha atau tergabung dalam sebuah organisasi.

Di dalam formulir ini juga terdapat kolom NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor kartu keluarga, pastikan Anda mengisi dengan benar.

Jika tidak, maka sistem akan melarang Anda untuk mengisi formulir selanjutnya.

b. Formulir ke-2, formulir identitas diri

Formulir ini berisi identitas data diri pribadi. Ingat! Anda perlu mengisinya sesuai KTP. Pastikan juga nomor yang dicantumkan adalah nomor yang dapat dihubungi.

c. Formulir ke-3, formulir sumber penghasilan utama

Jika Anda berhasil mengisi formulir kedua, Anda akan diarahkan untuk mengisi formulir sumber penghasilan utama.

Di sini yang sering menjadi pertanyaan, “bagaimana jika Saya belum memiliki penghasilan?”

Apabila Anda mengisinya penghasilan nol biasanya permohonan NPWP Anda ditolak karena belum memenuhi persyaratan wajib pajak yaitu memiliki penghasilan Rp4.500.000 per-bulan.

Jika Anda sebagai Pekerja Bebas

Jika Anda seorang freelancer atau pekerja bebas, Anda tetap diwajibkan untuk memiliki NPWP sebagai bukti wajib pajak. Pada formulir ini, Anda bisa mengisi rata-rata penghasilan Anda dalam satu bulan.

d. Formulir ke-4, formulir alamat KTP, domisili dan alamat usaha jika memiliki usaha

e. Formulir ke-5, formulir info tambahan

Formulir info tambahan ini berisi jumlah tanggungan (maksimial 3 tanggungan) dan juga kisaran penghasilan Anda per bulannya.

f. Formulir ke-6, formulir persyaratan

Jika Anda wajib pajak pribadi. Anda cukup mengunggah file KTP terbaru.

Jika bukan wajib pajak pribadi atau wajib pajak istri maka Anda diwajibkan mengunggah file sesuai dengan persyaratan.

g. Formulir ke-7, formulir pernyataan

Di sini Anda wajib mencentang kotak benar untuk menyetujui syarat dan ketentuan.

Anda juga diwajibkan mengisi kotak lengkap sebagai bentuk pernyataan kelengkapan isian data pada tiap formulir. Kemudian klik simpan.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

10. Print atau Cetak Formulir

Silakan cetak Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara.

Bubuhi dengan tanda tangan. Kemudian satukan dengan berkas kelengkapan yang telah disiapkan.

11. Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak 

Scan semua dokumen persyaratan dan formulir permohonan pembuatan NPWP, lalu upload dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registration di portal https://ereg.pajak.go.id/.

Setelah Anda mengisi semua formulir secara lengkap. maka akan muncul status pendaftaran Anda di dashboard situs ereg pajak.

  • Di sana Anda harus menekan tombol “Kirim Token“, dan Anda harus mengisi captcha, lalu klik “Submit”.
  • Selanjutnya sistem akan mengirimkan token ke email Anda. Biasanya proses respon berlangsung selama satu menit. Jika tidak lekas direspon oleh sistem, Anda bisa mengklik tombol “Token” lagi.
  • Setelah Anda mendapatkan token, Anda bisa menyalin token tersebut dan masuk kembali ke menu dashboard. Lalu, klik, “Kirim” dan paste kode token tersebut dalam kolom token. Selanjutnya Anda klik Kirim permohonan.
  • Setelah selesai isi formulir, klik tombol “Token” (kode rahasia) yang ada pada dashboard. Kemudian cek email Anda. Bila setelah 1 menit, token belum juga dikirim, silakan klik tombol “Token” lagi.

Alternatif lain atau jika jaringan internet sedang tidak mendukung, berkas dapat diserahkan langsung ke KPP atau dikirim melalui Pos.

Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.

8. Cek status 

Setelah mengirimkan atau meng-upload dokumen untuk pembuatan NPWP, WP bisa mengecek status pendaftaran NPWP melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e-Registration.

  • Anda bisa menunggu beberapa jam untuk menunggu konfirmasi persetujuan.
  • Jika tidak disetujui, biasanya ada keterangan dari sistem apa yang menyebabkan Anda tidak disetujui permohonannya.
  • Apabila diterima atau disetujui, Anda juga tetap mendapat pemberitahuan bahwa permohonan Anda diterima.

Jika ditolak, tandanya WP harus memperbaiki beberapa data yang dianggap kurang lengkap. Setelah diterima, Anda akan mendapatkan kartu NPWP.

Biasanya kartu Nomor Pokok Wajib Pajak waktu pengiriman berlangsung selama tiga hari kerja dan paling lama dua minggu terhitung hari kerja.

Biasanya kartu Nomor Pokok Wajib Pajak akan dikirimkan melalui layanan POS.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineIlustrasi cara membuat Nomor Pokok Wajib Pajak online berhasil

Menunggu Hasil Membuat NPWP Pribadi dan Daftar NPWP Online

1. Cara memeriksa nomor NPWP

Buka situs ereg.pajak.go.id, isi kolom Nomor Pokok Wajib Pajak dengan lengkap, tunggu beberapa detik Anda akan diarahkan ke kolom email.

Jika Nomor Pokok Wajib Pajak Anda masih aktif, nomor dan identitas lainnya munculs ecara otomatis.

Jika tidak, maka Nomor Pokok Wajib Pajak Anda tidak atau belum aktif.

2. Lama Pengiriman kartu NPWP

Lama waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman kartu Nomor Pokok Wajib Pajak tergantung jasa pengiriman dan situasi layanan.

Biasanya hari ini Anda mendaftar dan disahkan permohonannya, maka hari itu juga akan dikirim.

3. Kartu NPWP belum sampai ke rumah

Anda bisa menghubungi KPP pemroses atau mendatanginya langsung untuk konfirmasi.

Note: EFIN Pajak Pribadi: Cara Mendapatkan, Daftar, Aktivasi, Permohonan EFIN Online

Ketentuan untuk Mendapatkan NPWP Pribadi

1. Jika belum punya penghasilan, Apakah bisa mendaftarkan NPWP?

Menurut UU KUP pasal 2 dimana ada ketentuan minimum penghasilan maka bagi yang belum bekerja tidak diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

Namun apabila untuk kebutuhan lamar pekerjaan. Anda bisa meminta surat keterangan status pekerjaan dari kelurahan setempat. Selain itu ketika mengisi status pekerjaan, Anda bisa memilih sebagai pekerja lepas atau wiraswasta.

2. Apakah perlu mengunggah slip gaji?

Biasanya tidak perlu, mengunggah dokumen hanya diperuntukkan bagi yang memiliki usaha atau pekerja bebas (freelancer)

Daftar NPWP online mudah, bukan?

Jadi, tidak ada alasan lagi tidak bayar pajak hanya karena belum punya Nomor Pokok Wajib Pajak.

Buat Nomor Pokok Wajib Pajak pertama Anda sekarang juga, dan penuhi kewajiban perpajakan Anda dengan baik.

Karena membuatnya pun sangat mudah, tinggal siapkan dokumen dan lakukan daftar NPWP online di mana saja serta kapan pun Anda inginkan.

Setelah memperoleh kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, kewajiban selanjutnya sebagai WP adalah membayar dan melaporkan pajak penghasilan Anda.

Agar lebih mudah membayar dan melaprokan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Anda, gunakan aplikasi Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedian Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineIlustrasi wajib pajak orang pribadi yang wajib punya dan tahu cara membuat NPWP online

Lebih Mudah Urus Pajak di Klikpajak

Melalui Klikpajak, Anda dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Apa saja kemudahan yang Anda dapatkan melalui fitur Klikpajak.id?

a. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

b. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Cara Membuat NPWP Online Terbaru: Syarat, Cara Daftar NPWP OnlineFitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

c. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Fitur membuat Faktur Pajak dan lapor SPT Masa PPN di e-Faktur Klikpajak

d. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Fitur membuat bukti potong dan lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

f. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Integrasi Jurnal.id dan Klikpajak.id semakin mempermudah administrasi perpajakan Anda

Kemanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Anda dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 


PUBLISHED06 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: