5 Cara Mendapatkan Kode Billing Pajak

5 Cara Praktis yang Bisa Anda Lakukan untuk Mendapatkan Kode Billing Pajak

Melakukan pembayaran pajak tidak serumit seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Sebenarnya banyak cara yang bisa ditempuh Wajib Pajak untuk menyelesaikan urusan pajak, termasuk juga Anda. Hanya saja, cara-cara ini mungkin belum banyak diketahui dan dipelajari oleh masyarakat. Sebab mereka mungkin masih terbawa dengan cara manual yang mengharuskan Wajib Pajak datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Hadirnya sistem e-billing kemudian memudahkan baik Wajib Pajak maupun petugas pajak dalam mengadministrasikan dokumen-dokumen pajak. Sebelum menggunakan e-billing Wajib Pajak harus memiliki kode billing terlebih dahulu.

Sistem billing merupakan sistem informasi elektronik yang dioperasikan oleh para Biller guna mengadministrasikan sistem penerimaan Negara. Istilah e-billing sering dipakai dalam sektor perdagangan, sedangkan kode billing adalah istilah yang digunakan dalam pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 115/PMK.05/2017, Kode billing diartikan sebagai kode identifikasi yang diterbitkan oleh sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor.

Dalam memanfaatkan layanan sistem billing, Wajib Pajak terlebih dahulu harus membuat kode billing untuk masing-masing  pembayaran. Cara ini berfungsi untuk menggantikan Surat Setoran Pajak manual. Ketika sudah mendapatkan kode billing atau juga disebut ID billing, Wajib Pajak dapat memanfaatkan kode tersebut lewat beberapa cara diantaranya melalui Kantor Pelayanan Pajak, melalui teller Bank atau Pos, situs djponline.pajak.go.id, Internet Banking, dan Kring Pajak. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kode billing.

Kantor Pelayanan Pajak

Kantor Pelayanan Pajak menyediakan Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) sebagai tempat pembuatan kode billing. Di tempat-tempat tersebut kode billing juga dapat dibuat oleh petugas pajak sebagai pengelola layanan billing dengan memanfaatkan akses internet. Untuk melakukan pembuatan kode billing dengan cara ini, Wajib Pajak tidak harus mengurus di lokasi KPP ketika mendaftar. Tetapi bisa juga dilakukan di KPP terdekat.

Teller Bank atau Pos

Cara membuat kode billing yang kedua adalah melalui teller bank atau pos. Untuk cara ini Wajib Pajak telah membuat Surat Setoran Pajak terlebih dahulu sebelum membayar melalui teller bank atau petugas pos. Selanjutnya teller bank atau petugas pos tersebut akan membuatkan kode billing sehingga dapat dimasukkan pada sistem penerimaan negara.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika menggunaan cara ini adalah menyerahkan Surat Setoran Pajak yang sudah diisi dengan lengkap dan telah ditandatangani sebanyak 4 rangkap. Kemudian teller bank atau petugas pos akan merekam dan mencetak kode billing. Terakhir Wajib Pajak melakukan verifikasi data yang di-input oleh petugas. Apabila sudah sesuai, pembayaran dapat langsung dilakukan.

Situs djponline.pajak.go.id

Untuk mendapatkan kode billing melalui cara ini, Wajib Pajak dapat memanfaatkan 3 laman website yaitu https://sse.pajak.go.id, https://sse2.pajak.go.id dan https://sse3.pajak.go.id. Apabila sebelumnya Anda sudah pernah mendaftar melalui djponline.pajak.go.id, Anda bisa langsung login ke laman tersebut. Selanjutnya pilih menu e-billing yang tersedia. Kemudian Anda bisa melakukan registrasi terpisah melalui laman sse.pajak.go.id.

Internet Banking

Layanan internet banking dapat Anda manfaatkan melalui fitur kode billing dari Bank yang Anda gunakan. Biasanya bank-bank yang memuat fitur tersebut adalah BRI, BNI, Mandiri, CIMB Niaga, Bank BCA, dan Maybank ID.

Kring Pajak

Untuk memanfaatkan layanan Kring Pajak, Anda bisa memilih berkomunikasi melalui telepon dan twitter. Dua saluran tersebut menyediakan layanan untuk Anda yang ingin mengajukan pertanyaan seputar  pajak dan membantu Anda dalam menyelesaikan tanggung jawab perpajakan. Salah satu layanannya adalah pembuatan kode billing. Tetapi banyaknya Wajib Pajak yang menggunakan layanan ini menyebabkan layanan terlalu sibuk. Sehingga untuk sementara waktu pihak Kring Pajak hanya menerima permintaan kode billing bagi Wajib Pajak pribadi.

Sedangkan melalui twitter, permintaan kode billing bisa dilakukan secara langsung dengan me-mention akun resmi Kring Pajak atau melalui DM. Namun sayangnya tidak banyak Wajib Pajak yang memilih menggunakan cara ini karena mungkin dianggap terlalu terbuka atau secara privasi dianggap kurang terjaga.

Itulah 5 cara mendapatkan kode billing yang bisa Anda manfaatkan untuk kepentingan urusan pajak. Anda pun bisa memilih salah satu cara yang paling sesuai dan menguntungkan bagi Anda sebagai Wajib Pajak. Selamat mencoba!


PUBLISHED19 Jul 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: