eFiling Pajak, Sistem Online yang Lebih Praktis dari Pengisian Manual

eFiling Pajak, Sistem Online yang Lebih Praktis dari Pengisian Manual

Kualitas wajib pajak dapat dilihat dari ketaatannya dalam membayar pajak tepat waktu. Wajib pajak seperti ini, telah memiliki kesadaran bahwa pajak yang disetorkan akan membantu negara dalam pembangunan. Disamping itu, wajib pajak berkualitas juga merupakan wajib pajak yang melaporkan pajaknya secara tepat waktu pula. Hal ini dibantu dengan kehadiran eFiling pajak.

Seperti telah diketahui banyak orang, eFiling merupakan sistem pelaporan pajak secara online dengan menggunakan basis internet. Hal ini memungkinkan wajib pajak untuk melaporkan pajaknya kapanpun dan dimanapun selama wajib pajak terhubung pada jaringan internet aktif. eFiling juga menjadi program unggulan untuk meningkatkan disiplin pajak.

Partisipasi pelaporan pajak melalui eFiling terbukti cukup besar. Mengalami peningkatan lebih dari satu juta pelapor pada tahun 2018, data yang masuk didominasi oleh wajib pajak orang pribadi. Pelaporan pajak pada tahun 2019 ini kemudian diharapkan akan menjadi lebih tinggi karena  sistem eFiling sudah lebih canggih dan mudah digunakan.

Untuk wajib pajak yang lebih senior, cara baru ini memang mungkin dapat membingungkan. Terdapat beberapa perbedaan mendasar yang ada pada pengisian formulir langsung di KPP dan penggunaan eFiling pajak. Generasi lebih muda tentu lebih nyaman dengan sistem ini, mengingat hampir setiap aspek kehidupannya berkenaan dengan internet.

Pembeda Pengisian Formulir Fisik dan eFiling

Metode Pengisian Formulir

Pengisian klasik yang dilakukan dengan mendatangi KPP secara langsung akan dilakukan menggunakan media kertas. Setiap kolom harus diisi dengan data yang benar, sehingga proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar. Meski mudah, kadang proses ini memakan waktu karena harus mendatangi KPP dan mengantri dengan sabar.

Proses online, akan sedikit berbeda. Pengisian akan dilakukan pada formulir digital yang telah disediakan oleh DJP pada situs resminya, dan diisi dengan lengkap. Terdapat petunjuk rinci terkait pengisian formulir ini. Nantinya, formulir yang telah diisi bisa langsung dikirimkan, dan wajib pajak akan menerima bukti transaksi tersebut.

Sistem Identifikasi

Jika dalam proses manual identitas yang diperlukan adalah KTP dan kartu NPWP, maka ketika pengisian secara online menggunakan eFiling pajak, wajib pajak akan menggunakan identitas tambahan yang disebut EFIN. EFIN bisa didapat dengan mengajukan pemilikan pada KPP terdekat, baru kemudian sistem online bisa digunakan.

Pembayaran dan Pelaporan Pajak

Dengan sistem online, wajib pajak bisa melaksanakan kedua kewajiban perpajakan ini secara bebas, tanpa terikat waktu dan tempat. Karena menggunakan internet, maka layanan yang diperoleh akan bersifat 24 jam penuh dan tidak mengenal hari libur. Hal ini terjadi karena DJP menggunakan sistem, sehingga operasionalnya bisa berjalan lebih otomatis.

Baik proses pembayaran ataupun pelaporan, telah disediakan metode online-nya oleh DJP. Pembayaran bisa menggunakan eBilling, sedangkan untuk pelaporan bisa menggunakan eFiling. Pajak yang harus dilaporkan melalui eFiling ini adalah SPT Masa PPn dan SPT Masa PPh 21 dan 26. Pajak ini tidak lagi bisa dilaporkan secara manual.

Hal di atas merujuk pada berlakunya Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 9/PMK.03/2018 tentang Surat Pemberitahuan Pajak. Peraturan ini berlaku sejak 1 April 2018 hingga peraturan baru akan dibuat. Untuk itu, wajib pajak yang akan melaporkan SPT yang jatuh tempo pada akhir bulan Maret dan April bisa menggunakan cara online ini.

Keuntungan Sistem Online

Tentu jika dibandingkan dengan sistem manual, sistem online akan menawarkan berbagai keuntungan untuk wajib pajak. Yang paling jelas adalah wajib pajak akan dapat melaksanakan kewajiban perpajakan dengan jauh lebih praktis, karena tidak lagi perlu mendatangi KPP atau membawa banyak berkas yang diperlukan.

Selain itu, wajib pajak juga dapat membayarkan dan melaporkan pajak dengan lebih akurat karena pemeriksaan dilakukan oleh sistem secara real time. Tanpa mengurangi kepercayaan pada petugas wajib pajak yang ada, sistem ini bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dan Dirjen Pajak dalam rangka pelaksanaan kewajiban pajak.

Pengisian formulir yang lebih terarah dan dengan panduan yang jelas akan membuat input yang dilakukan menjadi lebih valid. Jika wajib pajak merasa kurang jelas, bisa ditemukan banyak tutorial pengisian SPT atau penggunaan eFiling pajak agar lebih jelas lagi.

Sebenarnya sistem eFiling tidak hanya disediakan oleh Dirjen Pajak saja pada situs resminya. Sistem ini merupakan sistem pelaporan pajak berbasis online yang bisa dilakukan dengan menggunakan mitra resmi DJP. Hanya saja, istilah ini digunakan pertama kali oleh DJP sehingga indentik dengan situs resmi DJP Online.

Mitra resmi seperti Klikpajak juga bisa menjadi kanal pelaporan  dan pembayaran pajak secara online. Dengan tampilan yang lebih modern, penggunaan yang mudah dan tidak dipungut biaya apapun, wajib pajak bisa mendapatkan setiap kemudahan yang ditawarkan. Pengarsipan yang sistematis juga memungkinkan pelacakan dokumen dengan lebih cepat pada akun Klikpajak yang dimiliki. Setiap akun akan mendapat arsip pribadi yang hanya bisa diakses menggunakan kombinasi nama dan password yang telah didaftarkan.


PUBLISHED05 Apr 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: