Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

Bagaimana Cara Daftar NPWP Online 2021?

Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP dalam dunia perpajakan ibarat KTP. Sebab NPWP adalah identitas wajib pajak. Belum punya NPWP? Klikpajak by Mekari akan mengulas bagaimana cara daftar NPWP online 2021 untuk memenuhi kewajiban pajak Anda.

NPWP digunakan sebagai sarana ketika mengurus administrasi perpajakan dan identitas resmi atau tanda pengenal setiap Wajib Pajak (WP) saat melakukan pembayaran pajak dan administrasi perpajakan.

Semua aktivitas perpajakan harus disertai NPWP, mulai dari membayar hingga melaporkan Surat Pemberutahuan (SPT) pajak dan berbagai transaksi lainnya di luar perpajakan, seperti ketika bertransaksi dengan bank.

Omong-omong soal lapor pajak, sudahkan Anda melaporkan SPT Tahunan?

Ingat, batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pribadi hanya sampai 31 Maret dan untuk SPT Tahunan Badan berakhir pada 30 April mendatang.

Mau lebih mudah lapor SPT pajak online, klik banner di bawah ini:

Sama seperti halnya Kartu Tanda Penduduk, NPWP pun bisa berlaku seumur hidup.

Memiliki NPWP bersifat wajib bagi WNI, baik itu individu, perusahaan, koperasi, BUMN, Firma, PT, CV, kongsi, Persekutuan, Yayasan, Organisasi Massa dan Politik, dan lain sebagainya.

Jika Anda belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak ini, berikut Klikpajak.id ulas cara daftar npwp online 2021 untuk mempermudah urusan perpajakan Anda.

Bagaimana Cara Daftar NPWP Online?

Sebelum itu, ketahui terlebih dahulu tentang pemahaman umum terkait NPWP ini, seperti kapan batas waktu atau masa berlaku Nomor Pokok Wajib Pajak ini.

Kemudian ketahui juga syarat atau dokumen yang harus disiapkan sebelum mulai ke langkah-langkah cara daftar NPWP online.

Jika semua yang dibutuhkan telah siap, maka pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak ini pun dapat berjalan dengan lancar.

Masa Berlaku NPWP

Seperti yang sudah disinngung di awal, NPWP ini berlaku seumur hidup. Dengan begitu, tidak ada istilah memperpanjang kartu NPWP.

Jika dicermati, pada bagian bawah kartu NPWP tercantum kata “Terdaftar” yang diikuti dengan sebuah tanggal tertentu.

Namun itu adalah tanggal yang menunjukkan hari, bulan, dan tahun Wajib Pajak pemegang kartu mendaftarkan NPWP-nya, baik melalui e-Registration maupun datang langsung ke KPP.

Meskipun NPWP berlaku seumur hidup, tetapi NPWP bisa dinonaktifkan atau dicabut.

Jika ini terjadi, WP bisa membuat surat tertulis permintaan alasan kenapa NPWP dinonaktifkan ke KPP tempat WP mendaftar. 

Sebaliknya, WP juga bisa mengajukan permohonan ke KPP untuk mencabut atau menonaktifkan kartu NPWP-nya.

Note: Cara Mengetahui NPWP Aktif atau Tidak dan Cara Mengaktifkan NPWP Non Efektif

Sebuah nomor NPWP dapat dicabut atau dihapus oleh DJP dengan alasan sebagai berikut:

  • WP sudah meninggal dunia
  • Wanita kawin yang tidak melakukan perjanjian pisah harta dan penghasilan
  • Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai subjek pajak, apabila telah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya pembagian warisan tersebut oleh para ahli waris
  • WP Badan secara resmi bubar atau dinyatakan bangkrut
  • Badan Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT
  • Wajib Pajak lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai Wajib Pajak

Sekarang ini, NPWP memiliki sejumlah  fungsi bukan hanya di bidang perpajakan dan sistem administrasinya.

Beberapa perusahaan, kadang meminta calon karyawan untuk melampirkan nomor NPWP saat melamar pekerjaan ke tempat tersebut.

NPWP juga harus dilampirkan saat WP mengajukan kredit ke bank. WP yang ingin berinvestasi di pasar modal, juga diwajibkan menyertakan NPWP.

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah CaranyaIlustrasi cara daftar NPWP online

Dokumen Persyaratan Cara Daftar NPWP ‘Online’

Berikut ini dokumen yang perlu disiapkan jika cara daftar NPWP secara online

a. WP Orang Pribadi (kategori orang yang tidak menjalankan usaha/buka wirausahawan):

  • WNI :  Fotokopi KTP atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku. 
  • WNA : Fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang masih berlaku. 

b. WP Orang Pribadi (kategori wirausahawan dan mereka yang bekerja sebagai freelancer):

  • WNI :  Fotokopi KTP atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku. 
  • WNA : Fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang masih berlaku.
  • Fotokopi surat izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat pemerintah daerah (minimal lurah/kepala desa) atau lembar tagihan listrik dari perusahaan listrik/bukti pembayaran listrik.
  • Fotokopi surat pernyataan di atas materai dari WP yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau memiliki pekerjaan bebas (freelancer).

Note: Cara Membuat Faktur Pajak jika Pembeli Tidak Punya NPWP

c. Wajib Pajak Badan:

  • Fotokopi perjanjian kerjasama atau akta pendirian atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap 
  • Fotokopi NPWP masing-masing pimpinan atau penanggung jawab Badan Usaha (perusahaan)
  • Fotokopi KTP/e-KTP dari pihak WNI  yang ditunjuk sebagai penanggung jawab dan fotokopi paspor bagi WNA .
  • Fotokopi surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang atau dari pejabat pemerintah daerah (Lurah/Kepala Desa) 

d. Bila usaha berbentuk Joint Operation (JO):

  • Fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian sebagai Joint Operation
  • Fotokopi KTP bagi WNI  dan fotokopi paspor bagi WNA  sebagai penanggung jawab
  • Fotokopi NPWP salah satu perusahaan/pimpinan/penanggung jawab Join Operation (JO)
  • Bagi WNA menyertakan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa
  • Fotokopi surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang atau dari pejabat pemerintah daerah (Lurah/Kepala Desa)

Note: Panduan Lengkap Cara Hitung PPh 21 Tanpa NPWP untuk Karyawan

e. Jika WP Pisah Harta: 

NPWP ini untuk perempuan yang sudah menikah tapi ingin laporan pajaknya tetap terpisah dengan suami atau NPWP suami-istri tidak gabung. 

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP suami
  • Fotokopi KK 
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan yang isinya menghendaki pelaksanaan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah CaranyaIlustrasi mendapatkan NPWP melalui cara daftar NPWP online

Cara Membuat atau Cara Daftar NPWP ‘Online’

Untuk mendapatkan NPWP ini, Anda bisa melakukannya dengan dua cara, yakni cara daftar NPWP secara manual dan cara daftar NPWP secara online.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan kartu NPWP secara manual, tinggal mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat sambil membawa persyaratan yang diperlukan.

Sedangkan untuk WP yang ingin menempuh cara online atau yang juga dikenal sebagai e-registration (E-REG DJP), tinggal mengakses www.pajak.go.id.

Dalam situs tersebut, WP juga bisa mendapatkan informasi tentang NPWP. 

Note: Cara Mudah Urus NPWP Hilang atau Rusak

Berikut ini detail cara daftar NPWP secara online 2021: 

  1. Masuk ke situs Dirjen Pajak ereg.pajak.go.id/login.
  2. Masuk ke pendaftaran akun baru dengan cara memasukkan email yang masih aktif dan ulang kode Captcha yang tertera. Selanjutnya, klik “Daftar”
  3. Buka e-mail dan cek email masuk dari e-registration. Jika email sudah masuk, klik link verifikasi
  4. Setelahnya, WP akan terhubung secara otomatis ke halaman pendaftaran. 
  5. Silakan isi data diri, alamat email, dan password yang akan digunakan nanti.
  6. WP akan menerima email dari e-registration. Silakan klik link verifikasi.
  7. WP kembali akan terhubung secara otomatis ke halaman pendaftaran.
  8. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya. 
  9. Isi formulir registrasi, nomor NPWP dan data lainnya sesuai dengan instruksi yang diberikan.
  10. Centang kotak unggah dan unggah file foto e-KTP WP di kolom “+Upload KTP Di Sini”. Ikuti instruksi selanjutnya. 
  11. Klik “Simpan”.
  12. Cek status pendaftaran NPWP. Selanjutnya, klik “Minta Token” dan masukkan kode Captcha yang tertera. 
  13. Klik “Submit” dan token akan terkirim secara otomatis ke email WP.
  14. Buka kembali email WP dan copy kode token. 
  15. Silakan kembali ke halaman sebelumnya. 
  16. Klik “Kirim Permohonan”.
  17. Centang semua kotak pernyataan dan salin ulang token yang sudah dicopy tadi. Selanjutnya, klik “Kirim”. Selesai. 

Note: Cara Menghitung Pajak Artis, Cara Bayar dan Lapor SPT Pajaknya

Untuk mengetahui apakah permohonan dari cara daftar NPWP online ini diterima atau ditolak, Anda akan mendapat jawabannya lewat email.

Jika statusnya ditolak, maka yang harus dilakukan tinggal memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap.

Namun jika permohonan disetujui, kartu NPWP akan segera dikirim ke alamat Anda melalui pos.

Sistem cara daftar NPWP online ini akan sangat membantu masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi KPP dan tidak memiliki banyak waktu untuk datang langsung ke KPP.

Bukan hanya itu, Anda yang memiliki domisili berbeda dengan alamat tempat tinggal dalam KTP, juga dapat memanfaatkan kemudahan cara daftar NPWP online ini.

Setelah NPWP ada di genggaman, waktunya Anda menuaikan kewajiban pajak dengan cara yang mudah pula.

Agar lebih mudah melakukan urusan perpajakan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Kikpajak.id juga terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga, melalui Klikpajak Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

Fitur Lengkap dan Terintegrasi, Lebih Mudah Urus Pajak di Klikpajak

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Anda melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda dengan tepat dan akurat sehingga Anda terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Anda lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

Note: Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

 

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

6. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan hanya dilakukan setelah WP melunasi utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan dan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, di bawah ini:

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Cara daftar NPWP ‘online’ mudah, bukan?

Sebagai pemilik NPWP, Anda juga punya hak atas penghasilan yang tidak dikenakan pajak alias bebas pajak atau biasa dikenal dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Temukan cara mudah kelola pajak sekaligus laporan keuangan usaha dengan aplikasi pajak online yang terintegrasi.

Ingin tahu bagaimana cara mengelola pajak dan laporan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.


PUBLISHED02 Feb 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: