Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

Cara Daftar Akun DJP Online 2021

Sebelum dapat melaporkan SPT atau bayar pajak, Wajib Pajak (WP) terlebih dahulu harus terdaftar di layanan elektronik pelayanan pajak Ditjen Pajak. Begini cara daftar akun DJP online 2021 dan registrasi akun Klikpajak untuk lapor SPT Tahunan maupun bayar pajak.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merupakan unit kerja di bawah koordinasi Kementerian Keuangan RI.

Lembaga ini bertugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di perpajakan Indonesia.

Posisi DJP cukup penting dalam pemerintahan karena memiliki tugas dalam menghimpun penerimaan negara melalui pajak.

Dalam 10 tahun terakhir, penerimaan negara berasal dari pajak sekitar 75 persen.

Dalam perspektif anggaran, penerimaan pajak merupakan faktor penentu besarnya APBN.

Sebab sebagian besar pembiayaan APBN berasal dari penerimaan pajak.

Hampir seluruh aspek pembangunan infrastruktur negara berhubungan langsung dengan kemampuan DJP dalam menghimpun penerimaan pajak.

Dengan begitu, banyak pihak menaruh harapan DJP bisa menjadi institusi perpajakan yang cakap dan memiliki kapasitas untuk mendanai pembangunan secara mandiri.

Baca Juga: Jawaban Mengapa Data Penerimaan Pajak Tercantum dalam APBN

DJP merupakan salah satu organisasi besar yang ada dalam lingkungan Kementerian Keuangan RI.

SDM yang ada di DJP diberdayakan untuk melaksanakan pengamanan penerimaan pajak yang beban setiap tahunnya semakin berat.

Guna mempermudah WP dalam melakukan kewajiban perpajakannya, salah satunya lapor SPT pajak, Ditjen Pajak meluncurkan aplikasi pelaporan pajak online.

Ditjen Pajak juga menunjuk Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) sebagai mitranya untuk membantu kelancaran pelaporan pajak secara elektronik.

Salah satu mitra resmi DJP yang menyediakan aplikasi pelaporan pajak dan bayar pajak online adalah Klikpajak.id.

Aplikasi pelaporan SPT pajak online ini berupa e-Filing, e-SPT ataupun e-Form dan e-Billing.

Untuk dapat menggunakan aplikasi pajak online ini, WP harus memiliki akun DJP Online atau Klikpajak.id.

Bagaimana cara daftar akun DJP Online 2021 maupun registrasi e-Filing Klikpajak? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

‘Single Login’ dari Daftar Akun DJP Online 2021 atau Akun Klikpajak

DJP terus berupaya meningkatkan pelayanannya kepada WP. Diharapkan, dengan banyaknya kemudahan, maka WP tidak malas memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya.

Masyarakat sebagai pembayar pajak memang tidak mendapatkan imbalan dari negara secara langsung atas uang pajak yang mereka bayarkan.

Namun, imbalan secara tak langsung dapat dinikmati masyarakat, seperti pembangunan jangka panjang, kenyamanan dalam menggunakan fasilitas umum, jaminan kesejahteraan, pemerataan kesejahteraan, bantuan, sampai membuka lapangan pekerjaan.

Dengan begitu, semakin banyak pula penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat pun diharapkan merata.

Negara dapat menggunakan pajak untuk mencapai stabilitas ekonomi dengan  menerapkan kenaikan pajak untuk meningkatkan pendapatan negara.

Fungsi stabilitas ini juga memainkan peranan penting dalam keseimbangan perekonomian suatu negara seperti mengatasi inflasi maupun deflasi.

Menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan melibatkan teknologi tinggi, DJP pun berbenah.

Single Login telah menjadi tanda era baru layanan digital DJP. Diharapkan membuat DJP tidak ketinggalan di era yang sudah serba tersistem oleh teknologi.

Single login seperti situs DJP Online memberikan banyak layanan hanya dalam satu website.   

Berbagai layanan pajak saat ini sudah bisa dilakukan melalui Single Login atau hanya dengan mengakses DJP Online atau Klikpajak.id.

Sebut saja, mulai dari pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT), pembayaran pajak, pembuatan Faktur Pajak elekgtronik, membuat bukti potong, profil WP dan layanan administrasi perpajakan lainnya.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Berikut beberapa fitur layanan baru yang bisa dimanfaatkan WP di situs DJP Online:

  • Pemberitahuan penggunaan norma perhitungan penghasilan neto
  • Pemberitahuan penyelenggaraan pembukuan dalam Bahasa inggris dan mata uang dolar AS
  • Surat keterangan jasa luar negeri
  • Pengaktifan kembali wajib pajak non-efektif orang pribadi
  • Perubahan data wajib pajak
  • Cetak ulang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara DaftranyaIlustrasi single login dari daftar akun DJP online 2021 atau akun Klikpajak

Tahapan Menggunakan Aplikasi Pajak Online Sebelum Daftar Akun DJP Online 2021

Namanya juga online, maka Anda tidak perlu mengantre lagi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk lapor dan bayar pajak.

Cukup dengan aplikasi DJP Online atau Klikpajak, urusan bayar dan lapor SPT pajak dapat dilakukan secara daring.

Penggunaan aplikasi DJP Online ataupun Klikpajak cukup dengan jaringan internet.

Aplikasi ini jelas membuat pembayaran dan pelaporan pajak menjadi lebih efektif dan efisien.

Lalu, bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut?

Sebelum dapat menggunakan aplikasi pajak online di DJP Online maupun Klikpajak.id, terlebih dahulu Anda harus terdaftar dengan memiliki akun platform tersebut.

Berikut tahapan untuk dapat daftar akun DJP Online 2021 atau Klikpajak.id:

Pada langkah awal, Anda harus membuat dan mengaktifkan nomor EFIN atau Electronic Filling Identification Number.

Cara membuat nomor EFIN pajak:

  1. Datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dengan membawa fotokopi KTP dan fotokopi NPWP. Jika belum punya kartu NPWP, minta ke kantor tempat WP bekerja.
  2. Isi formulir pembuatan EFIN.
  3. Aktivasi EFIN dari tautan yang dikirimkan ke alamat email yang didaftarkan WP.
  4. Selesai, nomor EFIN selanjutnya bisa digunakan untuk membuat akun DJP Online.

Tahukah? pembuatan EFIN kini tidak hanya dilakukan dengan datang langsung ke KPP, tapi Anda dapat membuat EFIN secara online.

Belum punya NPWP?

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara DaftranyaIlustrasi daftar akun DJP Online dan Klikpajak untuk lapor dan bayar pajak

Mulai Daftar Akun DJP Online 2021 dan Klikpajak.id

Setelah mendapatkan nomor EFIN, selanjutnya sudah bisa mendaftarkan akun DJP Online atau Klikpajak.

Berikut cara singkatnya daftar DJP Online 2021:

1. Masuk ke laman djponline.go.id/registrasi.

2. Klik “Login” pada sudut kanan atas halaman DJP. Kemudian klik “Belum Registrasi”.

3. Kemudian masukkan nomor NPWP dan EFIN. Masukkan juga Kode Keamanan atau captcha. Lalu klik button “Submit”.

4. Berikutnya masukkan alamat “Email” aktif dan “Nomor Ponsel” dimulai dengan angka “62” diikuti nomor ponsel, contoh” 62811112223. Buat kata sandi untuk login DJPP Online Anda, lalu masukkan Kode Keamanan, dan klik “Submit”.

5. Setelah klik Submit, akan mendapatkan email dari efiling@pajak.go.id, yang berisi tautan atau link untuk mengaktifkan akun DJP Online.

6. Jika tidak menerima email verifikasi dari DJP, cek folder spam email atau melakukan pendaftaran ulang.

7. Perlu diingat, lakukan pendaftaran ulang menggunakan email aktif, karena satu email hanya untuk satu NPWP. Setelah berhasil login, sudah bisa melakukan pelaporan SPT secara online melalui e-Filing.

Cara Daftar/Registrasi EFIN Akun Klikpajak

Sebelum mendaftarkan EFIN di Klikpajak, lakukan pendaftaran akun di Klikpajak terlebih dahulu.

Berikut langkah-langkah daftar akun Klikpajak:

1. Akses link Daftar Klikpajak lalu isi data diri Anda sesuai pada kolom tertera pada data Klikpajak seperti gambar di bawah ini, jangan lupa untuk mencentang captcha ‘I’m not robot’ lalu klik ‘Daftar’.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

2. Jika sudah klik ‘Daftar’, Anda akan menerima email dari Klikpajak untuk verifikasi email dan juga Anda akan diminta untuk melakukan pengisian data pada kolom ‘Pajak apa yang ingin Anda kelola‘.

Pilih sesuai kebutuhan Anda (Badan atau Pribadi). Di bawah ini kami memberikan contoh jika Anda memilih pajak Badan.

Lalu isikan informasi pada kolom yang tersedia. (Harap diperhatikan untuk NPWP harus diisikan dengan NPWP yang valid, sistem akan mengecek validasi ini secara otomatis).

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

3. Setelah selesai, maka Anda akan langsung masuk ke halaman utama (Home). Namun Anda belum bisa menggunakan fitur yang ada di Klikpajak karena belum melakukan verifikasi email.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

4. Untuk dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada Klikpajak Anda harus verifikasi terlebih dahulu email Anda dengan cara masuk ke halaman email Anda dan cek inbox (kotak masuk) dari no-reply@klikpajak.id, lalu klik pada tombol ‘Verifikasi Email Saya‘.

Setelah melakukan verifikasi email Anda dapat menggunakan fitur-fitur dari Klikpajak untuk kebutuhan pajak Anda.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

Langkah-langkah cara daftar EFIN di Klikpajak:

1. Login/masuk ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan ‘email dan password’ yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

2. Jika Anda sudah masuk ke halaman utama (Home), klik pada tombol ‘Daftar EFIN’  di kanan atas halaman utama.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

3. Secara otomatis alamat email akan terisi dengan alamat email ketika mendaftar di Klikpajak. Anda bisa mengubah alamat email, alamat email ini akan digunakan untuk lapor pajak/e-filing.

Alamat email dapat berbeda (opsional) dengan alamat email yang digunakan ketika log in ke Klikpajak.

4. Masukkan EFIN Anda dan harap perhatikan NPWP yang sudah terisi secara otomatis. Jika sudah sesuai, isi EFIN dan klik Daftarkan.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

Perhatikan:
Jika EFIN yang sudah pernah terdaftar di PJAP lain, maka Anda harus membuat surat permohonan untuk pindah PJAP.

Cara Daftar EFIN jika sudah terdaftar di PJAP lain

1. Ketika Anda daftar EFIN di Klikpajak, maka akan muncul informasi bahwa EFIN Anda sudah terdaftar di PJAP lain.

2. Klik link “Klik disini untuk petunjuk pemindahan EFIN”.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

3. Anda akan diarahkan ke halaman formulir pemindahan EFIN

4. Langkah pertama adalah Anda harus mengisi data wajib pajak dengan lengkap dan benar:

  • Nama Wajib Pajak
  • EFIN
  • Nama penandatangan surat (Nama yang akan menandatangani surat permohonan pindah PJAP)
  • Alamat NPWP (Alamat yang terdaftar pada NPWP Anda)
  • ASP sebelumnya (Nama PJAP sebelumnya)
  • Alasan pindah ke Klikpajak

5. Jika data sudah diisi dengan benar, lalu klik button “Submit”.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

6. Sistem akan membuat permohonan Anda. Pada tahap ini, Anda dapat tinjau kembali apakah data yang ditampilkan sudah sesuai.

7. Jika surat permohoan sudah sesuai dengan data Anda, klik button “Download & Lanjutkan”.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

8. Langkah selanjutnya adalah Cetak dokumen dan tanda tangan dokumen. Harap Perhatikan: Dokumen harus ditandatangani oleh pemilik NPWP di atas Materai 10.000.

9. Setelah itu, scan dokumen yang sudah ditandatangani dan simpan dalam format file PDF.

10. Lalu upload dokumen yang sudah ditandatangani ke aplikasi Klikpajak, dengan cara Klik button “Pilih File” lalu klik button “Upload”.

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya

11. Jika sudah berhasil di upload, akan muncul informasi bahwa permohonan Anda sedang diproses.

12. Sementara permohonan Anda sedang diproses, Anda perlu mengirimkan dokumen fisik surat permohonan pindah PJAP ke alamat kantor Klikpajak:

Midplaza 2 lantai 4

Jln Jend. Sudirman Kav. 10-11

Jakarta 10220

Daftar Akun DJP Online 2021, Begini Cara Daftranya
13. Anda akan menerima email, ketika permohonan PJAP sudah diapprove dan EFIN Anda akan otomatis terdaftar di Klikpajak.

Bagaimana jika Lupa EFIN Saat Daftar Akun DJP Online 2021 ataupun Klikpajak?

Lakukan ini jika lupa EFIN atau kehilangan EFIN:

  1. Buka email dan carilah email masuk dari Ditjen Pajak yang berisi nomor pendaftaran EFIN pertama kali mengajukan EFIN. 
  2. Jika jejak email tak lagi ditemukan, coba periksa berkas perpajakan dari KPP yang mencantumkan EFIN
  3. Jika masih belum ketemu, hubungi pihak DJP, bisa dengan menggunakan fitur Layanan Pengaduan &Live Chatpada situs resmi DJP di pajak.go.id. WP juga bisa meminta bantuan melalui Twitter di @kring_pajak, atau menghubungi call center Kring Pajak di 1500200. Bisa juga mendatangi KPP terdekat untuk meminta bantuan.

Lakukan ini jika lupa password akun DJP Online:

  1. Kalau masih ingat alamat email yang digunakan untuk mendaftar akun DJP Online, maka lakukan reset password. Caranya, masuk ke DJP Online  di https://djponline.pajak.go.id/account/login
  2. Kemudian klik “Lupa Kata Sandi”
  3. Anda akan diarahkan pada halaman Permohonan Ubah Kata Sandi
  4. Isi setiap kolom, mulai dari NPWP dan EFIN
  5. Centang kolom “Lupa Email?” centang “Ya”
  6. Masukkan Kode Keamanan dan klik Submit
  7. Password baru akun DJP Online akan dikirim ke e-mail yang Anda gunakan untuk mendaftar

Lupa alamat email yang digunakan untuk mendaftar akun DJP Online? Ini solusinya:

  1. Jika WP masih menyimpan nomor EFIN, lakukan reset sama seperti ketika lupa password
  2. Buka situs DJP Online dan klik “Login”
  3. Klik tautan (link) “Lupa Password?”
  4. Isi setiap kolom yang ada, mulai dari NPWP dan EFIN
  5. Centang kolom Lupa Email?
  6. Masukkan alamat email Baru yang ingin digunakan
  7. Masukkan Kode Keamanan dan klik Submit
  8. Alamat email baru untuk akun DJP Online akan dikirim email Anda. Selesai.

Setelah memiliki EFIN dan daftar akun DJP online 2021 ataupun akun Klikpajak, kini Anda sudah dapat mulai melakukan berbagai aktivitas layanan perpajakan elektronik.

Agar lebih mudah melakukan pelaporan SPT Tahunan PPh, gunakan e-Filing Klikpajak.

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT melalui e-Filing Klikpajakjuga gratis selamanya!

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Cara lapor SPT PPh Pribadi, selengkapnya lihat tutorialnya dalam video berikut:

Tutorial cara lapor SPT PPh Badan dapat Anda lihat pada video berikut:

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Temukan Kemudahan Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur membuat lapor pajak online di e-Filing saja, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan lainnya di aplikasi pajak online Klikpajak.id dengan lebih mudah.

Sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap dan terintegrasi untuk mempermudah urusan perpajakan Anda.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

B. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

C. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

D. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Note: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 
Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED04 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: