Penggunaan Aplikasi Perpajakan untuk Penyelesaian Urusan Pajak

Penggunaan Aplikasi Pajak untuk Pembayaran, Pelaporan dan Pembuatan Faktur Pajak

Jika dulu aplikasi khusus menjadi hal yang eksklusif, kini segala hal mulai dari transportasi umum hingga bank memiliki aplikasi khusus yang bisa diakses dengan smartphone. Aplikasi ini dibuat khusus untuk memudahkan penggunanya. Sama seperti urusan perpajakan, kemunculan aplikasi pajak yang ‘subur’ belakangan ini juga ditujukan untuk memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya.

Sebenarnya jika dilihat lebih jauh, pengertian aplikasi pajak bukanlah satu program yang harus diinstal pada perangkat pengguna kemudian digunakan. DJP menyediakan aplikasi resmi berbasis online yang bisa digunakan tanpa harus melakukan instalasi terlebih dahulu.

Transformasi sistem perpajakan dari sistem manual menuju sistem yang jauh lebih ringkas berbasis online sendiri sudah dapat dikatakan cukup sukses. DJP  mampu mengakomodir setiap urusan perpajakan, mulai dari pembayaran hingga pelaporan pajak yang telah dibayarkan dengan penggunaan SPT masa dan Tahunan.

Beberapa ‘produk’ DJP yang telah ada misalnya adalah e-Billing, Surat Setoran Elektronik, e-Filing dan e-Form, serta e-Faktur. Mungkin Anda bisa menebak kegunaan setiap produk dari DJP yang diwujudkan dalam aplikasi pajak ini. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan singkat tentang masing-masing produk.

Pembayaran Pajak Secara Online

Setiap orang yang berstatus sebagai wajib pajak, harus membayarkan sejumlah pajak kepada negara atas transaksi bisnis, gaji atau upah, harta, serta aset yang dimiliki. Setiap hal tersebut memiliki aturan pajak masing-masing yang harus dipahami jika Anda ingin mengetahuinya secara rinci.

Jika Anda berusia cukup dewasa, mungkin Anda pernah mengalami masa di mana pembayaran pajak harus dilakukan dengan mendatangi KPP secara langsung dengan setumpuk berkas yang menjadi bukti pembayaran atau pemotongan pajak yang telah dilakukan. Proses ini memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, belum lagi jika harus harus mengantri di KPP saat sedang ramai.

Kini, DJP telah memiliki sistem baru berbasis online yang bisa Anda gunakan. Pembayaran pajak tidak lagi harus dengan mendatangi KPP dengan setumpuk berkas, melainkan cukup dengan perangkat komputer dan akses internet yang lancar. Metode online ini adalah e-Billing dan Surat Setoran Elektronik atau SSE. Keduanya adalah cara yang sah untuk membayar pajak.

SSE bisa digunakan dengan mengakses langsung situs yang disediakan oleh DJP (terdapat tiga situs, yakni sse.pajak.co.id, sse2.pajak.co.id dan sse3.pajak.co.id). penggunaannya tanpa melibatkan instalasi aplikasi sehingga lebih ringkas. Untuk e-Billing sendiri, diperlukan instalasi program e-Billing pada perangkat Anda.

Lapor SPT Lewat e-Filing dan e-Form

Setelah pembayaran, kewajiban Anda sebagai wajib pajak yang lain adalah untuk melaporkan pajak dengan SPT atau surat pemberitahuan. Aplikasi pajak yang disediakan oleh DJP yaitu adalah DJP Online yang bisa diakses dan digunakan secara langsung tanpa melakukan instalasi program terlebih dahulu. Nantinya, data yang masuk akan terarsip pada database DJP secara keseluruhan.

Sama seperti pembayaran secara manual, jika Anda pernah mengalami proses pelaporan SPT secara manual, pasti terasa sangat merepotkan. Setiap berkas dan lampiran perlu dibawa mendatangi KPP atau dikirim dengan jasa pos, kemudian harus meluangkan waktu untuk mendatangi, belum lagi masalah antri dan lain sebagainya.

Kehadiran sistem online memungkinkan Anda memangkas waktu yang digunakan. Beberapa pihak yang telah menggunakan layanan aplikasi pajak DJP Online mengklaim bahwa pelaporan SPT memakan waktu tidak lebih dari 15 menit, dari mulai masuk situs DJP Online hingga proses selesai ketika Anda memasukkan token konfirmasi pelaporan SPT.

Pelaporan pajak online bisa dilakukan dengan dua cara, yakni e-Filing dan e-Form. Untuk wajib pajak baru, e-Filing lebih disarankan karena memiliki tampilan lebih sederhana dan setiap prosesnya dilakukan secara online. Setiap tahapan pengisian formulir akan mendapatkan keterangan lengkap, sehingga akan meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam pengisian dan pelaporan.

Untuk wajib pajak yang bisa dikatakan ‘senior’, artinya yang pernah mengalami sistem pelaporan manual, e-Form lebih direkomendasikan. Hal ini karena bentuk dari e-Form hampir sama dengan formulir klasik SPT. Pengisian yang dilakukan adalah dengan mengunduh formulirnya terlebih dahulu, kemudian diisi secara offline, baru kemudian diunggah kembali ke DJP Online.

Faktur Pajak Menjadi e-Faktur

Untuk Anda yang berstatus PKP, tentu tidak asing dengan faktur pajak. Kini faktur pajak bisa dibuat secara online juga, dengan fitur e-Faktur yang disediakan oleh DJP. Dengan begini, sistem bisnis dan transaksi akan lebih mengarah ke model paperless. Pengarsipan lebih aman, dan data lebih valid.

Setiap urusan pajak dimudahkan dengan kehadiran aplikasi pajak seperti DJP Online. Senada dengan aplikasi resmi, pihak swasta juga turut membantu pelaksanaan kewajiban pajak dengan menyediakan aplikasi mitra resmi DJP. Klikpajak, sebagai mitra resmi DJP dalam penghitungan, pembayaran dan pelaporan, sangat direkomendasikan karena mudah digunakan dan tidak dipungut biaya apapun. Daftar Klikpajak sekarang juga untuk lapor pajak secara mudah, cepat, dan gratis.


PUBLISHED05 Mar 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: