4 Aplikasi Untuk Memudahkan Dalam Administrasi Perpajakan, e-SPT Salah Satunya! - Klikpajak

4 Aplikasi Untuk Memudahkan Dalam Administrasi Perpajakan, e-SPT Salah Satunya!

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengembangkan berbagai aplikasi untuk mempermudah administrasi perpajakan, baik bagi Wajib Pajak maupun bagi pegawai pajak. Selain memberikan kemudahan, aplikasi yang dikembangkan juga telah mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah yang cukup signifikan. Apa saja aplikasi tersebut? Berikut ini telah Klikpajak rangkum 4 aplikasi untuk memudahkan dalam administrasi perpajakan, e-SPT salah satunya. Langsung simak!

e-SPT

Dulu, untuk lapor pajak setiap Wajib Pajak harus memindahkan data perhitungan secara manual ke dalam formulir SPT. Selanjutnya, Wajib Pajak harus membawa beberapa lembar formulir SPT dan dokumen pendukung lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Apalagi bagi Wajib Pajak perusahaan yang memiliki banyak karyawan, hal tersebut dinilai cukup merepotkan dan kurang efisien. Kemudian DJP meluncurkan aplikasi yang mampu membuat formulir SPT secara elektronik pada tahun 2008 lalu. Aplikasi tersebut diberi nama e-SPT. e-SPT merupakan aplikasi untuk membuat formulir surat pemberitahuan elektronik yang dibuat untuk menggantikan formulir surat pemberitahuan berbentuk kertas. Dengan adanya e-SPT, Wajib Pajak cukup melakukan perhitungan manual menggunakan Excel atau menyiapkan data-data pendukung. Setelah itu, Wajib Pajak hanya perlu memasukkan data-data dan hasil perhitungan pada aplikasi e-SPT. Ada beberapa kelebihan penggunaan e-SPT, diantaranya adalah:

  1. Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat dan aman, karena lampiran dalam bentuk media flashdisk, CD, atau disket.
  2. Data perpajakan akan terorganisir lebih baik.
  3. Sistem aplikasi e-SPT mengorganisirkan data perpajakan perusahaan dengan baik dan lebih sistematis.
  4. Penghitungan pajak dilakukan secara cepat dan tepat karena menggunakan sistem komputer.
  5. Pembuatan Laporan Pajak lebih mudah.
  6. Data yang disampaikan oleh Wajib Pajak selalu lengkap, karena penomoran formulir dengan menggunakan sistem komputer.
  7. Selain membantu kepentingan wajib pajak, aplikasi e-SPT juga membantu pekerjaan pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Karena pekerjaan-pekerjaan klerikal perekaman SPT yang memakan SDM yang cukup banyak menjadi berkurang.
  8. E-SPT merupakan aplikasi yang ramah lingkungan, karena tidak boros kertas.

e- Faktur

Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). Sedangkan e-Faktur merupakan Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang telah ditentukan dan/atau disediakan oleh DJP. Pengembangan Aplikasi e-Faktur ini dilatarbelakangi oleh kondisi penggunaan Faktur Pajak manual yang banyak disalahgunakan oleh PKP serta beban pengadministrasian yang cukup besar, baik bagi PKP sebagai Wajib Pajak maupun DJP. Oleh karena itu, tujuan pengembangan Aplikasi e-Faktur ini di antaranya adalah untuk menghilangkan penyalahgunaan Faktur Pajak fiktif serta memberikan kemudahan pengadministrasian Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

e-Filing

e-Filing merupakan suatu cara penyampaian SPT yang dilakukan secara online dan real-time melalui website DJP atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP). Dengan menggunakan e-Filing, Wajib Pajak tidak perlu datang ke KPP untuk melaporkan SPT. Tetapi Wajib Pajak hanya perlu mengakses website DJP atau ASP dari rumah, kantor, atau di manapun asal ada jaringan internet. Untuk dapat menggunakan e-Filing, Wajib Pajak harus sudah memiliki Electronic Filing Identification Number (EFIN). EFIN ini dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.

Pelaporan SPT dengan e-Filing dapat dilakukan melalui dua cara. Cara yang pertama, Wajib Pajak cukup mengupload file CSV yang dihasilkan dari Aplikasi e-SPT. e-SPT yang sudah diakomodir menggunakan cara ini adalah SPT Tahunan Orang Pribadi (1770), SPT Tahunan Orang Pribadi S (1770 S), SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), dan SPT Masa PPh Pasal 21/26, serta SPT Tahunan PPh Badan (1771). Sedangkan cara yang kedua, yaitu dengan mengisi langsung SPT pada formulir yang disediakan di website DJP. Cara yang kedua ini dapat digunakan untuk SPT Tahunan Orang Pribadi S (1770 S) dan SPT Tahunan Orang Pribadi SS (1770 SS).

e-Billing

Selain menghitung dan melaporkan pajak terutang, setiap Wajib Pajak memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran atas pajak yang terutang tersebut. Pembayaran dapat dilakukan melalui bank atau kantor pos dengan menggunakan formulir yang disebut Surat Setoran Pajak (SSP). Pengisian SSP ini dilakukan secara manual. Di bank, SSP diserahkan kepada Teller, lalu isian di dalam SSP di input kembali oleh Teller, yang seringkali terjadi kesalahan input. Untuk menghindari kesalahan tersebut, maka dikembangkanlah Aplikasi e-Billing. Wajib Pajak harus mengisi pembayaran pajak sesuai dengan kewajibannya dan kemudian menerima Kode Billing. Ketika Wajib Pajak akan melakukan pembayaran, baik di bank, kantor pos, ATM, internet banking, atau mobile banking, Wajib Pajak cukup menyebutkan atau mengetik Kode Billing tersebut. Dengan adanya aplikasi e-Billing, proses pembayaran pajak menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat

Itulah beberapa aplikasi yang dapat memudahkan administrasi perpajakan Anda. Bagi Anda yang sudah menggunakan aplikasi e-SPT, Anda hanya perlu mencetak induk SPT saja. Kemudian Anda dapat langsung melaporkannya ke KPP dengan membawa file CSV yang berasal dari e-SPT. Sangat mudah, bukan? Anda dapat memperoleh berbagai informasi seputar perpajakan lainnya dengan cara mengakses laman Klikpajak. Agar lebih mudah, langsung registrasi disini


PUBLISHED25 Jan 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: