eFiling Pajak 1770 OP Usahawan dengan Menggunakan e-Form

eFiling Pajak 1770 OP Usahawan dengan Menggunakan e-Form

Sistem pelaporan pajak yang menjadi kewajiban wajib pajak di Indonesia telah beralih ke sistem online. Sistem pelaporan ini disebut eFiling Pajak dan merupakan hal wajib untuk setiap wajib pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 9/PMK.03/2018, terdapat sejumlah jenis pajak yang penyampaian laporan atau SPT nya harus melalui sistem online. Peraturan ini mulai berlaku sejak bulan April 2018 lalu.

Salah satu jenis formulir yang bisa disampaikan melalui sistem online adalah SPT 1770 Objek Pajak Usahawan atau Pekerjaan Bebas. Dalam penyampaian SPT 1770, wajib pajak bisa mengakses situs DJP Online atau lewat penyedia jasa layanan aplikasi swasta yang menjadi mitra resmi DJP. Untuk caranya, bisa dilakukan dengan menggunakan e-Form atau dengan menggunakan eSPT 1770.

Masing-masing dari kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam melakukan eFiling pajak. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pelaporan SPT dengan menggunakan e-Form. e-Form sendiri merupakan formulir SPT elektronik dalam bentuk file dengan eksistensi ‘.xfdl’. Meski masuk dalam sistem online, pengisian e-Form dalam rangka eFiling pajak bisa dilakukan secara offline.

e-Form sendiri dianggap lebih mudah digunakan untuk wajib pajak yang pernah melakukan pengisian SPT secara manual. Hal ini dikarenakan format formulir e-Form yang ada, mirip dengan formulir pengisian SPT manual yang dilakukan di kantor pajak. Perbedaannya jelas, pengisian formulir untuk eFiling dengan e-Form tidak perlu mengantri atau mendatangi KPP terdekat.

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai e-Form sebagai cara penyampaian laporan pajak secara online atau eFiling, terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan dari e-Form sendiri. Seperti semua cara, metode ini memiliki beberapa kelebihan yang bisa menjadi daya tarik serta kelemahan yang menyertainya.

[adrotate banner=”5″]

Kelebihan e-Form

a. Tidak Tergantung Koneksi Internet dalam Pengisiannya

Karena pengisian e-Form bisa dilakukan secara offline, maka proses pengisian e-Form tidak bergantung pada koneksi internet. Koneksi internet hanya dibutuhkan ketika mengunduh formulir e-Form, dan ketika mengirimkan formulir yang telah terisi ke situs yang dituju. Pengisian formulir dilakukan secara offline pada perangkat PC atau laptop wajib pajak.

Pengisian eForm berbeda dengan penggunaan eSPT yang harus selalu terhubung ke jaringan internet ketika pengisian formulir. Saat mengisi eSPT dan koneksi terputus, maka wajib pajak harus mengulang proses pengisian ketika jaringan internet kembali terhubung.

b. Tidak Perlu Membuat CSV

Berbeda dengan penggunaan eSPT dalam melakukan eFiling pajak, e-Form tidak mengharuskan wajib pajak untuk membuat file dengan format CSV untuk disampaikan pada DJP. Penggunaan e-Form nantinya hanya tinggal melaporkan file yang sebelumnya telah diunduh dan diisi tanpa perlu mengubahnya menjadi format CSV.

c. Data Harta dan Keluarga Otomatis Muncul

Jika wajib pajak pernah menggunakan e-Form untuk melakukan eFiling pajak, maka data terkait harta dan keluarga yang diisikan pada tahun sebelumnya akan secara otomatis muncul. Jadi dalam hal ini wajib pajak bisa menghemat waktu pengisian karena tidak perlu lagi mengulang pengisian data harta dan anggota keluarga.

d. Tampilan Seperti Formulir SPT

Dengan tampilan yang mirip dengan formulir SPT yang bisa ditemui di KPP, pengisian e-Form terkesan lebih mudah. e-Form cocok untuk wajib pajak yang ingin mulai beralih dari pengisian manual ke sistem online tanpa harus banyak menemui hal baru dalam formulir yang diisi.

Kelemahan e-Form

a. Hanya Bisa Melalui Perangkat PC

Penggunaan e-Form kurang fleksibel karena hanya bisa digunakan menggunakan PC dan laptop yang telah terlebih dahulu di-install viewer. Program ini bisa didapatkan dengan mudah, namun memang harus di-install terlebih dahulu.

b. Kesulitan Pengisian

Hal ini biasa terjadi untuk wajib pajak yang belum pernah melakukan pelaporan SPT secara manual. Wajib pajak biasanya akan merasa asing dan sedikit rumit karena formulir yang mirip dengan formulir manual. Wajib pajak yang belum pernah melakukan pengisian manual biasanya cenderung lebih memilih eSPT karena eFiling pajak jadi terasa lebih sederhana dan ringkas.

c. Hanya untuk Tahun Tertentu

e-Form hanya bisa digunakan untuk melakukan eFiling pajak setelah tahun pajak 2016. Hal ini karena keterbatasan sistem yang digunakan sehingga tidak mampu melakukan pelaporan SPT secara online untuk tahun pajak sebelum 2016. Selain itu, e-Form mengharuskan wajib pajak untuk mengunggah beberapa file dengan format ‘.pdf’.

Cara Melakukan eFiling Pajak Lewat e-Form

Penyampaian eFiling pajak dengan e-Form bukan merupakan proses yang sulit. Berikut langkah-langkah yang bisa wajib pajak lakukan untuk menggunakan e-Form sebagai sarana lapor SPT.

  1. Pastikan wajib pajak sudah pernah mendaftar DJP Online dan memiliki EFIN sebagai syarat transaksi online perpajakan di Indonesia melalui DJP Online.
  2. Tambahkan Akses e-Form

Tambahkan akses e-Form pada panel utama DJP Online yang dimiliki. Caranya adalah dengan masuk ke laman DJP Online, pilih ‘Profil Lengkap’ lalu scroll kebawah hingga menemukan checklist ‘e-Form’, kemudian klik ‘Ubah Akses’. Lakukan login ulang pada DJP Online.

  1. Masuk kembali ke laman DJP Online dan klik ‘e-Form’, biasanya berada pada satu panel yang sama dengan eBilling dan eFiling.
  2. Install e-Form Viewer

Klik lambang Windows atau Mac (sesuai dengan perangkat yang digunakan). Install Viewer tersebut dengan klik ‘Next’, ‘Install’ dan ‘Ok’. Lanjutkan langkah selanjutnya setelah berhasil menginstall Viewer.

  1. Buat SPT, Kirim Permintaan dan Unduh e-Form

Klik ‘Dashboard’ yang ada di sebelah kiri atas. Lalu selanjutnya klik ‘Buat SPT’. Isi SPT sesuai dengan kondisi wajib pajak dan pilih jenis e-Form (misalnya e-Form 1770). Isi ‘Tahun Pajak’ lalu klik ‘Kirim Permintaan’.

  1. Isi e-Form

Setelah mengirim permintaan, maka wajib pajak akan mendapatkan formulir SPT yang kemudian akan diisi sebagai eFiling pajak. Isi secara cermat dan sesuai dengan kondisi wajib pajak. Penting untuk diisi pada bagian formulir 1770-IV, kolom di bawah tahun, isikan bulan dan metode pembukuan/pencatatan (pengisian bulan dengan format mmyy, misal 0118 s.d 1218).

Isi harta dan hutang dengan mengklik lambang ‘+’. Lalu ‘Halaman Berikutnya’ untuk melanjutkan. Isi setiap bagian e-Form sesuai dengan data yang dimiliki dan selesaikan dengan klik ‘Submit’.

  1. Kirim e-Form

Setelah klik ‘Submit’ maka akan muncul panel dengan kolom ‘Kode Verifikasi’. Jika wajib pajak memiliki lampiran yang harus disertakan, isikan kode sesuai dengan lampiran yang dimaksud. Periksa email untuk mendapatkan kode verifikasi terkait eFiling pajak yang dilakukan, dan isikan pada kolom tersebut.

Dengan melakukan proses tadi, wajib pajak telah menyelesaikan kewajiban lapor SPT pada periode tersebut. Memang terlihat cukup panjang dan banyak yang harus diisi, namun untuk wajib pajak yang sudah pernah mengisi formulir SPT secara manual akan terasa sangat mudah untuk penggunaan e-Form ini.

eFiling pajak, merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Pemenuhan kewajiban ini bisa dilakukan melalui DJP Online, atau dengan penyedia jasa aplikasi perpajakan seperti klikpajak yang hadir untuk membantu wajib pajak, baik badan maupun pribadi, dalam menyelesaikan urusan perpajakan. Mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak, klikpajak bisa digunakan dengan mudah dan gratis.

[adrotate banner=”8″]

 


PUBLISHED14 Feb 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: