Kode Jenis Setoran Pajak SPT Tahunan Orang Pribadi - Klikpajak

Mengetahui Kode Jenis Setoran Pajak SPT Tahunan Orang Pribadi

Dalam proses melakukan pembayaran, wajib pajak, dalam hal ini Anda harus mengetahui kode jenis setoran yang tepat. Hal ini mengingat proses pembayaran pajak yang dilakukan kini sudah menggunakan sistem online, sehingga input dengan kode ini menjadi identifikasi jenis pembayaran yang akan dilakukan. Kode jenis setoran pajak SPT Tahunan orang pribadi misalnya, harus pula dipahami agar dapat digunakan dengan baik.

Pada artikel ini secara spesifik akan dijelaskan kode jenis setoran pajak untuk penyetoran PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi. Jika dibandingkan dengan kode jenis setoran lain, jumlah kode jenis setoran untuk pajak ini tidak terlalu banyak karena hanya berjumlah 6 saja.

Baca juga: Pembayaran PPh 25, Kapan Batas Akhirnya?

 

Kode Jenis Setoran Pajak PPh Pasal 25/29

  • Kode 411125-100 digunakan untuk jenis setoran masa PPh Pasal 25 Orang Pribadi yang terutang.
  • Kode 411125-101 digunakan untuk jenis setoran masa PPh pasal 25 orang pribadi yang berstatus pengusaha tertentu untuk pajak yang terutang.
  • Kode 411125-200 digunakan untuk jenis setoran tahunan PPh orang pribadi (PPh 29). Kode ini digunakan untuk pembayaran pajak yang harus dibayar yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi termasuk SPT Pembetulan sebelum dilakukan pemeriksaan.
  • Kode 411125-300 digunakan untuk SPT PPh orang pribadi. Kode ini digunakan untuk pembayaran jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SPT PPh orang pribadi.
  • Kode 411125-310 digunakan untuk SKPKB PPh orang pribadi. Kode ini digunakan untuk pembayaran jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SKPKB PPh orang pribadi.
  • Kode 411125-320 digunakan untuk jenis setoran SKPKBT PPh orang pribadi. Kode ini digunakan untuk melakukan pembayaran jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SKPKBT PPh orang pribadi.

 

Contoh Penggunaan Kode Jenis Setoran Pajak SPT Tahunan Orang Pribadi

Dalam prakteknya, penggunaan kode jenis setoran ini dapat dilakukan seperti yang dicantumkan dalam contoh di bawah ini.

Contoh 1:

Pak Subur memiliki kewajiban penyetoran angsuran PPh 25 setiap bulan sebesar Rp 3.000.000. maka atas PPh Pasal 25 tersebut harus disetorkan ke kantor pos atau kantor lain yang ditunjuk oleh DJP dengan kode jenis setoran pajak 411125-100. Kode ini juga digunakan ketika Pak Subur akan melakukan penyetoran angsuran pajak melalui kanal elektronik yang disediakan oleh DJP atau mitra resmi DJP.

Contoh 2:

Pak Subur, pada waktu yang lain, akan melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan status kurang bayar sebesar Rp 4.000.000. Maka atas kurang bayar tersebut disetor sebagai PPh Pasal 29 dan harus disetorkan ke kantor pos atau bank persepsi dengan kode jenis setoran 411125-200. Nah untuk PPh kurang bayar, maka kanal elektronik yang bisa digunakan adalah mitra resmi DJP. Sementara ini, kanal milik DJP tidak bisa digunakan untuk mengelola PPh kurang bayar.

 

PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29

Seperti diketahui bersama, PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29 merupakan metode pembayaran yang dapat digunakan oleh wajib pajak untuk ‘meringankan’ beban pajaknya. Biasanya metode ini digunakan ketika jumlah pajak yang dimiliki terlalu besar, sehingga akan sangat memberatkan ketika dibayarkan dalam sekali periode. Maka kemudian dapat diangsur (dengan PPh 25) atau dibayar pada periode berikutnya (dengan PPh 29).

PPh Pasal 25 sendiri dapat dibayarkan maksimal pada tanggal 15 bulan selanjutnya, dan atas pembayaran angsuran ini harus dilaporkan maksimal tanggal 20 setelahnya. Untuk PPh Pasal 29 sendiri, digunakan sebagai metode pelunasan pajak yang belum dapat dibayarkan pada periode sebelumnya. Karena konteksnya adalah pajak tahunan dan bukan masa, maka batas pelunasan paling lambat adalah sebelum pelaporan SPT Tahunan PPh (untuk orang pribadi batasnya adalah tanggal 31 Maret dan wajib pajak badan pada 30 April).

Perlu diingat bahwa batas yang sudah ditetapkan ini adalah batas maksimal. Ada sanksi atau hukuman yang akan diberikan ketika wajib pajak gagal melakukan penyelesaian kewajiban perpajakan pada tanggal yang ditetapkan. Sanksinya adalah denda administrasi, yang biasanya menyesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak.

Baca juga: Perbedaan PPh 25 dan PPh 29 yang Wajib Anda Ketahui

 

Kode jenis setoran pajak SPT Tahunan orang pribadi penting untuk diketahui dan dipahami, sehingga setoran yang dilakukan oleh wajib pajak tidak terjadi kesalahan. Memang masih dapat diperbaiki ketika ada kesalahan. Namun alangkah baiknya jika proses tersebut tidak dilakukan karena data yang dimasukkan sudah tepat. Ini akan menghemat banyak waktu Anda dalam menyelesaikan proses perpajakan.

Pemahaman pada kode jenis setoran pajak SPT Tahunan orang pribadi ini sebenarnya menjadi dasar agar proses penyelesaian kewajiban perpajakan dapat berlangsung secara lebih cepat. Nah, untuk membantu Anda mendapatkan berbagai informasi baru mengenai perpajakan, Anda bisa menggali informasinya di Klikpajak. Selain menyediakan banyak konten perpajakan terbaru, Klikpajak juga merupakan kanal resmi layanan perpajakan mitra DJP sehingga dapat membantu Anda menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

 


PUBLISHED11 Nov 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: