Apa Itu e-Billing Pajak? Yuk Simak Penjelasan Lengkapnya Disini

Penjelasan e-Billing Pajak yang Harus Anda Ketahui

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan berbagai hal menjadi semakin mudah. Salah satunya yaitu cara menunaikan wajib pajak yang semakin efisien, yakni dengan memanfaatkan fitur e-Billing pajak. Lalu apa yang dimaksud dengan e-Billing pajak? e-Billing pajak merupakan sistem pembayaran pajak secara elektronik dengan membuat kode billing pajak pada aplikasi SSE pajak online yang merupakan bagian dari sistem Penerimaan Negara.

Sistem e-Billing pajak juga dikelola langsung oleh biller miliklembaga resmi pajak negara DJP (Direktorat Jenderal Pajak) yang akan menerapkan sistem billing. Selain itu, untuk melakukan identifikasi faktur pajak, maka biller DJP akan menerbitkan kode billing pajak melalui sistem billing. Cara pembayaran pajak yang satu ini dinilai sangat efektif karena tidak memakan banyak waktu dan faktur tagihan pajak pun lebih akurat.

Ketentuan & Persyaratan yang Harus Dipenuhi dalam Membuat Akun e-Billing Pajak

Namun perlu digaris bawahi bahwa ada sejumlah ketentuan yang harus Anda siapkan dan lengkapi terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan fitur e-Billing pajak. Apa saja? Berikut uraiannya yang bisa Anda simak:

1. Registrasi Akun e-Billing Pajak Surat Setoran Elektronik (SSE)

Pertama-tama, Anda diharuskan untuk membuat akun e-Billing SSE terlebih dahulu. Syarat untuk membuat akun tersebut hanyalah NPWP. Jadi pastikan Anda sudah memiliki kartu NPWP sebelum membuat akun e-Billing SSE. Untuk membuatnya, Anda bisa mengaksesnya di tautan ini.

2. Membuat Kode ID e-Billing Pajak

Setelah berhasil membuat akun e-Billing SSE, langkah selanjutnya adalah membuat kode ID billing pajak. Langkah ini tidak begitu sulit, Anda hanya perlu mengikuti instruksi yang tertera pada laman pembuatan kode ID billing pajak.

3. Cetak Kode ID e-Billing Pajak

Selanjutnya Anda hanya tinggal mencetak kode ID billing pajak yang tadi di buat. Kemudian ikuti instruksi lebih lanjut, dan Anda sudah siap untuk membayar tagihan pajak sesuai dengan nominal yang menjadi tanggung jawab Anda. Mudah bukan?

Istilah-Istilah Rumit dalam Fitur e-Billing Pajak

Istilah-Istilah Rumit dalam Fitur e-Billing Pajak

Cara pembayaran pajak dengan metode e-Billing pajak juga memiliki banyak sekali istilah-istilah yang mungkin membuat Anda sedikit bingung. Namun tidak perlu khawatir, karena Klikpajak.id akan menjelaskannya secara detail untuk Anda. Berikut penjelasan lengkap seputar istilah-istilah yang terdapat dalam e-Billing pajak yang bisa di simak:

1. Biller

Biller adalah unit Eselon I di bawah pengawasan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang diberi tugas, kewenangan, dan bertanggung jawab penuh untuk mengelola sistem billing dan menerbitkan kode billing dalam sistem pembyaran e-Billing pajak.

2. Billing System

Billing System atau sistem billing adalah metode pembayaran eketronik. Dalam hal ini, metode pembayaran elektronik yang terdapat dalam fitur e-Billing adalah dengan menggunakan cara kode billing.

3. Kode Billing

Kode billing merupakan sebuah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan oleh wajib pajak. Kode billing inilah yang akan menjadi acuan oleh para biller untuk menerbitkan faktur pajak Anda.

4. Bank atau Kantor Pos Persepsi

Bank persepsi maupun kantor pos persepsi adalah penyedia layanan penerimaan setoran penerimaan negara. Bank atau kantor pos persepsi akan berperan sebagai collecting agent dalam sistem penerimaan negara dengan menggunakan surat setoran elektronik (SSE).

5. BPN (Bukti Penerimaan Negara)

BPN adalah sebuah dokumen yang di terbitkan langsung oleh bank atau kantor pos persepsi. BPN juga merupakan tanda bukti yang sah untuk menyatakan bahwa Anda sudah menunaikan wajib pajak Anda kepada negara. BPN ini kemudian bisa menjadi bukti kuat secara hukum bila mana suatu hari Anda mendapatkan masalah seputar pembayaran pajak.

6. NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara)

NTPN adalah nomor tanda bukti pembayaran atau penyetoran ke kas negara yang tertera pada dokumen Bukti Penerimaan Negara dan diterbitkan langsung oleh sistem settlement yang dikelola oleh lembaga Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

7. Nomor Transaksi Pos atau Bank Persepsi

Nomor Transaksi Bank (NTB) adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan negara yang diterbitkan oleh bank persepsi. Sedangkan Nomor Transaksi Pos (NTP) adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan negara yang diterbitkan oleh pos persepsi.

Baca Juga: Pajak Reksadana, Begini Ketentuan Cara Lapor Pajaknya!

Kilas Balik Sejarah Cara Pembayaran Pajak

Cara pembayaran pajak dengan menggunakan fitur e-Billing pajak memang dinilai sangat memudahkan para wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya kepada negara. Meski demikian, cara ini masih terbilang baru. Sebelumnya, cara membayar pajak terbilang cukup sulit dan berkelit, sehingga tak heran banyak sekali perusahaan atau pelaku bisnis yang kerap mengabaikan tanggung jawabnya untuk membayar pajak kepada negara. Oleh karena itu, yuk simak sejarah cara pembayaran pajak berikut ini:

1. Pembayaran Pajak Secara Langsung di Kantor Kas Negara

Tahap awal, Kementerian Keuangan mengimbau agar para pelaku bisnis dan perusahaan untuk menunaikan wajib pajaknya dengan membayarkan secara langsung nominal pajak mereka melalui kantor kas negara. Kendala utama dari cara ini adalah lokasi kantor kas negara yang sulit dijangkau oleh pelaku bisnis di daerah terpencil. Sebab, pada saat itu, kebanyakan kantor kas negara berlokasi di kota-kota besar saja.

2. Pembayaran Pajak Melalui Bank

Melihat permasalahan pada poin nomor satu di atas, maka Kementerian Keuangan menghadirkan fitur pembayaran pajak melalui bank. Pada masa ini, para wajib pajak cukup meningkat meski tidak begitu signifikan. Sebab, hanya bank-bank tertentu saja yang bisa digunakan untuk membayar pajak, rata-rata hanya bank milik negara.

3. Pembayaran Pajak Online

Teknologi semakin berkembang dan munculah sistem pembayaran pajak secara online yang diawasi langsung oleh Kementerian Keuangan. Saat itu, sistem online masih terbilang baru dan belum begitu banyak dipahami oleh banyak elemen masyarakat, khususnya para pelaku bisnis kecil dan menengah. Sehingga cara ini tidak begitu banyak dimanfaatkan oleh para wajib pajak.

4. Pembayaran Pajak dengan Metode e-Billing Pajak

Sampailah pada saat ini, yakni metode pembayaran pajak terbaru dan bisa dibilang paling efisien, yakni pembayaran pajak melalui metode e-Billing.

Bicara seputar pajak, tentu hal ini menjadi kesulitan tersendiri, terlebih Anda juga harus fokus dalam mengembangkan perusahaan maupun bisnis yang sedang ditekuni. Melihat permasalahan ini, Klikpajak.id hadir sebagai solusi bagi Anda yang kesulitan dalam menunaikan wajib pajak kepada negara.

Klikpajak merupakan aplikasi pengelolaan pajak yang telah resmi menjadi salah satu ASP (Application Service Provider) dari Direktorat Jenderal Pajak Indonesia. Klikpajak bisa digunakan oleh siapapun dalam mengelola pajak pribadi maupun bisnis yang bisa diakses secara online. Dengan ASP ini, pengguna Klikpajak bisa melakukan perhitungan pajak, bayar pajak, lapor pajak, membuat e-faktur, hingga menyimpan laporan atau arsip pajak.

Bersama Klikpajak, permasalahan seputar pajak akan teratasi dengan baik dan akurat. Untuk informasi lebih lanjut seputar fitur yang tersedia dalam Klikpajak, Anda bisa melihatnya melalui tautan ini. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sudah seharusnya kita menunaikan wajib pajak kepada negara. Dengan membayar pajak, maka Anda sudah turut andil dalam memajukan negara Indonesia.


PUBLISHED15 Jan 2020
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: