Ketahui Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Obligasi untuk Menarik Investor

Ketahui Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Obligasi untuk Menarik Investor

Dalam rangka menarik minat investor asing, pemerintah Indonesia akan menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final bagi bunga surat utang atau obligasi pemerintah hingga swasta. Penerapan penurunan pajak atas penghasilan obligasi ini pun tengah dikaji oleh Kementerian Keuangan.

Tujuan penurunan tarif pajak ini untuk menciptakan kesamaan level of playing field dengan memperhatikan instrumen investasi secara menyeluruh. Di samping itu, penurunan tarif dilakukan untuk meningkatkan pendalaman pasar keuangan. Instrumen-instrumen keuangan sangat berpengaruh ketika terjadi krisis moneter.

Berapa Tarif Pajak Obligasi?

PPh bunga obligasi diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Bunga Obligasi. Dalam beleid tersebut, bunga obligasi berbentuk bunga dan/atau diskonto untuk Wajib Pajak (WP) dalam negeri dan Badan Usaha Tetap (BUT) dipatok 15%. Sementara bagi WP luar negeri selain BUT dipatok tarif 20%. Tarif pajak tersebut ditentukan sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.

Tarif Pajak Penghasilan Obligasi Turun Berapa Persen?

Direktorat Jenderal Pajak belum mengumumkan berapa kisaran penurunan tarif PPh final obligasi. Namun, pihak DJP memberikan petunjuk bahwa penurunan pajak bunga obligasi akan lebih disetarakan antar satu instrumen dengan instrumen lainnya.

Otoritas pajak telah mereview oleh pemerintah, swasta, SUN (Surat Utang Negara) termasuk Reksadana, DIRE, Dimfra, dan RDPT telah sepakat dipersamakan, misalnya 5 persen. Akan tetapi, sejauh ini belum pasti karena sedang dikaji lebih lanjut.

Pemerintah di sisi lain harus lebih cermat menghitung penurunan PPh bunga obligasi dan tidak perlu drastis menjadi 0%. Penurunan harus dihitung apakah risiko turunnya penerimaan pajak negara, terutama di tengah tren kenaikan yield secara global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Risiko tersebut juga dapat dikompensasi oleh pengurangan cost of fund yang ada.

Kebijakan Harus Berhasil

Diharapkan kebijakan penurunan tarif ini dapat terealisasi hingga berhasil dan tidak berujung sia-sia. Target sasaran harus tercapai sesuai yang dibidik. Tidak cukup hanya memperdalam pasar investor domestik maupun asing, tidak juga meredam yield dan cost of fund, tetapi menggerus penerimaan pajak negara.

Kebijakan penurunan tarif bagi penghasilan obligasi, seharusnya berdampak positif bagi pasar. Sebab, ongkos penerbitan bagi emiten pun akan berkurang dan hasil dari kebijakan ini dapat dinikmati secara maksimal.


PUBLISHED25 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: