Kenali Hak dan Kewajiban Wajib Pajak Badan dalam Pemeriksaan Pajak

Kenali Hak dan Kewajiban Wajib Pajak Badan dalam Pemeriksaan Pajak

Sistem perpajakan yang diterapkan di Indonesia yaitu self-assessment. Di sisi lain, Pemerintah memilik hak melakukan evaluasi pemenuhan kewajiban perpajakan yang telah dilakukan sendiri oleh Wajib Pajak melalui pemeriksaan pajak. Sebagai pengusaha, Anda semestinya mengenali dan memahami hak dan kewajiban Wajib Pajak badan dalam pemeriksaan pajak demi kelancaran bersama.

Pemeriksaan pajak merupakan salah satu tahapan dalam siklus hak dan kewajiban Wajib Pajak. Pemeriksaan pajak dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan dan tujuan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Tindakan pemeriksaan pajak adalah sebagai upaya DJP untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam memnuhi kewajiban perpajakan. Dalam menguji kepatuhan, DJP melakukan pemeriksaan dengan menelusuri kebenaran Surat Pemberitahuan (SPT), pembukuan atau pencatatan yang disampaikan Wajib Pajak dengan keadaan sebenarnya.

Macam-Macam Pemeriksaan Pajak

  1. Pemeriksaan Rutin: Pemeriksaan yang dilakukan sehubungan dengan pemenuhan hak dan kewajiban Wajib Pajak sesuai UU KUP.
  2. Pemeriksaan Khusus: Pemeriksaan yang berdasar hasil analisis risiko manual atau elektronik atas indikasi ketidakpatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.

Berdasarkan Jenisnya, Pemeriksaan Pajak Digolongkan Menjadi Dua:

  1. Pemeriksaan Lapangan: Dilakukan paling lama 4 bulan dengan perpanjangan waktu 4 bulan sejak Surat Perintah Pemeriksaan hingga laporan hasil pemeriksaan diterbitkan.
  2. Pemeriksaan Kantor: Dilakukan paling lama 3 bulan dengan perpanjangan waktu 3 bulan sejak Surat Panggilan untuk pemeriksaan hingga laporan hasil pemeriksaan diterbitkan.

Persyaratan Wajib Pajak untuk Pemeriksaan

Saat wajib pajak diperiksa oleh tim pemeriksa DJP, Wajib Pajak diwajibkan:

Untuk Pemeriksaan Kantor

  1. Memenuhi panggilan untuk hadir pemeriksaan sesuai kesepakatan waktu yang ditentukan, khususnya pemeriksaan kantor.
  2. Memperlihatkan dan atau meminjamkan berkas-berkas perpajakan milik Wajib Pajak yang berhubungan dengan penghasilan kegiatan usaha kepada tim pemeriksa pajak termasuk data perpajakan yang dikelola secara online.
  3. Memberi bantuan dalam rangka kelancaran pemeriksaan.
  4. Memberikan keterangan lengkap lainnya baik secara lisan maupun tertulis.
  5. Wajib Pajak wajib meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh akuntan publik.

Untuk Pemeriksaan Lapangan

  1. Memperlihatkan dokumen dasar pembukuan dan dokumen pendukung lain yang berhubungan dengan perolehan penghasilan, obyek terutang pajak, kegiatan usaha.
  2. Memberikan kesempatan kepada tim pemeriksa untuk memasuki tempat yang dijadikan objek pemeriksaan.
  3. Menyampaikan tanggapan tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan.
  4. Memberikan bantuan dan keterangan lain yang diperlukan dalam pemeriksaan.

Hak Wajib Pajak Saat Diperiksa

Dalam hal dilakukan pemeriksaan pajak oleh DJP, Wajib Pajak berhak:

  1. Melihat atau meminta Surat Perintah Pemeriksaan.
  2. Melihat dan memastikan Tanda Pengenal Pemeriksa yang dikenakan petugas.
  3. Mendapat penjelasan lengkap mengenai maksud dan tujuan dari pemeriksaan.
  4. Meminta rincian perbedaan antara hasil pemeriksaan petugas dengan SPT milik Wajib Pajak.
  5. Hadir dalam pembahasan akhir terkait pemeriksaan dalam waktu yang ditentukan.
  6. Mengajukan pembahasan oleh tim pembahas ketika dijumpai perbedaan saat pembahasan akhir hasil pemeriksaan.
  7. Mengisi kuesioner dengan memberi pendapat atau penilaian atas pemeriksaan pajak oleh petugas.

Selama Anda memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, jelas, dan tepat waktu, pasti Anda tidak akan mengalami kesulitan ketika dilakukan pemeriksaan pajak. Ingatlah untuk menunaikan kewajiban dan pergunakan hak perpajakan Anda, khususnya saat pemeriksaan pajak. Bangga Bayar Pajak!


PUBLISHED01 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: