6 Aplikasi Pajak 'Online' Wajib Diketahui Sebelum Bayar dan Lapor Pajak

6 Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Wajib Diketahui Sebelum Bayar dan Lapor Pajak

Di tengah pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengoptimalkan layanan pajak secara daring melalui aplikasi perpajakan untuk mempermudah Wajib Pajak (WP) memenuhi kewajiban pajaknya. Ketahui 6 aplikasi pajak online yang wajib diketahui sebelum bayar dan lapor pajak.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pemerintah dapat terus melayani masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara tetap optimal. Hingga tahun 2020 ini, setidaknya sudah ada lima aplikasi perpajakan yang beroperasi dan bisa digunakan oleh WP.

Apa sajakah itu? Berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari terkait enam aplikasi pajak online yang wajib Anda ketahui sebelum membayar dan melaporkan pajak.

Jenis Aplikasi Pajak ‘Online’

Ada beberapa macam jenis aplikasi pajak online yang diterbitkan DJP. Kesemua aplikasi tersebut memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing.

Mulai dari aplikasi untuk bayar kewajiban pajak, pembuatan bukti pemotongan maupun pemungutan pajak hingga pelaporan pajaknya.

Note: Cara Membuat NPWP Online Pribadi Terbaru

Berikut 6 aplikasi pajak online yang wajib diketahui sebelum bayar dan lapor pajak Anda:

1. e-Registration

Aplikasi e-Registration dikenal sebagai Sistem Pendaftaran WP Online. Artinya, sistem aplikasi ini merupakan bagian awal dari Sistem Informasi Perpajakan DJP. 

Tujuan dari dibentuknya aplikasi e-Registration adalah untuk mengelola pendaftaran WP.

Sistem ini terdiri dari rangkaian perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan database.

Pada dasarnya, sistem ini terdiri dari dua bagian. Pertama adalah sebuah sistem yang digunakan oleh WP saat mendaftarkan diri secara online.

Kedua adalah sistem yang digunakan oleh petugas perpajakan dalam mendata pendaftar WP.

Ilustrasi melakukan pendaftaran pajak online

2. e-Filing

Penggunaan aplikasi e-Filing berhubungan dengan proses pelaporan SPT secara online dan real time menggunakan jaringan internet.

Agar dapat menggunakan layanan e-Filing, wajib pajak harus meminta EFIN kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.

Melalui e-Filing, wajib pajak dapat melaporkan beberapa jenis SPT, seperti SPT PPh Pasal 21/26, SPT PPh Pasal 4 ayat 2, SPT PPn, SPT PPh Pasal 22, dan SPT PPh Orang Pribadi.

Di dalamnya, e-Filing menyediakan formulir SPT 1770 S dan 1770 SS yang bisa diisi langsung.

Namun, untuk formulir 1770 dan 1771 harus diunduh terlebih dahulu melalui aplikasi e-SPT atau e-Form.

Anda juga bisa menggunakan e-Filing Klikpajak.

Klikpajak adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak gratis selamanya untuk melaporkan berbagai jenis Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Baru Pertama Kali Lapor Pajak? Begini cara Mengisi SPT 1770 SS

Ilustrasi lapor SPT  pajak di e-Filing Klikpajak

Mudah Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT dengan Kalender Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

3. e-SPT

e-SPT merupakan aplikasi yang digunakan untuk memudahkan wajib pajak dalam membuat formulir Surat Pemberitahuan (SPT) elektronik.

Aplikasi ini dibuat pada tahun 2008 sebagai pengganti formulir SPT kertas.

Wajib pajak dapat menggunakan e-SPT untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak yang lebih efisien.

Selain itu, kelebihan dari e-SPT adalah data perpajakan yang tersimpan menjadi lebih terorganisir.

Note: Cara Lapor Pajak tapi Lupa ‘Password’ dan Lupa EFIN

www.pajak.go.id, Situs Resmi Perpajakan Milik PemerintahIlustrasi aplikasi DJP online

4. e-Billing

Melalui aplikasi e-Billing, wajib pajak dapat melakukan pembayaran pajak secara elektronik menggunakan kode billing.

Kode billing adalah kode identifikasi berupa rangkaian angka yang diberikan melalui sistem billing sesuai dengan jenis pajak yang ingin dibayar.

Pembuatan kode billing dapat dilakukan pada situs resmi DJP Online, petugas DJP, bank maupun kantor pos.

Agar wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak di bank, kantor pos, ATM, maupun aplikasi perpajakan resmi lainnya, cukup menunjukkan kode billing tersebut.

Anda juga dapat membuat Kode Billing di e-Billing Klikpajak dengan mudah.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing di e-Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Sistem e-Billing Klikpajak akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur kode billing yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

5. e-Faktur

e-Faktur adalah aplikasi yang disediakan oleh DJP untuk membuat Faktur Pajak elektronik.

Tujuan utamanya adalah agar tidak ada penyalahgunaan Faktur Pajak fiktif.

Selain itu juga aplikasi ini akan memberikan kemudahan dalam pengadministrasian Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pembuatan e-Faktur ini dilakukan secara elektronik melalui aplikasi.

Melalui aplikasi e-Faktur, wajib pajak juga bisa mengajukan permohonan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP).

Pengusaha Kena Pajak (PKP) biasanya membuat Faktur Pajak sebagai bukti pungutan pajak atas transaksi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). 

Langkah-langkah alur pembuatan e-Faktur, membayar PPN dan pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya lihat di SINI.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Bisa Langsung Gunakan e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Install’

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda juga bisa memanfaatkan fitur prepopulated pada e-Faktur 3.0 tanpa harus repot-repot melakukan instalasi dengan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 di komputer Anda.

Cukup gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan dan pelaporan e-Faktur Anda

Melalui sistem e-Faktur terbaru ini, DJP menawarkan kemudahan dalam melakukan aktivitas perpajakan terkati PPN.

Note: Ingin mengetahui lebih jelasnya terkait e-Faktur versi 3.0 dan fitur-fitur apa saja yang ada di dalamnya., baca selengkapnya di SINI.

Contoh fitur aplikasi pajak online untuk membuat bukti potong PPh 23/26

6. e-Bupot

Aplikasi pajak online DJP berikutnya adalah e-Bupot. Ini merupakan aplikasi untuk membuat bukti pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26.

Setiap PKP yang melakukan transaksi terkait PPh Pasal 23/26, harus membuat bukti pemotongan pajaknya secara elektronik.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap PKP yang terdaftar di KPP Pratama seluruh Indonesia harus membuat bukti potong dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 bagi semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017, melalui KEP-368/PJ/2020. Artinya, baik PKP maupun Non PKP harus membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot selengkapnya lihat di SINI.

Ilustrasi 

Fitur Lengkap Klikpajak dengan Teknologi ‘Cloud’

Aplikasi pajak online mitra resmi DJP, Klikpajak.id, memiliki fitur lengkap yang didukung teknologi cloud. Teknologi ini semakin memudahkan Anda dalam melakukan pembayaran dan pelaporan pajak termasuk membuat e-Bupot maupun e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN.

Apa itu cloud?

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Contoh fitur aplikasi pajak online Klikpajak

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Temukan kemudahan urusan administrasi perpajakan dari integrasi Klikpajak dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id di SINI

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Masa PPN dan aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED30 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: